IHSG Rebound ke 6.162,04 Usai Tertekan Delapan Hari

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 31 Mei 2026 17:49 WIB 2
IHSG Rebound ke 6.162,04 Usai Tertekan Delapan Hari

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei, setelah melemah selama delapan hari beruntun. Berdasarkan data RTI Business, indeks naik 1,10 persen ke level 6.162,04, setelah sempat turun hingga 5.966,86 pada awal perdagangan, yang menjadi level terendah dalam lima tahun terakhir.

Penguatan tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi yang tetap tinggi, dengan volume perdagangan mencapai 40,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp21,55 triliun. Sepanjang sesi perdagangan, mayoritas saham juga bergerak positif, meski tekanan pada sejumlah emiten konglomerasi sektor energi masih terasa kuat.

IHSG Kembali Menguat

IHSG menutup perdagangan dengan penguatan setelah pasar sempat dibayangi tekanan jual yang berlangsung selama lebih dari sepekan. Kenaikan indeks pada akhir sesi memberi sinyal adanya minat beli yang mulai masuk kembali ke pasar saham.

Pergerakan intraday menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, karena indeks sempat menyentuh posisi 5.966,86 di awal perdagangan. Meski demikian, penguatan pada penutupan membawa IHSG kembali ke kisaran 6.100-an.

Pencapaian tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi setelah rangkaian pelemahan yang panjang. Dalam konteks tahunan, IHSG masih mencatat penurunan akumulatif sebesar 28,74 persen sepanjang 2026.

Transaksi Pasar Tetap Ramai

Aktivitas perdagangan saham pada hari ini terpantau padat dengan volume mencapai 40,26 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan pasar juga cukup besar, yakni Rp21,55 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.970.653 kali, menandakan minat investor tetap tinggi di tengah fluktuasi indeks. Kondisi ini menunjukkan pasar masih aktif meski tekanan pada beberapa sektor belum sepenuhnya mereda.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 449 saham menguat, sementara 251 saham melemah dan 118 saham stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan sentimen positif lebih dominan pada perdagangan hari ini.

Sektor Energi Masih Tertekan

Meski IHSG menguat, tekanan masih terjadi pada sejumlah saham konglomerasi di sektor energi. Pelemahan ini menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap emiten-emiten tertentu yang menjadi penekan indeks.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA tercatat turun 10,66 persen ke harga Rp545 per saham. Penurunan tajam tersebut menempatkan saham milik Grup Sinar Mas itu sebagai salah satu pemberat pergerakan pasar.

Selain itu, PT Bayan Resources Tbk atau BYAN melemah 4,53 persen ke level Rp10.000 per saham, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN turun 3,74 persen ke Rp515 per saham. Kedua emiten tersebut juga berasal dari kelompok usaha besar yang pergerakannya kerap menjadi perhatian investor.

Prospek Pasar Masih Sensitif

Penguatan IHSG pada akhir pekan memberi harapan awal bahwa tekanan jual mulai mereda. Namun, pasar masih sensitif terhadap pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor energi.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati lanjutan arus dana dan pergerakan emiten penopang indeks. Sentimen global dan domestik juga berpotensi memengaruhi arah perdagangan pada sesi berikutnya.

Di sisi lain, penguatan harian tetap penting untuk menjaga kepercayaan investor setelah rangkaian pelemahan panjang. Jika momentum positif berlanjut, IHSG berpeluang memperbaiki posisinya dari tekanan yang sempat membawa indeks ke level terendah dalam beberapa tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!