Jennifer Coppen Ungkap Alasan Mantap Nikahi Justin Hubner

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 19:50 WIB 5
Jennifer Coppen Ungkap Alasan Mantap Nikahi Justin Hubner

Jennifer Coppen buka suara soal alasan di balik keputusannya untuk kembali membangun rumah tangga bersama pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner. Aktris itu menegaskan bahwa kemantapan tersebut tidak hanya lahir dari rasa cinta, tetapi juga dari cara Justin hadir sebagai figur ayah bagi putrinya, Kamari Sky Wassink.

Menurut Jennifer, kedekatan Justin dengan Kamari menjadi faktor utama yang membuatnya yakin melangkah ke jenjang pernikahan. Ia menilai perlakuan sang atlet terhadap buah hatinya mengingatkannya pada sosok mendiang suaminya, Dali Wassink, yang meninggal dunia pada Juli 2024.

Jennifer Coppen dan Kamari

Jennifer Coppen menyebut Justin Hubner memiliki figur kebapakan yang kuat dalam kehidupan Kamari. Ia merasa kehadiran pemain berusia 22 tahun itu mampu mengisi ruang yang selama ini dibutuhkan putrinya. Bagi Jennifer, perhatian tersebut datang secara tulus tanpa syarat. Hal itu membuat dirinya semakin mantap melihat arah hubungan mereka.

Dalam keterangannya, Jennifer menilai cara Justin memperlakukan Kamari sangat mirip dengan sosok Dali Wassink. Ia bahkan sempat merasa terkejut karena kedekatan itu muncul begitu alami sejak awal pertemuan. Menurutnya, sikap Justin terhadap anaknya menjadi cerminan karakter yang ia cari. Karena itu, ia merasa keputusan menuju pernikahan semakin kuat.

Jennifer menegaskan bahwa dirinya menempatkan kebahagiaan Kamari sebagai prioritas utama. Ia tidak ingin menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak bisa menerima peran anak dalam kehidupannya. Bagi dia, pasangan bukan hanya soal hubungan dua orang dewasa. Kehadiran figur yang baik bagi Kamari menjadi syarat penting dalam memilih pendamping hidup.

Aktris film Generasi 90an: Melankolia itu juga menyoroti kedewasaan Justin Hubner. Meski usianya masih muda, Justin dinilai memiliki aura keluarga yang menenangkan. Jennifer mengaku bisa melihat sikap welcome dari sang calon suami sejak awal. Hal tersebut membuatnya semakin yakin bahwa Justin adalah sosok yang tepat untuk keluarganya.

Justin Hubner Jadi Figur Ayah

Jennifer Coppen mengatakan hubungan Justin dan Kamari sudah terjalin sangat erat. Putrinya kerap lebih memilih menghabiskan waktu bersama calon ayahnya. Ikatan itu membuat Jennifer melihat ada kenyamanan yang tumbuh secara alami. Ia menilai kedekatan tersebut tidak bisa dipaksakan dalam waktu singkat.

Menurut Jennifer, Justin tidak hanya bermain bersama Kamari, tetapi juga hadir dengan perhatian yang konsisten. Ia merasa sang pesepak bola memahami kebutuhan emosional seorang anak kecil. Sikap itu menjadi nilai tambah yang besar baginya. Dari sana, Jennifer melihat ada komitmen yang nyata dalam hubungan mereka.

Jennifer mengakui dirinya sempat merasa cemburu karena Kamari kini lebih sering menempel pada Justin. Namun, perasaan itu segera berubah menjadi rasa syukur. Ia justru senang melihat putrinya memiliki ikatan batin yang kuat dengan sosok yang ia percayai. Bagi Jennifer, kenyamanan Kamari jauh lebih penting daripada ego pribadi.

Ia juga menyebut Justin sebagai sosok family man yang sangat terbuka sejak awal. Jennifer menilai karakter itu muncul secara natural, bukan dibuat-buat untuk menyenangkan orang lain. Karena itu, ia merasa lebih tenang melihat masa depan hubungan mereka. Dukungan emosional kepada Kamari menjadi alasan yang membuatnya semakin mantap.

Alasan Mantap ke Pelaminan

Jennifer Coppen menegaskan bahwa keputusan untuk menikah tidak didasarkan pada penilaian singkat. Ia mempertimbangkan banyak hal, terutama kesiapan pasangan dalam membangun keluarga baru. Dalam pandangannya, cinta saja tidak cukup untuk membentuk rumah tangga yang sehat. Diperlukan pula penerimaan penuh terhadap kondisi masing-masing.

Baginya, Justin Hubner telah menunjukkan bahwa ia memahami tanggung jawab besar dalam sebuah keluarga. Jennifer melihat sikap itu sebagai bentuk kedewasaan yang jarang ditunjukkan orang seusianya. Ia merasa nyaman karena Justin tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Fokus itu membuat langkah menuju pernikahan terasa lebih realistis.

Jennifer juga menilai hubungan yang baik harus memberi ruang aman bagi anak. Karena itu, ia tidak ingin Kamari merasa asing dalam keluarga barunya nanti. Ia percaya bahwa kehadiran Justin justru memperkuat struktur emosional di rumah. Keyakinan tersebut membuatnya berani mengambil keputusan besar.

Dengan pertimbangan itu, Jennifer menutup keraguan yang sempat ada dalam dirinya. Ia melihat calon suaminya bukan hanya sebagai pasangan, tetapi juga sebagai pendamping dalam mendidik Kamari. Pandangan tersebut menjadi dasar utama yang membuatnya mantap melangkah. Bagi Jennifer, kebahagiaan anak dan keharmonisan keluarga tetap menjadi tujuan utama.

Harapan untuk Keluarga Baru

Jennifer Coppen berharap hubungan yang sedang dijalani dapat memberi kenyamanan bagi semua pihak. Ia ingin Kamari tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan stabil. Kehadiran Justin diharapkan menjadi sosok yang mampu memberi teladan positif. Dari situ, Jennifer melihat fondasi keluarga baru bisa terbentuk dengan baik.

Ia memahami bahwa sorotan publik terhadap kehidupannya akan selalu besar. Namun, Jennifer memilih untuk fokus pada hal yang benar-benar penting, yaitu kebahagiaan anaknya. Ia tidak ingin keputusan hidupnya hanya dinilai dari luar. Baginya, yang utama adalah apa yang dirasakan Kamari di rumah.

Dalam proses menuju pernikahan, Jennifer mengaku lebih banyak melihat tindakan daripada kata-kata. Ia percaya karakter seseorang akan terlihat dari cara memperlakukan anak dan keluarga. Karena itu, ia semakin yakin pada sosok Justin Hubner. Sikap hangat yang ditunjukkan membuatnya merasa dihargai sebagai ibu.

Jennifer kini menatap masa depan dengan lebih tenang. Ia percaya kebahagiaan keluarga tidak hanya dibangun dari hubungan suami istri, tetapi juga dari kedekatan dengan anak. Oleh sebab itu, ia menempatkan Kamari sebagai pusat pertimbangan. Bagi Jennifer, cinta yang bertumbuh bersama rasa tanggung jawab akan menjadi pondasi terkuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!