Kabel laut Pukpuk-1 resmi dioperasikan sebagai infrastruktur telekomunikasi lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini. Peresmian berlangsung di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei, dengan kehadiran pejabat pemerintah, pimpinan Telkom, dan perwakilan Papua Nugini.
Proyek ini dipandang sebagai tonggak penting bagi konektivitas digital Indonesia Timur sekaligus membuka jalur baru menuju ekosistem digital regional. Telkom menegaskan, pembangunan Pukpuk-1 bertujuan memastikan seluruh wilayah Indonesia dapat terhubung dalam era digital secara lebih merata.
Kabel laut Pukpuk-1
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan Pukpuk-1 menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia. Menurut dia, proyek ini tidak hanya memperkuat jaringan di Papua, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia Timur dalam konektivitas global. Ia menambahkan, TelkomGroup ingin memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam transformasi digital.
Dian menyebut, keberadaan kabel laut ini membuka peluang kolaborasi digital yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun global. Ia menilai inisiatif tersebut menjadi bukti bahwa TelkomGroup melalui Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Dengan demikian, Pukpuk-1 bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kerja sama konektivitas lintas batas.
Telkom juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun jaringan digital yang andal di kawasan timur Indonesia. Perusahaan melihat Papua sebagai wilayah strategis dalam pengembangan konektivitas menuju Asia-Pasifik. Karena itu, Pukpuk-1 disebut sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan layanan digital di masa depan.
Jalur kabel lintas batas
Sistem komunikasi kabel laut ini memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Rinciannya, jalur Jayapura hingga perbatasan Indonesia mencapai sekitar 30 kilometer. Dari perbatasan menuju Vanimo, jalurnya sekitar 50 kilometer, sementara rute menuju Madang membentang sekitar 770 kilometer.
Dengan bentangan tersebut, Pukpuk-1 menjadi salah satu proyek konektivitas yang memiliki cakupan lintas negara cukup besar. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung arus data yang lebih stabil dan efisien di kawasan Pasifik. Kehadiran jaringan tersebut juga diharapkan memperkuat integrasi layanan digital antara Indonesia dan Papua Nugini.
Proyek Pukpuk-1 mulai dikerjakan sejak 2016 dan rampung pada 2022. Setelah melalui proses pembangunan dan pengujian, jaringan itu mulai beroperasi pada April 2026. Peresmian pada Mei menjadi penanda resmi beroperasinya infrastruktur tersebut untuk publik.
Dukungan pemerintah dan mitra
Peresmian proyek di Jayapura dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo. Hadir pula Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, serta perwakilan Gubernur Papua Christian Sohilait. Dari sisi mitra internasional, hadir CEO PNG DataCo Paul Komboi.
Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya proyek ini bagi hubungan bilateral kedua negara. Pemerintah Indonesia menilai infrastruktur digital lintas batas dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan sosial di kawasan timur. Sementara itu, Papua Nugini melihat proyek ini sebagai pintu masuk untuk konektivitas yang lebih luas.
Angga Raka meresmikan proyek kabel laut Pukpuk milik anak perusahaan Telkom, Telin, di Jayapura pada Jumat, 8 Mei 2026. Peresmian tersebut menandai langkah nyata pemerintah dan industri dalam memperluas akses digital di wilayah perbatasan. Proyek ini juga diharapkan mendorong pemerataan pembangunan digital di Indonesia Timur.
Arti strategis bagi kawasan
Kabel laut Pukpuk-1 dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai penghubung konektivitas di Asia-Pasifik. Infrastruktur ini membuka akses langsung yang sebelumnya belum tersedia antara Indonesia dan Papua Nugini. Dalam jangka panjang, jaringan tersebut dapat memperluas kerja sama digital lintas negara.
Bagi Indonesia Timur, kehadiran kabel laut ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan internet dan stabilitas koneksi. Dukungan infrastruktur yang memadai juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di daerah. Kondisi tersebut menjadi penting bagi sektor pendidikan, layanan publik, dan usaha berbasis teknologi.
Telkom menilai proyek ini sebagai bagian dari visi menghadirkan masa depan yang semakin terhubung. Dengan jaringan lintas batas pertama di kawasan, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk memainkan peran strategis di ekosistem digital regional. Pukpuk-1 pun menjadi simbol bahwa pembangunan konektivitas tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah perbatasan.
