IHSG Terkoreksi, Emiten Buyback Jadi Sorotan Pasar

Forex & Saham Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 12:52 WIB 6
IHSG Terkoreksi, Emiten Buyback Jadi Sorotan Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ditutup melemah 3,46 persen ke level 6.370,68 pada perdagangan Selasa, 19 Mei, di tengah tekanan mayoritas sektor dan koreksi bursa global. Meski pasar terkoreksi dalam, investor asing masih membukukan beli bersih di pasar reguler maupun seluruh pasar. Pelaku pasar kini juga menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan menjadi penentu arah berikutnya.

Di tengah pelemahan tersebut, beberapa saham tetap menunjukkan pergerakan positif, dipimpin Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), serta Bank Central Asia Tbk (BBCA). Kondisi ini menegaskan bahwa rotasi sektor masih berlangsung meski sentimen pasar secara umum berada di bawah tekanan.

IHSG dan Tekanan Global

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia bergerak negatif seiring pelemahan bursa Amerika Serikat yang kompak ditutup di zona merah. Dow Jones turun 0,65 persen, S&P 500 terkoreksi 0,67 persen, dan Nasdaq melemah 0,84 persen. Tekanan eksternal tersebut ikut membebani sentimen pelaku pasar di dalam negeri.

Dari sisi sektoral, hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan dengan penguatan 0,55 persen. Sementara itu, sektor basic industry menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 7,30 persen. Pelemahan yang merata di berbagai sektor membuat indeks sulit mempertahankan posisi di area positif.

Selain sentimen global, pasar juga mencermati pergerakan rupiah yang berada di kisaran Rp17.705 per dolar AS. Konsensus memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate menjadi 5,00 persen dari sebelumnya 4,75 persen. Ekspektasi tersebut menambah kehati-hatian investor dalam mengambil posisi jangka pendek.

Aksi Buyback Emiten

Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal US$6 juta. Dana aksi korporasi tersebut akan berasal dari kas internal perseroan. DOID menargetkan pembelian hingga 320,77 juta saham atau setara 4,36 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Pelaksanaan buyback DOID akan dilakukan bertahap selama maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 24 Juni 2026. Perseroan menetapkan batas akhir pelaksanaan pada Juni 2027. Setelah aksi ini, jumlah saham beredar diperkirakan turun menjadi 7,03 miliar lembar dari sebelumnya 7,35 miliar lembar.

Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) juga menyiapkan buyback saham dengan nilai maksimal Rp100 miliar. Perseroan menargetkan pembelian kembali sekitar 333,33 juta saham melalui BCA Sekuritas mulai 19 Mei 2026 hingga 18 Mei 2027. Manajemen menilai langkah tersebut dapat mendukung stabilitas harga saham dan memperkuat struktur modal.

Kinerja ABMM dan Prospek

ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih kuartal I-2026 sebesar US$14,88 juta, turun 30,39 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan juga terkoreksi menjadi US$222,65 juta dari US$250,02 juta. Manajemen menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak dan harga minyak global menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja operasional.

Harga minyak pada kuartal I-2026 tercatat mencapai US$101,38 per barel, jauh di atas posisi akhir 2025 sebesar US$57,42 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan biaya operasional dan memengaruhi margin perusahaan. Meski demikian, ABMM tetap melanjutkan pengembangan sejumlah proyek untuk memperkuat pendapatan ke depan.

Perseroan kini fokus menyelesaikan perizinan proyek PT Piranti Jaya Utama di Kalimantan Tengah dengan target mulai beroperasi pada akhir 2026. ABMM juga berharap tambang batu bara PT Nirmala Coal Nusantara di Aceh dapat memberi tambahan pendapatan setelah penjualan perdana pada Februari lalu. Prospek tersebut menjadi penopang penting di tengah tekanan kinerja jangka pendek.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah saham masuk daftar rekomendasi hari ini, termasuk TLKM, ASPR, MYOR, SMIL, dan AMRT. Rekomendasi tersebut disusun dengan mempertimbangkan area beli, target harga, dan batas cut loss yang disarankan. Investor tetap perlu menyesuaikan pilihan dengan profil risiko masing-masing.

  • TLKM: Buy 3020-3050, TP 3120-3160, SL 2850
  • ASPR: Buy 452-456, TP 468-480, SL 428
  • MYOR: Buy 1800-1815, TP 1840-1865, SL 1705
  • SMIL: Buy 292-296, TP 304-310, SL 278
  • AMRT: Buy 1425-1435, TP 1465-1500, SL 1305

Rekomendasi tersebut bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai tujuan keuangan dan toleransi risiko. Disiplin pada manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar.

Dalam kondisi pasar yang masih bergejolak, perhatian terhadap sentimen global dan aksi korporasi emiten menjadi penting. Buyback saham, kinerja keuangan, serta arah kebijakan moneter berpotensi memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat. Investor disarankan tetap cermat membaca peluang tanpa mengabaikan risiko koreksi lanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!