IHSG Menguat ke 6.162,04 Usai Tertekan Delapan Hari

Forex & Saham Gilang Nabaris 26 Mei 2026 01:04 WIB 2
IHSG Menguat ke 6.162,04 Usai Tertekan Delapan Hari

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei, setelah melemah selama delapan hari beruntun. Berdasarkan data RTI Business, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu naik 1,10 persen ke level 6.162,04.

Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat menyentuh level 5.966,86 pada awal perdagangan, yang menjadi titik terendah dalam lima tahun terakhir. Meski berbalik hijau, tekanan pada sejumlah saham konglomerasi di sektor energi masih membayangi pergerakan pasar.

IHSG Pulih Dari Tekanan

IHSG sempat bergerak sangat labil pada awal sesi, sebelum akhirnya mampu menutup perdagangan di zona hijau. Kenaikan ke level 6.162,04 menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan beruntun yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan indeks tersebut menunjukkan adanya minat beli yang masuk menjelang akhir perdagangan. Namun, pemulihan itu belum sepenuhnya menghapus sentimen negatif yang sempat menekan pasar sejak pembukaan.

Sepanjang perdagangan, indeks saham utama ini bergerak di kisaran yang cukup lebar. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati dalam merespons arah pasar saham domestik.

Meski demikian, penguatan hari ini memberi ruang optimisme bahwa tekanan jual mulai mereda. Pelaku pasar kini menunggu apakah penguatan tersebut dapat berlanjut pada sesi berikutnya.

Likuiditas Pasar Tetap Tinggi

Aktivitas perdagangan hari ini tercatat tetap ramai dengan volume transaksi mencapai 40,26 miliar saham. Nilai transaksi juga cukup besar, yakni Rp 21,55 triliun, sehingga menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga.

Frekuensi perdagangan mencapai 1.970.653 kali, menandakan minat investor terhadap saham-saham di bursa masih tinggi. Angka tersebut mencerminkan bahwa pasar tetap aktif meski indeks sempat berada di bawah tekanan.

Data perdagangan itu menjadi penting karena memberikan gambaran bahwa penguatan IHSG didukung partisipasi pasar yang luas. Dengan likuiditas yang besar, arah indeks ke depan berpotensi lebih stabil apabila sentimen membaik.

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mencermati saham dengan fundamental kuat dan katalis yang jelas. Kehati-hatian tetap menjadi pilihan utama di tengah volatilitas yang masih terasa.

Saham Energi Masih Tertekan

Di balik penguatan IHSG, sejumlah saham konglomerasi di sektor energi masih berada di bawah tekanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan indeks belum merata di seluruh sektor perdagangan.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA menjadi salah satu saham yang paling terpukul pada perdagangan hari ini. Saham milik Grup Sinar Mas itu melemah 10,66 persen ke harga Rp 545 per saham.

Tekanan juga terjadi pada PT Bayan Resources Tbk atau BYAN yang turun 4,53 persen ke level Rp 10.000 per saham. Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN terkoreksi 3,74 persen ke harga Rp 515 per saham.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa sentimen terhadap saham energi masih belum pulih sepenuhnya. Investor tampaknya masih menimbang risiko pada emiten-emiten yang memiliki eksposur besar di sektor ini.

Mayoritas Saham Menguat

Secara keseluruhan, mayoritas saham di pasar hari ini bergerak positif. Tercatat 449 saham menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan, sehingga warna hijau mendominasi perdagangan.

Komposisi tersebut membantu IHSG menutup sesi dengan penguatan setelah sempat tertekan pada awal perdagangan. Perbaikan di banyak saham menjadi faktor utama yang menopang indeks hingga akhir sesi.

Meski demikian, penguatan saham yang lebih luas belum cukup untuk menghapus pelemahan akumulatif IHSG sepanjang 2026. Secara tahun berjalan, indeks masih turun 28,74 persen.

Data itu menunjukkan bahwa pasar saham domestik masih berada dalam fase pemulihan yang panjang. Untuk itu, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan sektor yang mampu menjaga momentum penguatan pada perdagangan berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!