IHSG ditutup melemah 0,68% pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, berada di level 6.868,89 poin. Penurunan ini berlangsung menjelang pengumuman hasil rebalancing MSCI untuk saham Indonesia di waktu Amerika Serikat. Data RTI Business menunjukkan volume perdagangan mencapai 32,87 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,11 triliun, sementara frekuensi transaksi mencapai 2.535.099 kali.
Sejumlah saham penopang IHSG turut terkoreksi. ANTM turun 3,51% ke Rp 3.570 per saham, sedangkan KAEF merosot hingga ARB sebesar 14,69% ke Rp 610. CUAN turun 8,25% ke Rp 945, dan UNSP turun 8,62% ke Rp 318.
Dampak Rebalancing MSCI
MSCI diperkirakan tidak menambah konstituen saham Indonesia dalam indeksnya pada pengumuman kali ini. Kebijakan ini menimbulkan fokus pada perubahan bobot saham RI dalam indeks MSCI. Dua saham RI dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang disebut-sebut adalah DSSA dan BREN.
Penurunan bobot tersebut berpotensi menurunkan alokasi dana asing ke saham RI di indeks MSCI. Kenaikan volatilitas bisa terjadi menjelang batas waktu rilis, meski dampaknya bisa beragam antar saham. Pengaruh pasti akan bergantung pada konstituen lain yang masuk atau keluar dari indeks.
Menurut Penjabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffery Hendrik, weighting Indonesia mungkin turun dalam waktu dekat jika tidak ada saham baru yang masuk. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Investor Relations Forum di BEI pada 11 Mei 2026. Pasar menilai dinamika ini berpotensi menekan likuiditas beberapa saham RI yang masuk daftar HSC.
Kondisi Pasar Saat Ini
Kondisi IHSG menunjukkan respons pasar terhadap rumor perubahan bobot MSCI. Volume perdagangan hari ini mencapai 32,87 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 16,11 triliun, dan frekuensi transaksi 2.535.099 kali. Sebanyak 463 saham melemah, 207 menguat, dan 151 stagnan.
Beberapa saham penopang IHSG turun lagi, misalnya ANTM dan KAEF, meski ada beberapa saham yang mencoba memulihkan diri. ANTM turun 3,51% menjadi Rp 3.570 per saham, sedangkan KAEF anjlok 14,69% ke Rp 610. CUAN dan UNSP juga melanjutkan koreksi, masing-masing turun 8,25% dan 8,62%.
Para analis menilai pergerakan tetap fluktuatif jelang rilis MSCI. Analis menilai turunnya bobot MSCI bisa memicu volatilitas jangka pendek tetapi pasar masih menunggu arahan resmi. Investor disarankan memperhatikan pernyataan BEI dan MSCI untuk memahami arah pasar dalam beberapa hari ke depan.
