Jogja Financial Festival Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 13 Mei 2026 20:49 WIB 8
Jogja Financial Festival Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda

Jogja Financial Festival akan berlangsung di Jogja Expo Center pada 22–23 Mei 2026, berlokasi di Jalan Raya Janti, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Acara ini memfasilitasi pertemuan antara pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, dan masyarakat luas untuk berdiskusi mengenai literasi keuangan. Festival ini menjadi momentum untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi kalangan muda.

Festival yang digagas oleh Transmedia bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) ini telah sukses digelar di Surabaya dan Medan dengan menghadirkan lebih dari sepuluh ribu pengunjung. Jogja Financial Festival menghadirkan Business Talk, Educational Class, dan beragam sesi interaktif yang menekankan praktik keuangan. Acara ini juga mempromosikan partisipasi publik secara luas melalui fasilitas pendaftaran gratis online.

Agenda dan Pembicara

Pelaksanaan Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center diperkirakan berlangsung dua hari, mulai 22–23 Mei 2026. Acara ini mengundang tokoh pemerintah, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, dan pelaku usaha untuk berdialog secara terbuka. Tujuan utama festival adalah meningkatkan literasi serta inklusi keuangan bagi masyarakat, terutama kalangan muda.

Pembicara utama antara lain Mukhamad Misbakhun, Anggito Abimanyu, dan Friderica Widyasari Dewi, yang mewakili DPR, LPS, dan OJK. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga direncanakan hadir di sesi utama. Chairul Tanjung, pendiri CT Corp, diproyeksikan berbagi pengalaman membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan besar.

Rombongan akademisi juga akan hadir, termasuk Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia. Kegiatan ini menampilkan format diskusi, kelas edukasi, dan sesi inspiratif yang interaktif bagi peserta. Kehadiran para tokoh nasional dan lokal dipandang sebagai langkah konkret meningkatkan literasi keuangan di tanah air.

Kelas Edukatif

Rangkaian kelas edukasi menawarkan topik keuangan praktis untuk pengunjung, mulai dari literasi hingga manajemen keuangan pribadi. Edu Class LIKE IT akan membahas Financial Survival for Young Generation dengan narasumber dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Kelas ini bertujuan memberi panduan konkret bagaimana kaum muda mengelola uang secara mandiri.

Edu Class Bank Mega × Michael Yeoh akan membahas strategi penyimpanan Rp 10–100 juta dan pilihan instrumen investasi awal. Kelas ini berlangsung pada 22 Mei pukul 17.00–18.00 WIB, dan menghadirkan pembicara praktisi serta ahli finansial. Peserta diajak memahami prioritas tabungan dan penempatan dana secara aman.

Pada hari kedua, sesi Entrepreneur Talk with Chairul Tanjung & Hery Gunardi, serta Edu Class dengan Bank BNI, Bank Mandiri, dan kelas asuransi OJK, AAJI, IFG, akan memperkaya wawasan peserta. Sesi ini menekankan peluang usaha, pembelajaran digital, serta perlindungan finansial melalui asuransi. Kelas edukatif di festival ini dirancang untuk menambah kemampuan keuangan pribadi dan wirausaha muda.

Dukungan Pemerintah

Pemerintah daerah memberi dukungan melalui kehadiran pejabat teras dan koordinasi program. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dijadwalkan hadir di sesi utama festival. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap literasi keuangan dan ekonomi kreatif.

Pihak pusat juga terlibat melalui Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS dalam berbagai sesi diskusi. Partisipasi tokoh publik meningkatkan kredibilitas program edukasi keuangan untuk publik luas. Kolaborasi ini dipandang sebagai upaya memperkuat ekosistem literasi keuangan nasional.

Festival ini juga diiringi acara tambahan seperti Jogja Run D City, Stand Up Comedy, dan pertunjukan musik yang menarik berbagai kalangan. Kegiatan interaktif diharapkan memudahkan akses publik terhadap informasi keuangan yang relevan. Pengunjung didorong memanfaatkan akses gratis untuk mengikuti kelas dan sesi diskusi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!