IHSG Turun 0,92% Jelang Evaluasi MSCI, Emiten Top Menguat

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 15:52 WIB 9
IHSG Turun 0,92% Jelang Evaluasi MSCI, Emiten Top Menguat

IHSG ditutup melemah pada perdagangan Senin, 11 Mei, setelah investor asing mencatat jual bersih dan kekhawatiran atas evaluasi indeks MSCI. Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,92% ke level 6.905,62, menambah tekanan pada pelaku pasar menjelang keputusan indeks. Pergerakan tersebut memicu evaluasi lebih lanjut terhadap komposisi portofolio dan prospek ekonomi domestik dalam beberapa hari ke depan.

Penurunan itu dipimpin oleh tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar, meski beberapa emiten berhasil menjaga arus belanja investor tetap ada. Saham-saham unggulan seperti MORA melesat signifikan, disusul BYAN dan ASII yang menguat cukup berarti. Rantai sentimen pasar juga terpengaruh oleh evaluasi MSCI dan dinamika ETF domestik yang turut mencerminkan mood investor.

Kondisi Pasar IHSG

IHSG & MSCI IHSG turun 0,92% ke 6.905,62 poin pada Senin, didorong kekhawatiran terkait evaluasi MSCI. Dana asing terlihat kembali menahan beli karena risiko pasar domestik masih tinggi. Analisis teknikal menunjukkan momentum turun jangka pendek masih dominan.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor melemah. Sektor transportasi memimpin penurunan dengan koreksi mencapai 2,88%. Sektor infrastruktur menjadi penopang besar dengan penguatan 1,52%.

Pelaku pasar juga mencermati potensi keluar dari indeks karena tingginya konsentrasi kepemilikan saham. Penurunan ETF EIDO sekitar 1,75% dan MSCI Indonesia sebesar 2,11% dinilai bisa memicu tekanan lebih lanjut di pasar domestik. Analisis ini menambah likuiditas dan volatilitas jangka pendek pada IHSG.

Aksi Emiten Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengumumkan akuisisi 5% hak partisipasi Wilayah Kerja Kasuri Block di Papua Barat dari Genting Oil Kasuri Pte Ltd. Nilai transaksi US$9,64 juta, sekitar Rp165 miliar, dianggap tidak material menurut aturan OJK. Akuisisi ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Negeri (REN).

Diversifikasi KKGI Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mulai memperluas lini usaha dengan menambah sejumlah KBLI baru terkait pergudangan, akomodasi, kawasan wisata, serta jasa informasi pariwisata. Langkah ini diperkirakan menambah pendapatan dan mendukung pertumbuhan laba perseroan dalam beberapa tahun ke depan. Diversifikasi ini juga diharapkan memperluas jangkauan KKGI ke sektor logistik dan pariwisata nasional.

Dividen BJTM Bank Jatim (BJTM) menetapkan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp56,62 per saham total Rp850,17 miliar. Dividen tersebut setara dengan 55,01% laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk. Cum dividen dijadwalkan pada 18 Mei dan pembayaran dijadwalkan 5 Juni.

Rekomendasi Hari ini, tim analis merangkum rekomendasi saham dengan fokus pada peluang teknikal dan fundamental terkini. Daftar rekomendasi meliputi ASII, KEEN, STAA, PADI, dan ARCI dengan parameter TP, SL, dan kisaran harga yang disesuaikan. Pembaca diharapkan menilai risiko sesuai profil investasi masing-masing.

ASII Buy di kisaran 5.900–6.050 dengan target 6.125–6.200 serta SL 570. KEEN Buy di kisaran 905–920 dengan TP 940–960 serta SL 855. STAA Buy di kisaran 1.215–1.225 dengan TP 1.255–1.290 serta SL 1.160.

PADI Buy di 124–127 dengan target 130–133 serta SL 118. ARCI Buy di 1.395–1.410 dengan target 1.440–1.475 serta SL 1.330. Disclaimer: Analisis dan rekomendasi bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!