Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 17:17 WIB 2
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan, termasuk untuk produk kuliner lokal yang memiliki ciri khas kuat. Salah satu contohnya datang dari Fristo Linanggeng yang bersama istrinya membuka jastip jajanan Puncak, Bogor, dan kini semakin banyak diminati pembeli.

Usaha ini berawal dari iseng setelah ada komentar di media sosial saat Fristo berada di Puncak, lalu berkembang menjadi layanan titip makanan khas daerah tersebut. Selama enam bulan berjalan, jastip itu terus mendapat respons positif karena menawarkan jajanan yang dianggap otentik dan sulit ditemukan di luar kawasan Puncak.

Jastip Jajanan Puncak Menarik Minat

Jastip jajanan Puncak menarik perhatian karena mengusung produk kuliner lokal yang sudah dikenal luas oleh warga sekitar maupun wisatawan. Banyak pembeli tertarik memesan makanan khas yang dinilai memiliki cita rasa berbeda dan khas daerah pegunungan.

Fristo menyebut awalnya hanya ada tiga orang yang meninggalkan komentar di konten media sosialnya. Ketiga orang itu meminta dirinya membelikan sate maranggi ketika sedang berada di Puncak.

Dari permintaan sederhana itu, ia mulai melihat ada peluang untuk membuka layanan titip makanan. Respons yang muncul kemudian membuat ide tersebut berkembang menjadi usaha yang lebih serius dan terarah.

Berawal Dari Komentar Media Sosial

Fristo mengaku selalu membaca setiap komentar pada konten yang ia unggah, baik untuk kebutuhan kerja maupun aktivitas pribadi. Dari kebiasaan itu, ia menemukan komentar yang meminta jastip sate maranggi saat dirinya berada di Puncak.

Permintaan tersebut langsung ia iyakan karena jumlah pemesan saat itu masih sangat sedikit. Namun, keputusan sederhana itu justru menjadi awal dari bisnis jastip jajanan Puncak yang kini berjalan lebih stabil.

Setelah pengalaman pertama itu, Fristo membuat konten lanjutan di TikTok dan Instagram untuk menawarkan jasa titip yang sama. Ia tidak menyangka video tersebut mendapat banyak penonton dan memicu minat dari calon pelanggan baru.

Usaha Dikelola Secara Serius

Melihat antusiasme yang terus meningkat, Fristo akhirnya memutuskan untuk menekuni jastip jajanan Puncak secara serius. Ia mengatakan usaha tersebut sudah berjalan sekitar enam bulan sejak dimulai pada Agustus.

Menurutnya, peluang dari jastip tidak hanya terbuka untuk barang luar negeri, tetapi juga produk lokal dengan nilai khas daerah. Kondisi itu membuat jastip makanan dari Puncak tetap relevan dan memiliki pasar tersendiri.

Pilihan untuk menekuni usaha ini juga didorong oleh tingginya minat pelanggan yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Dengan begitu, jastip tidak lagi dianggap sekadar kegiatan sampingan, melainkan sumber cuan yang bisa dikembangkan lebih jauh.

Perjalanan Panjang Demi Pesanan

Fristo saat ini tinggal sementara di Puncak karena harus menemani orang tuanya yang menetap di sana, meski domisilinya berada di Depok. Di sisi lain, ia tetap mempertahankan pekerjaan utamanya di Jakarta sehingga harus menjalani mobilitas yang cukup padat.

Untuk memenuhi pesanan jastip, ia menempuh perjalanan pulang pergi dari Puncak ke Jakarta. Rute tersebut dilalui dengan motor lalu dilanjutkan kereta, sehingga perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam.

Meski melelahkan, Fristo tetap menjalankan dua aktivitas itu secara bersamaan karena melihat potensi yang menjanjikan dari jastip jajanan Puncak. Selama ada permintaan dan pasar yang terbentuk, usaha kecil berbasis media sosial ini masih berpeluang terus berkembang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!