IHSG Terkoreksi, DOID dan BEEF Siapkan Buyback

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 25 Mei 2026 04:08 WIB 7
IHSG Terkoreksi, DOID dan BEEF Siapkan Buyback

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 3,46 persen ke level 6.370,68 pada perdagangan Selasa, 19 Mei. Tekanan datang dari mayoritas sektor dan pelemahan bursa global, meski investor asing masih mencatat beli bersih di pasar reguler.

Di tengah koreksi itu, sejumlah saham tetap bergerak positif, termasuk SRAJ, AMRT, dan BRIS. Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar pada periode berikutnya.

IHSG Tekan Saham

IHSG tertekan cukup dalam seiring aksi jual yang melanda mayoritas sektor. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang masih mampu bertahan dengan kenaikan 0,55 persen.

Di sisi lain, sektor basic industry mencatat pelemahan paling tajam hingga 7,30 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan yang merata pada pasar saham domestik.

Beberapa saham justru mampu mencatat penguatan di tengah pelemahan indeks. SRAJ naik 9,06 persen, AMRT menguat 2,12 persen, dan BRIS bertambah 4,12 persen.

Namun, tekanan terbesar datang dari DSSA yang turun 14,77 persen, MORA melemah 9,51 persen, serta BBCA terkoreksi 2,86 persen. Pergerakan tersebut menandakan selektivitas investor masih sangat tinggi di tengah volatilitas pasar.

Sentimen Global Menekan Pasar

Sentimen eksternal menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar domestik. Bursa Amerika Serikat kompak ditutup melemah, sehingga menambah tekanan pada aset berisiko di kawasan Asia.

Dow Jones turun 0,65 persen ke level 49.363, S&P 500 terkoreksi 0,67 persen menjadi 7.353, dan Nasdaq melemah 0,84 persen ke 25.870. Pelemahan tersebut memperkuat kekhawatiran investor terhadap arah pasar global.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga berada di kisaran Rp17.705 per dolar AS. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati menjelang keputusan Bank Indonesia.

Konsensus memperkirakan BI Rate naik menjadi 5,00 persen dari sebelumnya 4,75 persen. Ekspektasi tersebut menjadi faktor penting yang akan memengaruhi minat beli investor dalam waktu dekat.

DOID Dan BEEF Buyback

Delta Dunia Makmur Tbk atau DOID mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal US$6 juta. Dana pembelian kembali saham itu akan berasal dari kas internal perseroan.

DOID menargetkan pembelian hingga 320,77 juta saham atau setara 4,36 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan masih memiliki posisi kas US$210,26 juta hingga akhir Desember 2025.

Pelaksanaan buyback akan dilakukan bertahap selama maksimal 12 bulan setelah persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 24 Juni 2026. Batas akhir pelaksanaannya ditetapkan pada Juni 2027.

Estika Tata Tiara Tbk atau BEEF juga menyiapkan buyback saham dengan nilai maksimal Rp100 miliar. Aksi ini akan dilakukan melalui BCA Sekuritas mulai 19 Mei 2026 hingga 18 Mei 2027 secara bertahap.

ABMM Dan Rekomendasi

ABM Investama Tbk mencatat laba bersih kuartal I-2026 sebesar US$14,88 juta, turun 30,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perseroan juga turun menjadi US$222,65 juta dari sebelumnya US$250,02 juta.

Manajemen menyebut lonjakan harga bahan bakar minyak akibat konflik di Timur Tengah ikut menekan kinerja operasional. Harga minyak pada kuartal I-2026 mencapai US$101,38 per barel, jauh lebih tinggi dibanding akhir 2025.

Perseroan kini fokus menyelesaikan perizinan proyek PT Piranti Jaya Utama di Kalimantan Tengah. ABMM juga berharap tambang PT Nirmala Coal Nusantara di Aceh mulai memberi tambahan pendapatan setelah penjualan perdana pada Februari.

Untuk perdagangan hari ini, sejumlah rekomendasi saham mencakup TLKM, ASPR, MYOR, SMIL, dan AMRT. Investor tetap perlu mencermati level beli, target harga, dan batas rugi sebelum mengambil keputusan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!