Jennifer Coppen akhirnya buka suara soal alasan di balik keputusannya kembali membangun rumah tangga bersama pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner. Keputusan itu, menurutnya, tidak semata didasari cinta, melainkan juga oleh kedekatan Jussa dengan putrinya, Kamari Sky Wassink.
Aktris berusia muda itu menilai Justin memiliki peran penting sebagai figur ayah bagi Kamari setelah kepergian mendiang suaminya, Dali Wassink, pada Juli 2024. Kedekatan yang tumbuh alami antara Justin dan Kamari membuat Jennifer merasa yakin untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Figur Ayah Untuk Kamari
Jennifer Coppen menilai perlakuan Justin Hubner terhadap Kamari sangat mirip dengan sosok ayah yang hangat. Ia bahkan menyebut sikap Justin mengingatkannya pada almarhum Dali Wassink. Menurutnya, perhatian itu muncul secara tulus tanpa memandang hubungan darah.
Dalam keterangannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jennifer menegaskan bahwa Justin mampu menyayangi Kamari seperti anak sendiri. Baginya, hal tersebut menjadi bukti bahwa sang pesepak bola memiliki karakter yang ia cari selama ini. Ia merasa hadirnya figur seperti itu sangat berarti bagi tumbuh kembang putrinya.
Jennifer juga mengakui bahwa kedekatan Justin dengan Kamari menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan besar. Ia tidak ingin menjalani hubungan dengan seseorang yang tidak bisa menerima anaknya. Karena itu, penerimaan Justin terhadap Kamari menjadi nilai paling penting baginya.
Alasan Mantap Menikah
Selain kedekatan dengan Kamari, Jennifer Coppen turut menilai Justin Hubner sebagai sosok yang dewasa. Meski usianya masih 22 tahun, Justin dianggap memiliki cara berpikir yang matang dalam membangun hubungan. Sifat itu membuat Jennifer merasa nyaman dan percaya.
Ia menyebut Justin sebagai family man yang sejak awal pertemuan sudah menunjukkan sikap terbuka. Jennifer mengaku sempat terkejut karena aura kebapakan itu terlihat begitu alami. Menurutnya, tidak semua pria muda memiliki karakter yang sama.
Kemantapan Jennifer untuk menikah juga lahir dari keyakinan bahwa rumah tangga harus dibangun dengan penerimaan utuh. Baginya, cinta saja tidak cukup jika anak tidak mendapat tempat di hati pasangan. Karena itu, sikap Justin menjadi penentu yang membuatnya mantap melangkah.
Kedekatan Yang Tumbuh
Seiring waktu, hubungan Justin Hubner dan Kamari disebut semakin erat. Sang putri bahkan kerap lebih memilih menghabiskan waktu bersama calon ayahnya. Kondisi itu membuat Jennifer melihat adanya ikatan batin yang kuat di antara keduanya.
Jennifer tidak menampik bahwa dirinya sesekali merasa cemburu karena Kamari kini lebih lengket dengan Justin. Namun, rasa itu tidak mengalahkan kebahagiaan yang ia rasakan. Ia justru senang melihat putrinya nyaman dengan sosok yang hadir di hidup mereka.
Menurut Jennifer, Kamari memang membutuhkan figur ayah yang bisa memberi rasa aman dan kasih sayang. Kehadiran Justin dinilai mampu mengisi ruang yang sebelumnya kosong setelah kepergian Dali Wassink. Karena itu, ia memandang hubungan tersebut sebagai sesuatu yang positif bagi keluarganya.
Harapan Untuk Keluarga
Jennifer Coppen berharap hubungan yang ia bangun bersama Justin Hubner dapat berjalan dengan baik ke depannya. Ia ingin keluarga kecil itu tumbuh dalam suasana hangat dan saling menerima. Bagi Jennifer, kebahagiaan Kamari tetap menjadi prioritas utama.
Ia menilai pernikahan bukan hanya soal dua orang dewasa yang saling mencintai. Lebih dari itu, pernikahan juga menyangkut kesiapan untuk membangun lingkungan yang sehat bagi anak. Pandangan itulah yang tampak mewarnai keputusannya saat ini.
Dengan keterbukaan yang ia sampaikan, Jennifer menunjukkan bahwa keputusan menikah diambil melalui pertimbangan matang. Kedekatan Justin dengan Kamari menjadi bukti bahwa hubungan tersebut tidak berdiri di atas perasaan semata. Melainkan juga pada tanggung jawab, penerimaan, dan komitmen membangun keluarga baru.
