Jastip Jajanan Puncak Fristo Tetap Diminati Pembeli

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 14:07 WIB 5
Jastip Jajanan Puncak Fristo Tetap Diminati Pembeli

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan di tengah perubahan tren belanja. Fristo Linanggeng bersama istrinya membuktikan hal itu lewat jastip jajanan Puncak, Bogor, yang kini diminati banyak pelanggan.

Usaha yang berawal dari komentar iseng di media sosial itu berkembang menjadi layanan yang serius digarap sejak enam bulan lalu. Tidak hanya barang luar negeri, jastip lokal seperti makanan khas Puncak juga terbukti punya pasar yang kuat.

Peluang Jastip Jajanan Puncak

Jastip tidak lagi identik dengan barang dari luar negeri atau produk bermerek. Kini, makanan khas daerah pun bisa menjadi komoditas yang dicari pembeli.

Fristo melihat peluang itu dari jastip jajanan Puncak, Bogor, yang menawarkan cita rasa otentik. Produk seperti Sate Maranggi menjadi salah satu pesanan yang paling awal masuk.

Minat konsumen muncul karena makanan khas daerah memiliki daya tarik tersendiri. Selain praktis, pembeli juga merasa mendapat pengalaman kuliner tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Cara Fristo Menarik Pembeli

Awal mula usaha ini datang dari interaksi sederhana di media sosial. Saat Fristo sedang berada di Puncak, tiga orang penonton kontennya meminta jastip Sate Maranggi.

Ia mengaku selalu membaca komentar satu per satu saat membuat konten, baik untuk keperluan kerja maupun pribadi. Dari kebiasaan itu, ia kemudian menerima permintaan titipan yang masuk.

Setelah melihat respons positif, Fristo kembali membuat konten jastip di TikTok dan Instagram. Video tersebut ternyata mendapat banyak penonton dan memicu semakin banyak pesanan.

Aktivitas Harian dan Perjalanan

Fristo yang tinggal di Depok kini sementara menetap di Puncak karena harus menemani orang tuanya. Meski begitu, ia tetap mempertahankan pekerjaan utamanya di Jakarta.

Rutinitas itu membuatnya harus bolak-balik antara Puncak dan Jakarta untuk bekerja sekaligus mengirim pesanan. Perjalanan ditempuh dengan motor dari Puncak ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan kereta.

Ia menyebut total perjalanan bisa memakan waktu sekitar tiga jam. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan usaha jastip yang kini terus berjalan.

Jastip Lokal yang Bertahan

Meski bukan jastip barang impor, usaha makanan lokal seperti ini tetap memiliki nilai jual tinggi. Kekuatan utamanya ada pada keunikan produk dan kedekatan emosional dengan konsumen.

Kasus Fristo menunjukkan bahwa peluang usaha bisa datang dari hal yang sederhana. Respons kecil di media sosial dapat berubah menjadi bisnis yang berkelanjutan jika dikelola dengan serius.

Dalam enam bulan terakhir, jastip jajanan Puncak miliknya terus mendapatkan pesanan dari pembeli. Fenomena ini menegaskan bahwa jastip lokal masih relevan dan mampu bertahan di tengah persaingan digital.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!