IHSG Menguat ke 6.217,87 Ditopang Saham Konglomerat

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 01 Juni 2026 11:59 WIB 2
IHSG Menguat ke 6.217,87 Ditopang Saham Konglomerat

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat pada perdagangan sesi I, Jumat (29/5), seiring penguatan sejumlah saham konglomerat di bursa. Berdasarkan data RTI Business, IHSG naik 1,43 persen ke level 6.217,87, setelah sempat menyentuh titik tertinggi 6.230,50 sebelum sesi berakhir.

Penguatan indeks terjadi di tengah volume perdagangan yang mencapai 22 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,06 triliun. Sepanjang sesi I, pasar mencatat 1.328.702 kali transaksi, sementara saham-saham milik Prajogo Pangestu menjadi penggerak utama kenaikan indeks.

IHSG Menguat di Sesi I

Penguatan IHSG pada sesi I menunjukkan minat beli yang masih kuat di pasar saham domestik. Kenaikan ini juga menandakan sentimen investor tetap terjaga meski perdagangan berlangsung di tengah volatilitas yang cukup dinamis. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama laju indeks. Kondisi tersebut membuat indeks bergerak nyaman di area hijau sejak awal perdagangan.

Level 6.217,87 menjadi posisi yang mencerminkan penguatan cukup solid pada pertengahan hari. Sempat menyentuh 6.230,50, IHSG menunjukkan ada dorongan beli yang mampu membawa indeks ke level intraday lebih tinggi. Meski demikian, pasar masih menunggu arah lanjutan hingga penutupan perdagangan. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa saham unggulan masih memiliki peran besar dalam menjaga momentum indeks.

Aktivitas transaksi yang besar turut memperkuat sinyal optimisme pelaku pasar. Nilai transaksi Rp16,06 triliun menandakan likuiditas masih terjaga di tengah penguatan indeks. Frekuensi transaksi yang mencapai lebih dari 1,3 juta kali juga menunjukkan tingginya partisipasi investor. Data tersebut menggambarkan pasar yang hidup dan responsif terhadap katalis pada saham tertentu.

Saham Konglomerat Jadi Penopang

Sejumlah saham konglomerat tampil menonjol dan memberi kontribusi besar terhadap penguatan IHSG. Saham-saham milik Prajogo Pangestu bergerak kompak dan bahkan beberapa di antaranya menyentuh auto reject atas. Pola ini memperlihatkan adanya minat beli yang sangat agresif pada emiten terkait. Kondisi tersebut langsung berdampak pada pergerakan indeks secara keseluruhan.

PT Barito Renewables Energy Tbk atau BREN menjadi salah satu saham yang paling mencolok. Saham ini menguat 25 persen ke harga Rp3.300 per saham, menandai lonjakan yang sangat signifikan. Penguatan tersebut menunjukkan antusiasme investor terhadap emiten energi baru dan terbarukan. BREN pun menjadi salah satu penggerak utama di sektor saham papan atas.

Selain BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN juga mencatat kenaikan kuat hingga 24,75 persen ke level Rp630 per saham. PT Barito Pacific Tbk atau BRPT turut menguat 23,15 persen ke harga Rp1.915 per saham, mempertegas dominasi saham-saham konglomerat. Kenaikan serentak ini memberi kontribusi besar pada penguatan indeks siang ini. Sentimen positif pada grup usaha tersebut tampak masih sangat kuat.

Pergerakan Emiten Grup Prajogo

PT Petrosea Tbk atau PTRO ikut mengiringi reli saham-saham Prajogo Pangestu pada sesi I. Saham ini naik 20,59 persen ke harga Rp4.510 per saham, sejalan dengan minat beli yang tinggi di pasar. Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa investor masih memandang positif prospek emiten terkait. PTRO menjadi salah satu saham yang memperkuat warna hijau di papan perdagangan.

Emiten lain, PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDIA, juga tidak ketinggalan mencatat penguatan signifikan. Saham CDIA naik 15,89 persen ke level Rp875 per saham, mengikuti arus beli pada saham-saham grup yang sama. Kenaikan ini menambah daftar emiten yang bergerak agresif pada sesi pertama perdagangan. Kombinasi penguatan tersebut membuat kelompok saham terkait tampil dominan.

PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA melengkapi reli dengan kenaikan 1,05 persen ke harga Rp1.920 per saham. Meski kenaikannya lebih moderat dibanding saham lain, TPIA tetap memberikan kontribusi positif terhadap sentimen pasar. Pergerakan beragam di dalam satu grup usaha menunjukkan respon investor yang selektif. Namun secara keseluruhan, saham-saham ini tetap menjadi pendorong utama indeks.

Prospek Pasar Menjelang Penutupan

Pergerakan IHSG pada sesi I memberi sinyal bahwa pasar masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan. Namun, arah indeks pada sesi berikutnya akan sangat bergantung pada konsistensi minat beli investor. Saham-saham konglomerat yang sudah menguat tajam berpotensi menjadi perhatian utama pelaku pasar. Jika tekanan jual muncul, volatilitas bisa meningkat menjelang penutupan perdagangan.

Investor biasanya mencermati apakah penguatan yang terjadi didukung sentimen fundamental atau sekadar aksi spekulatif jangka pendek. Pada kondisi seperti ini, likuiditas dan kecepatan transaksi sering menentukan arah saham-saham berkapitalisasi besar. Oleh karena itu, pergerakan pada saham grup Prajogo Pangestu akan terus menjadi barometer penting. Pasar juga akan menilai apakah kenaikan tersebut dapat bertahan hingga akhir sesi.

Dengan volume besar dan transaksi aktif, IHSG masih berada dalam posisi yang menarik bagi pelaku pasar. Penguatan 1,43 persen pada sesi I menjadi modal awal yang cukup kuat untuk menjaga optimisme. Meski begitu, kehati-hatian tetap diperlukan karena pergerakan saham yang terlalu cepat bisa memicu koreksi. Pelaku pasar kini menunggu apakah momentum positif tersebut mampu bertahan sampai penutupan perdagangan hari ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!