Pergerakan IHSG
IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 1,15% menjadi 7.174,32 poin. Beberapa saham unggulan menunjukkan dinamika positif antara lain BBCA yang melonjak 4,62% dan BBRI naik 4,75%. MORA menjadi penopang utama dengan lonjakan hingga 19,62% pada sesi perdagangan.
Ada beberapa saham yang bergerak turun, seperti TPIA turun 10,20%, AMMN turun 7,20%, dan BRPT melemah 5,68%. Aktivitas jual bersih investor asing tercatat Rp 360,34 miliar di pasar reguler dan Rp 76,39 miliar di seluruh pasar. Pergerakan indeks sektoral menunjukkan mayoritas menguat, meskipun sektor kesehatan memimpin kenaikan.
Investors juga memantau data cadangan devisa Indonesia periode April, sebagai gambaran likuiditas domestik. Cadangan devisa Maret tercatat US$148,15 miliar, turun dari US$151,90 miliar pada Februari. ETF Indonesia offshore EIDO cenderung mendatar meskipun MSCI Indonesia menguat 1,56%.
Segmen Sektor & Sentimen Global
Mayoritas indeks sektoral menguat pada perdagangan, dengan sektor kesehatan menjadi pengangkat utama harian. Sektor basic industry menjadi penurunan terbesar dengan selisih signifikan dibandingkan sektor lainnya. Penguatan sektoral menggambarkan dinamika aliran modal pada bursa domestik.
Sentimen global menjadi penentu arah, dengan Dow Jones ditutup turun 0,63%, S&P 500 turun 0,38%, dan Nasdaq turun 0,13%. Investor juga mencermati langkah kebijakan bank sentral serta arah suku bunga global. Kondisi global membuat volatilitas di indeks domestik tetap relatif tinggi sepanjang sesi.
Di tengah sentimen tersebut, investor menantikan data cadangan devisa April untuk menilai likuiditas dan potensi arus modal selanjutnya. Data cadangan devisa Maret tercatat US$148,15 miliar, turun dari US$151,90 miliar pada bulan sebelumnya. ETF EIDO regional cenderung datar, meskipun MSCI Indonesia menguat 1,56% dalam periode tertentu.
Sorotan Emiten
COCO (Wahana Interfood Nusantara) resmi menandatangani Conditional Share Purchase Agreement dengan Metaside Global Holding untuk mengakuisisi 99,99% saham Momogi Group pada 6 Mei 2026. Akuisisi ini membuka peluang ekspansi bisnis karena Momogi Group memiliki jaringan produksi di Indonesia dan Vietnam. Fasilitas Momogi di Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi aset utama dalam strategi ekspansi COCO.
Di Vietnam, Momogi beroperasi melalui integrasi dengan Bibica Corporation, perusahaan makanan ringan beroperasi lebih dari 20 tahun. Proyek ini diproyeksikan memperkuat kapasitas produksi serta kemampuan distribusi, dengan potensi sinergi lintas negara. Langkah ini diharapkan memperluas jejak pasar COCO di sektor makanan ringan.
TPIA melaporkan progres proyek CA-EDC melalui anak usaha Chandra Asri Alkali telah mencapai 66%, dengan infrastruktur logistik utama seperti jetty dan tangki penyimpanan dalam tahap pengembangan. Selama tahap konstruksi, proyek telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja dan diproyeksikan membuka 250 lapangan kerja baru ketika operasional penuh dimulai. Fasilitas direncanakan memiliki kapasitas 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun, dengan potensi devisa ekspor mencapai US$300 juta per tahun.
