Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Teknologi Moh. Royhan Nahado 25 Mei 2026 23:33 WIB 2
Kabel Laut Pukpuk-1 Hubungkan Indonesia dan Papua Nugini

Kabel laut Pukpuk-1 resmi dioperasikan sebagai infrastruktur telekomunikasi lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Peresmian dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan kehadiran pejabat pemerintah, Telkom, dan perwakilan Papua Nugini.

Proyek yang dikerjakan anak usaha Telkom, Telin, ini digadang-gadang menjadi tonggak penting bagi penguatan konektivitas digital di Indonesia Timur. Kehadirannya juga membuka peluang kerja sama digital yang lebih luas antara kedua negara di kawasan Pasifik.

Kabel laut Pukpuk-1

Peresmian kabel laut Pukpuk-1 menandai babak baru konektivitas digital Indonesia dan Papua Nugini. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, serta perwakilan dari Papua Nugini.

Selain itu, hadir pula perwakilan Gubernur Papua, Christian Sohilait, dan CEO PNG DataCo Paul Komboi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan pentingnya proyek tersebut bagi hubungan infrastruktur kedua negara.

Dian Siswarini menyampaikan bahwa TelkomGroup ingin memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Ia menegaskan, inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas Indonesia Timur sekaligus membuka kolaborasi di tingkat regional.

Menurut Dian, kabel laut Pukpuk-1 juga menjadi bukti kemampuan TelkomGroup melalui Telin dalam menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menambahkan, perusahaan ingin menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia untuk masa depan yang semakin terhubung.

Jalur dan kapasitas jaringan

Sistem komunikasi kabel laut atau SKKL Pukpuk-1 memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalur tersebut dirancang untuk menghubungkan Jayapura, wilayah perbatasan Indonesia, Vanimo, hingga Madang di Papua Nugini.

Rinciannya, jalur Jayapura ke perbatasan Indonesia mencapai sekitar 30 kilometer. Dari perbatasan menuju Vanimo terdapat lintasan sepanjang 50 kilometer, sementara rute menuju Madang membentang hingga 770 kilometer.

Susunan jaringan ini menunjukkan skala proyek yang dirancang untuk mendukung pertukaran data lintas negara. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat stabilitas layanan komunikasi di kawasan timur Indonesia dan Papua Nugini.

Dengan jaringan yang terhubung langsung, Pukpuk-1 berpotensi menjadi jalur strategis bagi pertumbuhan layanan digital. Konektivitas yang lebih baik juga dapat menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di wilayah perbatasan.

Proyek sejak tahun lalu

Proyek Pukpuk-1 mulai dikerjakan sejak 2016 dan rampung pada 2022. Setelah melalui tahap pengembangan dan pengujian, jaringan tersebut akhirnya mulai beroperasi pada April 2026.

Rentang pengerjaan yang panjang menunjukkan proyek ini memerlukan koordinasi teknis dan diplomatik yang matang. Sebagai kabel laut lintas batas pertama di Asia-Pasifik, pembangunannya menjadi pekerjaan yang memiliki nilai strategis tinggi.

Pemerintah dan Telkom menilai proyek ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses digital di kawasan timur Indonesia. Infrastruktur semacam ini dinilai menjadi fondasi agar wilayah perbatasan tidak tertinggal dalam arus transformasi digital.

Keberadaan Pukpuk-1 juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas regional. Dari Jayapura, jalur ini membuka pintu yang lebih lebar menuju integrasi digital di kawasan Asia-Pasifik.

Dampak bagi kawasan timur

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menilai proyek kabel laut Pukpuk memiliki arti penting bagi pemerataan akses digital. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mendorong kualitas layanan telekomunikasi di Papua dan sekitarnya.

Bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, konektivitas yang lebih kuat dapat mendukung aktivitas harian secara lebih efisien. Akses internet yang lebih stabil juga membuka kesempatan bagi pertumbuhan ekonomi digital di daerah.

TelkomGroup menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Fokus tersebut mencakup penguatan jaringan domestik sekaligus perluasan kerja sama lintas negara.

Dengan beroperasinya Pukpuk-1, Indonesia dan Papua Nugini kini memiliki penghubung digital langsung yang bernilai strategis. Proyek ini dipandang sebagai langkah awal menuju ekosistem konektivitas yang lebih inklusif dan terhubung secara global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!