PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025. Nilai tersebut setara dengan 31 persen dari laba bersih perseroan, dengan jadwal pencatatan saham pada 4 Juni 2026 dan pembayaran dividen pada 19 Juni 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut kebijakan dividen tetap dijalankan secara terukur di tengah ekspansi bisnis dan kondisi ekonomi yang dinamis. Perseroan juga menegaskan komitmen untuk menjaga nilai pemegang saham melalui kinerja yang stabil, struktur keuangan yang sehat, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Dividen Jasa Marga
Besaran dividend per share atau DPS ditetapkan sebesar Rp156,2 per saham, sama dengan periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan.
Sisa laba bersih tahun 2025 dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat cadangan perusahaan. Kebijakan ini dinilai selaras dengan upaya menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi investor dan kebutuhan penguatan fundamental usaha.
Rivan mengatakan pembagian dividen dilakukan dengan memperhatikan kondisi keuangan perseroan serta prospek ekonomi ke depan. Menurut dia, Jasa Marga ingin memastikan kesinambungan pembagian dividen tetap berjalan tanpa mengganggu rencana ekspansi strategis.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui penetapan jajaran dewan komisaris dan direksi baru. Keputusan ini diharapkan memperkuat arah tata kelola perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis pada tahun berjalan.
Kinerja Keuangan Menguat
Sepanjang 2025, Jasa Marga mencatat core profit yang stabil di level Rp3,7 triliun. Perseroan juga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8 persen secara tahunan.
Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun. Adapun pendapatan usaha lain tercatat mencapai Rp1,6 triliun, yang ikut menopang kinerja konsolidasi perseroan.
EBITDA Jasa Marga meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan margin EBITDA berada di level 67 persen. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga efisiensi operasional di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan.
Stabilitas core profit juga didukung oleh penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen. Penurunan itu merupakan dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024.
Layanan Tol Semakin Digital
Di lini bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga mempertahankan posisinya sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia. Hingga 2025, perseroan mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer.
Total konsesi tersebut merepresentasikan 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional. Sepanjang tahun lalu, transaksi di ruas tol Jasa Marga mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata 3,58 juta kendaraan.
Untuk meningkatkan pelayanan, perseroan mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System. Sistem ini mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98 persen.
Informasi lalu lintas kemudian disampaikan melalui aplikasi Travoy yang berfungsi sebagai asisten digital perjalanan. Pada 2025, aplikasi tersebut telah diunduh 1,1 juta kali, naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Fokus Berkelanjutan Jasa Marga
Hingga akhir 2025, terdapat 59 rest area yang beroperasi di sepanjang ruas tol Jasa Marga Group. Dari jumlah tersebut, 26 rest area merupakan Travoy Rest yang dimiliki dan dikelola langsung oleh perseroan.
Jasa Marga juga menjalankan program rejuvenasi Travoy Rest melalui pembaruan fasilitas umum, standardisasi pelayanan petugas, penataan tenant, dan optimalisasi area parkir. Perseroan menambahkan ruang terbuka hijau agar pengalaman beristirahat pengguna jalan menjadi lebih nyaman.
Di sisi sumber daya manusia, perusahaan memperkuat inklusivitas lintas generasi, kesetaraan gender, dan rekrutmen berbasis kompetensi. Jasa Marga juga mendorong pengembangan karyawan melalui beasiswa, program kesejahteraan, dan Magang Generasi Bertalenta.
Perseroan menegaskan agenda keberlanjutan tetap dijalankan melalui program tanggung jawab sosial, green toll road, energi terbarukan, dan fasilitas kendaraan listrik di rest area. Rivan menutup dengan optimisme bahwa kinerja 2026 akan semakin kuat berkat penguatan fundamental, efisiensi biaya, dan peningkatan layanan kepada pengguna jalan.
