Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Teknologi Moh. Royhan Nahado 26 Mei 2026 00:50 WIB 3
Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Jayapura menjadi saksi peresmian kabel laut Pukpuk-1 yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini pada Jumat, 8 Mei 2026. Infrastruktur telekomunikasi ini disebut sebagai kabel laut lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan dua negara secara langsung.

Peresmian berlangsung di Telkom Witel Jayapura, Papua, dan dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, serta sejumlah perwakilan dari Indonesia dan Papua Nugini. Proyek ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas digital di Indonesia timur sekaligus membuka jalur koneksi baru ke kawasan regional.

Kabel Laut Pukpuk Jadi Tonggak

Kehadiran kabel laut Pukpuk-1 dinilai menjadi tonggak penting bagi pembangunan infrastruktur digital di Papua. Jalur ini tidak hanya memperkuat jaringan di wilayah timur Indonesia, tetapi juga menempatkan kawasan tersebut dalam peta konektivitas global.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa TelkomGroup ingin memastikan seluruh wilayah Indonesia tetap terhubung dalam era digital. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini diharapkan mendorong kolaborasi digital di tingkat regional maupun global.

Menurut Dian, kabel laut Pukpuk-1 merupakan bagian dari upaya TelkomGroup menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia. Ia menyebut proyek ini sebagai bukti bahwa Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antarnegara.

Jalur Kabel Dan Panjang

Sistem komunikasi kabel laut atau SKKL Pukpuk-1 memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalur tersebut menghubungkan Jayapura dengan perbatasan Indonesia sejauh 30 kilometer, lalu diteruskan ke Vanimo sepanjang 50 kilometer.

Dari perbatasan hingga Madang, jaringan kabel membentang sekitar 770 kilometer. Rute ini dirancang untuk memperkuat distribusi konektivitas di kawasan timur Indonesia dan wilayah pesisir Papua Nugini.

Proyek Pukpuk-1 mulai dikerjakan pada 2016 dan selesai pada 2022. Setelah melalui tahap persiapan dan pengujian, infrastruktur ini resmi mulai beroperasi pada April 2026.

Peresmian Di Jayapura

Peresmian proyek dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua, sebagai simbol penguatan konektivitas dari wilayah timur Indonesia. Acara tersebut juga menjadi penanda kerja sama lintas batas yang semakin terbuka antara Indonesia dan Papua Nugini.

Sejumlah pejabat hadir dalam seremoni itu, termasuk Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo. Hadir pula perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Gubernur Papua, Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi.

Keberadaan para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya proyek ini bagi kedua negara. Infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan layanan digital dan kerja sama teknologi di kawasan perbatasan.

Arti Strategis Bagi Kawasan

Pukpuk-1 dipandang sebagai pintu masuk baru bagi Indonesia timur untuk terhubung lebih erat dengan ekosistem digital Asia-Pasifik. Konektivitas yang lebih baik diyakini dapat mendukung layanan komunikasi, pertukaran data, dan pengembangan ekonomi digital di wilayah perbatasan.

TelkomGroup menilai proyek ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menjangkau dalam negeri, tetapi juga meluas ke tingkat regional. Melalui jalur ini, Indonesia disebut semakin siap berperan dalam jaringan konektivitas global.

Proyek tersebut juga memberi sinyal bahwa pengembangan infrastruktur digital tidak lagi terpusat di kota besar. Dengan beroperasinya kabel laut Pukpuk-1, Papua dan Papua Nugini memiliki akses yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan layanan digital masa depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!