IHSG Menguat 0,72 Persen ke 6.206,35

Forex & Saham Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 11:07 WIB 2
IHSG Menguat 0,72 Persen ke 6.206,35

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 6.206,35 pada perdagangan Senin, 25 Mei. Kenaikan ini ditopang oleh penguatan saham perbankan dan otomotif, meski tekanan dari aksi jual asing masih membayangi pasar.

Sejumlah sentimen turut mewarnai pergerakan bursa, mulai dari liburnya pasar saham Amerika Serikat karena Memorial Day, perkembangan pembicaraan Iran dan Amerika Serikat, hingga penundaan implementasi penuh kebijakan ekspor DSI. Di sisi lain, investor juga mencermati peluang aksi ambil untung menjelang libur panjang bursa.

IHSG Menguat di Tengah Tekanan

Penguatan IHSG ditopang saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang naik 3,93 persen. PT Bank Central Asia Tbk juga menguat 3,39 persen, sedangkan PT Astra International Tbk bertambah 3,70 persen.

Meski indeks naik, tidak semua saham bergerak positif pada perdagangan kemarin. PT Barito Pacific Tbk melemah 7,79 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk turun 11,93 persen, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk terkoreksi 9,12 persen.

Investor asing tercatat melakukan jual bersih Rp2,09 triliun di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, nilai jual bersih asing mencapai Rp2,22 triliun.

Dari sisi sektoral, enam sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor transportasi menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,83 persen, sementara sektor energi terkoreksi paling dalam sebesar 2,04 persen.

Sentimen Pasar Masih Terbatas

Untuk perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas. Pasar menimbang sentimen positif dari perkembangan pembicaraan Iran dan Amerika Serikat yang dinilai dapat meredakan ketegangan geopolitik.

Penundaan implementasi penuh kebijakan ekspor DSI hingga awal 2027 juga menjadi perhatian investor. Kebijakan tersebut dinilai memberi ruang bagi pelaku pasar untuk menyesuaikan strategi sebelum aturan berjalan penuh.

Di sisi lain, MSCI Indonesia offshore tercatat menguat 1,70 persen. Penguatan ini memberi tambahan sentimen positif bagi pasar domestik di tengah kehati-hatian investor.

Namun peluang aksi ambil untung menjelang libur panjang bursa masih dinilai cukup besar. Kondisi ini membuat laju IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan berikutnya.

Kabar Emiten Menarik Minat

Solusi Environment Asia Tbk atau SOFA resmi bergabung dalam konsorsium proyek Waste to Energy bersama Zhejiang Weiming melalui anak usaha PT Ananta Energi Asia. Konsorsium ini akan menggarap dua proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Danantara di Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Zhejiang Weiming dikenal sebagai salah satu operator PSEL terbesar di dunia. Pada 2025, perusahaan tersebut memproduksi listrik berbasis sampah sebesar 4,62 miliar kWh.

Kerja sama ini membuka peluang pendapatan berulang bagi SOFA. Skema yang digunakan adalah Power Purchase Agreement selama 30 tahun dengan PT PLN (Persero) menggunakan tarif tetap US$0,20 per kWh.

Di sisi lain, Millennium Pharmacon International Tbk atau SDPC membidik pendapatan Rp5 triliun pada 2026. Perseroan juga menargetkan laba bersih meningkat menjadi Rp60 miliar dari proyeksi sebelumnya Rp38,46 miliar.

Dividen dan Prospek Saham

Untuk menopang target pertumbuhan, SDPC sedang menyelesaikan pembangunan gudang pusat di Bekasi. Progres proyek tersebut telah mencapai 95 persen dan dirancang untuk meningkatkan kapasitas hingga tiga kali lipat.

Perseroan juga menyiapkan ekspansi cabang di Kupang dan Kendari. Masing-masing cabang ditaksir dapat menyumbang pendapatan sekitar Rp5 miliar per bulan.

Sementara itu, Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMAR menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp270 per saham. Total dividen tersebut mencapai Rp775,49 miliar atau setara 30 persen laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Pada perdagangan 25 Mei 2026, saham SMAR ditutup di Rp5.225 per saham dengan indikasi dividend yield sekitar 5,17 persen. Cum date dividen dijadwalkan pada 4 Juni, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 18 Juni 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah saham juga masuk daftar pantauan untuk perdagangan hari ini. Rekomendasi tersebut mencerminkan peluang teknikal dengan batas risiko yang telah ditentukan.

  • BRIS: Buy 1905-1915, target 1935-1990, stop loss 1805.
  • INDF: Buy 6850-6925, target 6975-7050, stop loss 6525.
  • PGAS: Buy 1865-1875, target 1900-1925, stop loss 1760.
  • SSIA: Buy 1685-1700, target 1725-1770, stop loss 1590.
  • ISAT: Buy 2130-2160, target 2190-2240, stop loss 2020.

Investor tetap perlu memperhatikan profil risiko sebelum mengambil keputusan. Seluruh analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai tujuan keuangan pribadi. Dengan disiplin dan pengelolaan risiko yang tepat, peluang pasar dapat dimanfaatkan secara lebih bijak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!