IHSG Melemah 3,46%, Investor Cermati Buyback Emiten

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 23 Mei 2026 14:00 WIB 6
IHSG Melemah 3,46%, Investor Cermati Buyback Emiten

JAKARTA — Perdagangan saham pada Selasa (19/5) ditutup melemah, dengan IHSG terkoreksi 3,46 persen ke posisi 6.370,68 di tengah tekanan pada mayoritas sektor dan pelemahan bursa global. Meski demikian, investor asing masih membukukan beli bersih, sementara sejumlah emiten mengumumkan aksi korporasi yang menjadi perhatian pasar.

Tekanan datang dari sentimen eksternal, pelemahan saham unggulan, dan antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Mei 2026. Di sisi lain, rencana buyback dan rilis kinerja emiten memberi sinyal bahwa peluang selektif masih terbuka bagi investor.

IHSG dan Sentimen Pasar

IHSG berakhir di zona merah setelah mayoritas sektor terkoreksi, sementara hanya sektor kesehatan yang mampu mencatat penguatan tipis 0,55 persen. Sektor basic industry menjadi penekan terbesar dengan pelemahan 7,30 persen.

Di antara saham yang menguat, Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk atau SRAJ naik 9,06 persen, Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT menguat 2,12 persen, dan Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS bertambah 4,12 persen. Sebaliknya, Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA turun 14,77 persen, Mora Telematika Indonesia Tbk atau MORA melemah 9,51 persen, dan Bank Central Asia Tbk atau BBCA terkoreksi 2,86 persen.

Meski pasar tertekan, investor asing masih mencatat beli bersih sekitar Rp306,34 miliar di pasar reguler dan Rp260,12 miliar di seluruh pasar. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat terhadap saham Indonesia belum sepenuhnya surut, meski volatilitas masih tinggi.

Bayang-bayang Kebijakan BI

Sentimen global ikut membebani pasar setelah indeks saham utama Amerika Serikat kompak ditutup melemah. Dow Jones turun 0,65 persen, S&P 500 terkoreksi 0,67 persen, dan Nasdaq melemah 0,84 persen.

Pelaku pasar juga menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia untuk Mei 2026. Konsensus memperkirakan BI Rate naik menjadi 5,00 persen dari sebelumnya 4,75 persen, seiring tekanan terhadap rupiah di kisaran Rp17.705 per dolar AS.

Ekspektasi kenaikan suku bunga biasanya membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Dalam kondisi seperti ini, saham dengan fundamental kuat dan arus kas sehat cenderung lebih menarik untuk dicermati.

Aksi Buyback Emiten

Delta Dunia Makmur Tbk atau DOID mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal US$6 juta atau sekitar Rp104,25 miliar. Dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan.

Perseroan menargetkan pembelian hingga 320,77 juta saham, atau setara 4,36 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Pelaksanaan aksi ini akan dilakukan bertahap selama maksimal 12 bulan setelah persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 24 Juni 2026.

Sementara itu, Estika Tata Tiara Tbk atau BEEF menyiapkan buyback hingga Rp100 miliar dengan target pembelian sekitar 333,33 juta saham. Perseroan akan mengeksekusi aksi tersebut melalui BCA Sekuritas mulai 19 Mei 2026 hingga 18 Mei 2027.

Laba Emiten dan Rekomendasi

ABM Investama Tbk atau ABMM membukukan laba bersih kuartal I-2026 sebesar US$14,88 juta, turun 30,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan juga menyusut menjadi US$222,65 juta dari US$250,02 juta.

Manajemen menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak akibat konflik di Timur Tengah turut menekan operasional perusahaan. Selain itu, ABMM masih fokus menyelesaikan perizinan proyek PT Piranti Jaya Utama di Kalimantan Tengah dan pengembangan tambang PT Nirmala Coal Nusantara di Aceh.

Sejumlah rekomendasi saham juga muncul untuk dicermati, yakni TLKM, ASPR, MYOR, SMIL, dan AMRT. Investor tetap disarankan menyesuaikan keputusan dengan profil risiko, mengingat rekomendasi ini bersifat informatif dan bukan ajakan transaksi.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Keputusan membeli atau menjual saham sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!