Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI menggelar lelang barang rampasan perkara korupsi dalam ajang BPA Fair 2026 di Gedung BPA Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Sejumlah barang mewah milik Harvey Moeis dan Sandra Dewi ikut ditawarkan kepada publik, menarik perhatian pengunjung, termasuk selebgram dan pengusaha fesyen Jeffry Jouw atau Jejouw.
Jejouw mengaku datang untuk melihat langsung barang-barang rampasan yang dilelang, sekaligus mencoba mengikuti proses bidding. Ia menilai koleksi kendaraan yang ditawarkan dalam kondisi terawat, namun akhirnya gagal mendapatkan unit incarannya karena harga bergerak naik tajam.
Lelang Barang Rampasan
Jejouw mengatakan dirinya tertarik datang karena ingin melihat langsung barang-barang hasil rampasan dari perkara korupsi. Ia menyebut koleksi yang dipamerkan tampak menarik, terutama mobil dan motor mewah yang dipajang dalam kondisi terawat.
Menurut Jejouw, pengalaman hadir ke lokasi lelang sepadan dengan jarak yang ditempuh. Ia menilai barang-barang yang dilelang memang punya daya tarik tinggi bagi para peserta yang menyukai koleksi vintage dan kendaraan premium.
Ia juga mengaku sempat melihat barang-barang milik Harvey Moeis dan Sandra Dewi. Namun, saat tiba di lokasi, sebagian barang itu disebut sudah habis terjual lebih dulu oleh peserta lain.
Jejouw kemudian menanggapi suasana lelang yang ramai dengan nada santai. Ia menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama untuk barang-barang yang dinilai memiliki nilai jual dan citra mewah.
Harley Davidson Jadi Incaran
Dalam sesi lelang, Jejouw sempat ikut bidding untuk motor Harley Davidson. Ia mengaku sudah menyiapkan patokan harga di kisaran Rp700 juta, tetapi angka tersebut terus menanjak hingga mendekati Rp900 juta.
Harga yang melambung membuatnya harus mengalah dari peserta lain. Menurutnya, proses lelang berlangsung cepat dan kompetitif, sehingga peserta perlu bergerak sigap saat harga mulai naik.
Jejouw menjelaskan, sebelum lelang dimulai, peserta hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi melalui bank yang ditunjuk. Setelah itu, peserta dapat mengikuti tahapan penawaran sesuai aturan yang berlaku.
Ia menilai mekanisme tersebut cukup mudah dipahami oleh masyarakat umum. Meski begitu, strategi harga tetap menjadi kunci karena minat peserta bisa mendorong nilai barang melesat jauh dari perkiraan awal.
Minat Peserta Sangat Tinggi
Jejouw menilai tingginya harga akhir menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap barang rampasan yang dilelang. Ia menyebut situasi itu membuat peluang mendapatkan barang murah menjadi semakin kecil.
Menurut dia, banyak peserta datang dengan harapan memperoleh barang di bawah harga pasar. Namun, kondisi di lapangan justru memperlihatkan persaingan yang ketat, terutama untuk barang bermerek dan koleksi langka.
Ia juga mengaku sempat melirik mobil McLaren yang ikut ditawarkan. Akan tetapi, mobil tersebut juga menjadi incaran banyak peserta sehingga harganya naik cepat dan sulit dijangkau.
Jejouw menegaskan bahwa dirinya tetap melihat lelang semacam ini sebagai ajang yang menarik. Selain bisa berburu barang, peserta juga dapat memahami bagaimana minat pasar bekerja dalam ruang lelang terbuka.
Pelajaran Dari Kasus Korupsi
Di balik ketertarikannya pada barang mewah, Jejouw menyoroti sisi edukatif dari lelang barang rampasan korupsi. Ia berharap kasus seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak menempuh cara-cara yang merugikan negara.
Ia menilai barang-barang tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa hasil kejahatan tidak akan berakhir baik. Karena itu, ia mengajak publik untuk tetap bekerja dan berbisnis dengan cara yang bersih serta halal.
Jejouw juga mengaku tertarik pada barang-barang lama yang memiliki karakter unik. Namun, ia menegaskan bahwa minat itu tetap akan lebih menarik jika harga yang ditawarkan masih masuk akal.
Meski pulang tanpa membawa Harley Davidson maupun McLaren, ia menyebut pengalaman tersebut tetap menyenangkan. Baginya, melihat langsung barang rampasan dari kasus besar memberi gambaran nyata tentang proses pemulihan aset negara.
