IHSG Menguat 1,15% Didorong Saham Unggulan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 13:16 WIB 8
IHSG Menguat 1,15% Didorong Saham Unggulan

IHSG ditutup naik pada perdagangan Kamis, 7 Mei, di zona hijau dengan kenaikan 1,15% menuju 7.174,32. Pergerakan didorong pembelian pada saham unggulan seperti BBCA yang melonjak 4,62%, BBRI 4,75%, dan MORA 19,62%. Analis menilai sentimen domestik serta arus modal asing menjadi faktor utama pergerakan hari ini.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi signifikan seperti TPIA turun 10,20%, AMMN turun 7,20%, dan BRPT turun 5,68%. Aktivitas asing tercatat jual bersih Rp360,34 miliar di pasar reguler dan Rp76,39 miliar di seluruh pasar. Secara keseluruhan, arus modal asing mempengaruhi dinamika indeks meski arah umum pasar positif.

Dari sisi sektor, kesehatan memimpin penguatan sekitar 2,01%, sedangkan sektor basic industry menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,62%. Sentimen global turut menjadi perhatian setelah bursa AS ditutup merah; Dow Jones melemah 0,63%, S&P 500 turun 0,38%, dan Nasdaq turun 0,13%. Investor menanti data cadangan devisa Indonesia periode April untuk menilai arah likuiditas.

IHSG Menguat Sesi Ini

IHSG menguat 1,15% ke level 7.174,32 pada hari perdagangan Kamis. Kinerja didorong oleh lonjakan saham unggulan seperti BBCA yang melonjak 4,62%, BBRI 4,75%, dan MORA 19,62%. Analis menilai sentimen domestik serta arus modal asing menjadi faktor utama pergerakan hari ini.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi, dengan TPIA turun 10,20%, AMMN turun 7,20%, dan BRPT turun 5,68%. Aktivitas asing tercatat jual bersih Rp360,34 miliar di pasar reguler dan Rp76,39 miliar di seluruh pasar. Dinamika ini memberikan nuansa campuran pada pergerakan indeks secara keseluruhan.

Dari sisi sektor, kesehatan memimpin penguatan sekitar 2,01%, sedangkan sektor basic industry menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,62%. Sentimen global turut menjadi perhatian setelah bursa AS ditutup merah, Dow Jones turun 0,63%, S&P 500 turun 0,38%, dan Nasdaq turun 0,13%. Investor menanti data cadangan devisa Indonesia periode April untuk menilai arah likuiditas.

Emiten Fokus Hari Ini

Bagi COCO (Wahana Interfood Nusantara Tbk), perusahaan resmi menandatangani Conditional Share Purchase Agreement dengan Metaside Global Holding Pte Ltd untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Sari Murni Abadi, atau Momogi Group, pada 6 Mei 2026. Transaksi ini membuka peluang ekspansi bisnis mengingat Momogi memiliki jaringan produksi di Indonesia dan Vietnam. Fasilitas Momogi di Indonesia tersebar di Jawa Barat dan Jawa Timur, sementara di Vietnam ada dua fasilitas melalui integrasi dengan Bibica Corporation.

Langkah akuisisi dinilai akan memperkuat kapasitas produksi serta jaringan distribusi COCO. Momogi Group memiliki jaringan produksi yang luas di dua negara, berpotensi memperluas kapasitas dan pasar. Investor menantikan kelanjutan proses regulasi dan dampak finansialnya.

Analisis pasar menilai langkah ini sebagai potensi pertumbuhan bagi COCO, meskipun diperlukan persetujuan regulatori sebelum implementasi penuh. Perkembangan selanjutnya akan diikuti melalui pengumuman resmi perusahaan. COCO berkomitmen memberi pembaruan seiring kemajuan proses akuisisi.

Prospek Dividen 2026

ISAT memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp111 per saham dengan total nilai Rp3,57 triliun. Nilai dividen sebanding dengan 64,91% laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dividen ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp83,8 per saham.

Pendapatan ISAT tumbuh 1,13% menjadi Rp56,52 triliun sepanjang 2025. Laba bersih naik 10,34% menjadi Rp5,82 triliun, sedangkan laba yang diatribusikan tumbuh 12,20% menjadi Rp5,51 triliun. Cum-date dividen ditetapkan pada 13 Mei 2026 dan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2026.

Pada penutupan perdagangan Kamis, saham ISAT berada di level Rp2.150 per saham. Cum-date dan jadwal pembayaran dividen telah ditetapkan untuk memaksimalkan hak pemegang saham. Investor disarankan mengikuti jadwal tersebut untuk memanfaatkan manfaat dividen.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!