Jubah Ronce Melati Syifa Hadju Ciptakan Inspirasi Busana

Lifestyle Anindya Kirana Putri 13 Mei 2026 17:41 WIB 10
Jubah Ronce Melati Syifa Hadju Ciptakan Inspirasi Busana

Jubah unik dari ronce melati yang membungkus tubuh Syifa Hadju saat prosesi siraman menjadi sorotan publik karena keunikan desainnya.

Didiet Maulana, desainer yang membuatnya, membagikan detail lewat unggahan di Instagram hingga perbincangan luas.

Prosesi sakral tersebut menambah daya tarik karena busana itu melambangkan makna budaya serta romantisme pasangan.

Kreasi Inspirasional Bridgerton

Didiet menyatakan bahwa duplikasi ronce melati itu sangat diperbolehkan, sambil menegaskan kebebasan berkreasi.

Ide baru itu, katanya, bebas untuk dikreasikan ulang dengan versi tersendiri.

Jubah tersebut berhias detail kristal Swarovski dan terusan strapless biru muda, semuanya dikerjakan khusus oleh Svarna by IKAT Indonesia.

Didiet juga memperkenalkan kebaya klasik dengan bahu terbuka dan lengan bergaya lonceng.

Kebaya itu dipadu dengan kain batik tulis Wahyu Tumurun yang mengandung arti doa, wahyu, dan rahmat untuk pemakainya.

Kreasi tersebut menegaskan makna simbolik yang mendalam bagi pemakai dan penggemar busana.

Dalam unggahan berikutnya, Didiet menyebut karya itu sebagai perpaduan Bridgerton dengan sentuhan tradisi Indonesia.

Bridgerton menjadi latar The Regency Era sekitar 1811 yang diinterpretasikan lewat unsur budaya lokal.

Kombinasi itu menghadirkan nuansa mewah sambil tetap relevan secara budaya.

Ia menekankan bahwa tema tersebut dirancang untuk merayakan kisah cinta pasangan.

Keseimbangan antara kemewahan era Bridgerton dan makna budaya Indonesia sengaja dipertahankan.

Desain ini turut menegaskan tujuan busana sebagai narasi visual yang kuat.

Detail warna dan potongan sengaja dipilih agar tetap nyaman saat prosesi berlangsung.

Gaya Bridgerton berbaur dengan unsur tradisional menciptakan nuansa elegan namun akrab.

Karya Didiet menjadi contoh kolaborasi kreatif antara desainer dan elemen budaya.

Pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi berlangsung secara sakral di Raffles Hotel Jakarta pada 26 April 2026.

Siraman berbusana itu menjadi sorotan karena jubah unik berkelindan ronce melati.

Kehadiran tamu undangan turut menambah keistimewaan peristiwa tersebut.

Di antara tamu yang hadir, Presiden Prabowo juga turut menyaksikan momen penting itu.

Kehadiran figur publik meningkatkan eksposur kabar pernikahan tersebut.

Gaya busana para tamu diulas sebagai bagian dari momen bersejarah.

Karya itu menonjol sebagai contoh kolaborasi antara seni busana, tradisi, dan cerita cinta.

Desainer berharap inspirasi serupa dapat ditiru dengan tetap menghormati esensi asli.

Kisah ini menegaskan bahwa budaya Indonesia dapat bersanding dengan estetika global secara harmonis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!