Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 19:39 WIB 2
Jungkook BTS Ungkap Diet OMAD, Ini Penjelasannya

Jungkook BTS mengungkapkan bahwa dirinya menjalani diet dengan pola makan satu kali sehari atau OMAD, dalam wawancara dengan Rolling Stone UK. Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik, karena pola makan tersebut kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan dan disiplin tinggi dalam menjaga kebugaran.

Dalam pengakuannya, Jungkook juga menyebut rutin berolahraga setiap pagi dan sore. Di tengah popularitasnya sebagai anggota termuda BTS, pola diet yang ia jalani memunculkan rasa ingin tahu banyak orang tentang apa itu OMAD dan bagaimana cara kerjanya.

Diet OMAD dan Jungkook BTS

OMAD merupakan singkatan dari One Meal A Day, yaitu pola makan yang membatasi asupan kalori hanya dalam satu kali makan setiap hari. Metode ini masuk dalam kategori puasa intermiten, karena seseorang berpuasa hampir sepanjang hari dan hanya makan pada jendela waktu tertentu.

Jungkook BTS menyebut dirinya sedang diet dan hanya makan satu kali sehari. Ia mengatakan sangat menantikan waktu makan tersebut, karena seluruh asupan hariannya dikonsentrasikan dalam satu sesi makan.

Pola ini membuat tubuh menerima kalori dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan pola makan biasa. Karena itu, OMAD sering dipilih oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan cara yang terstruktur.

Cara Kerja Diet OMAD

Diet OMAD dijalankan dengan mengonsumsi satu kali makan utama, lalu berpuasa selama sisa hari. Sebagian orang memilih makan malam sebagai satu-satunya waktu makan, sementara yang lain memilih sarapan atau makan siang.

Pada praktik tertentu, ada juga yang masih memperbolehkan satu atau dua camilan ringan. Namun, penganut OMAD umumnya menghindari segala asupan berkalori di luar waktu makan yang telah ditentukan.

Jendela makan pada pola ini biasanya berlangsung sekitar satu jam. Dalam periode tersebut, makanan yang dikonsumsi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian.

Potensi Manfaat OMAD

Salah satu alasan OMAD populer adalah kemampuannya menciptakan defisit kalori. Saat asupan kalori lebih rendah dari kebutuhan tubuh, berat badan berpeluang turun.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan dapat membantu mengurangi lemak tubuh. Pada orang dewasa sehat, membatasi asupan kalori dalam waktu singkat disebut dapat memberikan hasil penurunan lemak yang lebih besar dibandingkan makan tiga kali sehari.

Puasa intermiten, termasuk OMAD, juga kerap dikaitkan dengan pengaturan pola makan yang lebih disiplin. Meski demikian, hasilnya tetap berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh, aktivitas fisik, dan komposisi makanan yang dikonsumsi.

Risiko Diet OMAD

Meski terlihat efektif, diet OMAD tidak selalu cocok untuk semua orang. Pola makan ini berisiko menyebabkan rasa lemas, lapar berlebihan, hingga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian.

Jika tidak dirancang dengan baik, satu kali makan mungkin tidak cukup untuk mencakup protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kondisi tersebut bisa memengaruhi stamina, konsentrasi, dan kesehatan secara keseluruhan.

Karena itu, siapa pun yang ingin mencoba OMAD sebaiknya mempertimbangkan kondisi tubuh terlebih dahulu. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan agar pola makan tetap aman, seimbang, dan sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!