Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang bertahan dan terus berkembang hingga kini. Layanan ini tidak lagi terbatas pada barang luar negeri, melainkan juga merambah produk lokal, termasuk jajanan khas Puncak, Bogor.
Salah satu pelaku yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Fristo Linanggeng bersama istrinya. Berawal dari komentar warganet di media sosial, pasangan ini kemudian membuka jastip jajanan Puncak yang kini diminati banyak pelanggan.
Jastip Jajanan Puncak
Fristo mengaku bisnis jastip itu bermula dari iseng saat ia sedang berada di Puncak, Bogor. Saat mengunggah konten di media sosial, ia membaca satu per satu komentar yang masuk.
Di antara komentar itu, ada tiga orang yang meminta titipan sate maranggi. Ia pun mengiyakan permintaan tersebut tanpa menyangka responsnya akan berkembang lebih jauh.
Dari pengalaman sederhana itu, Fristo mulai melihat potensi usaha yang bisa dijalankan secara konsisten. Ia kemudian menjadikan jastip jajanan Puncak sebagai layanan yang lebih serius.
Respons Media Sosial
Setelah pengalaman pertama itu, Fristo kembali membuat konten tentang jastip melalui TikTok dan Instagram. Ia tidak menduga unggahan tersebut mendapat perhatian besar dari pengguna media sosial.
Video yang diunggahnya ternyata ditonton banyak orang dan memunculkan minat baru dari calon pelanggan. Permintaan untuk ikut jastip jajanan Puncak pun semakin ramai berdatangan.
Menurut Fristo, lonjakan minat itu menjadi sinyal bahwa layanan tersebut layak dijalankan secara berkelanjutan. Sejak saat itu, ia dan istrinya mulai menata jastip sebagai kegiatan yang lebih terarah.
Menjalankan Dari Puncak
Fristo menjelaskan bahwa dirinya tidak menetap di Puncak secara permanen. Ia tinggal di Depok, sementara orang tuanya berada di kawasan Puncak, Bogor.
Karena harus menemani orang tua, ia untuk sementara tinggal di Puncak dan tetap menjalankan pekerjaan utamanya di Jakarta. Kondisi itu membuatnya harus membagi waktu antara bekerja dan mengurus pesanan jastip.
Mobilitas tersebut menjadi bagian dari rutinitas harian yang harus dijalani tanpa mengganggu layanan pelanggan. Dengan pola itu, pesanan tetap bisa dikirim sesuai kebutuhan pembeli.
Perjalanan Dan Tantangan
Untuk mengantar pesanan, Fristo menempuh perjalanan dari Puncak ke Bogor dengan sepeda motor. Dari Bogor, perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta menuju Jakarta atau titik tujuan lainnya.
Ia menyebut perjalanan tersebut cukup melelahkan karena memakan waktu sekitar tiga jam di jalan. Meski begitu, ia menilai usaha itu sepadan dengan peluang yang bisa diraih.
Jastip jajanan Puncak pun kini menjadi sumber cuan yang dikelola dengan lebih serius oleh Fristo dan istrinya. Dari komentar iseng di media sosial, layanan ini tumbuh menjadi bisnis kecil yang bertahan hingga enam bulan berjalan.
