Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Teknologi Moh. Royhan Nahado 29 Mei 2026 04:17 WIB 2
Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Kabel laut Pukpuk-1 resmi dioperasikan sebagai infrastruktur telekomunikasi lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini secara langsung. Peresmian dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan kehadiran sejumlah pejabat pemerintah, pimpinan Telkom, dan perwakilan Papua Nugini.

Proyek ini dipandang sebagai tonggak penting untuk memperkuat konektivitas digital di Indonesia Timur, sekaligus membuka koridor baru menuju jaringan regional dan global. Dengan panjang sekitar 850 kilometer, kabel laut ini menjadi bagian dari strategi TelkomGroup untuk menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia.

Kabel Laut Pukpuk dan Konektivitas

Kabel laut Pukpuk-1 menjadi penghubung baru yang memperluas akses digital antara dua negara bertetangga. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat jaringan komunikasi di wilayah timur Indonesia yang selama ini membutuhkan dukungan konektivitas lebih merata.

Keberadaan kabel laut tersebut juga menandai keterhubungan Papua dengan ekosistem digital Asia-Pasifik. Langkah ini dinilai penting karena Papua berada di jalur strategis untuk pengembangan konektivitas regional.

TelkomGroup menempatkan proyek ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan digital yang andal dan berdaya saing. Melalui Telin, perusahaan ingin memastikan infrastruktur yang dibangun dapat mendukung kebutuhan komunikasi lintas batas.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa tidak ada wilayah Indonesia yang boleh tertinggal dalam era digital. Ia menyebut Pukpuk-1 sebagai bukti bahwa Indonesia Timur merupakan bagian integral dari ekosistem konektivitas global.

Rute Kabel Laut Pukpuk

Sistem komunikasi kabel laut ini memiliki total jaringan sekitar 850 kilometer. Jalurnya terbagi menjadi rute Jayapura hingga perbatasan Indonesia sepanjang 30 kilometer, perbatasan menuju Vanimo sepanjang 50 kilometer, dan perbatasan menuju Madang sepanjang 770 kilometer.

Rute tersebut dirancang untuk menghubungkan titik-titik penting komunikasi di Papua dan Papua Nugini. Dengan struktur jaringan itu, kabel laut Pukpuk-1 diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan kecepatan layanan telekomunikasi.

Proyek ini mulai dikerjakan sejak 2016 dan baru rampung pada 2022. Setelah melalui tahapan pembangunan dan pengujian, kabel laut ini mulai beroperasi pada April 2026.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bawah laut memerlukan perencanaan matang dan koordinasi lintas wilayah. Kehadirannya kini menjadi hasil dari proses yang berlangsung hampir satu dekade.

Dukungan Pemerintah dan Telkom

Peresmian Pukpuk-1 di Jayapura dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo. Hadir pula Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Gubernur Papua, Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi.

Kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya proyek ini bagi hubungan bilateral dan penguatan digital kawasan. Pemerintah menilai infrastruktur seperti Pukpuk-1 dapat menjadi pendorong pemerataan akses teknologi.

Angga Raka meresmikan proyek kabel laut Pukpuk milik anak perusahaan Telkom, Telin, di Jayapura. Momentum tersebut menjadi simbol dukungan negara terhadap pengembangan jaringan digital di wilayah timur Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah, TelkomGroup, dan mitra regional menunjukkan bahwa konektivitas lintas batas kini menjadi agenda strategis. Proyek ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor digital dan telekomunikasi.

Implikasi Regional Asia Pasifik

Kabel laut Pukpuk-1 disebut sebagai kabel laut lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan dua negara secara langsung. Posisi ini memberi nilai strategis bagi Indonesia dalam peta konektivitas regional.

Infrastruktur tersebut tidak hanya memperkuat jaringan domestik, tetapi juga membuka akses ke jalur komunikasi internasional yang lebih luas. Dengan demikian, Papua dapat berperan sebagai simpul penting dalam lalu lintas data kawasan.

Dian Siswarini menyampaikan bahwa TelkomGroup ingin menjembatani kesenjangan digital antarnegara melalui infrastruktur yang modern dan berstandar tinggi. Menurutnya, Pukpuk-1 merupakan bagian dari upaya menghadirkan masa depan yang semakin terhubung.

Keberadaan kabel laut ini diharapkan mendorong kolaborasi digital di tingkat regional maupun global. Bagi Indonesia Timur, proyek ini memberi sinyal kuat bahwa pembangunan digital kini bergerak lebih inklusif dan berorientasi masa depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!