IHSG Melemah 0,82% Usai Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Forex & Saham Gilang Nabaris 26 Mei 2026 00:46 WIB 3
IHSG Melemah 0,82% Usai Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, setelah sempat bergerak di zona hijau pada sesi pagi. Berdasarkan data RTI Business, indeks terkoreksi 0,82 persen ke level 6.318,50.

Tekanan jual meningkat setelah pukul 11.19 WIB, ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Pergerakan pasar pada hari itu menunjukkan respons cepat investor terhadap arah kebijakan baru yang dinilai berpotensi memengaruhi emiten komoditas.

IHSG Berbalik Melemah

IHSG sempat menguat lebih dari 1 persen dan menyentuh level 6.459,55 sebelum berbalik arah. Pada penutupan perdagangan, indeks berada di posisi 6.318,50 atau turun 52,179 poin.

Perubahan arah indeks terjadi dalam waktu singkat, sehingga memperlihatkan tingginya sensitivitas pasar terhadap sentimen kebijakan. Kondisi tersebut juga menegaskan bahwa pelaku pasar masih menimbang dampak aturan baru terhadap prospek emiten berbasis komoditas.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi mencapai 41,12 miliar lembar saham dengan nilai Rp35 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.466,564 kali, menandakan aktivitas pasar tetap tinggi meski indeks melemah.

Saham Mineral Tertekan

Sejumlah saham sektor mineral ikut terkoreksi tajam pada perdagangan hari ini. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO turun 4,29 persen ke harga Rp2.230 per saham.

PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN juga melemah 6,31 persen menjadi Rp2.970 per saham. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk atau BUMI terkoreksi 6,99 persen ke level Rp173 per saham.

Tekanan serupa juga dialami PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang turun 4,21 persen ke Rp6.825 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN melemah 9,23 persen ke Rp590 per saham, sedangkan PT Petrosea Tbk atau PTRO turun 7,41 persen ke Rp4.000 per saham.

Respons Pasar Atas Kebijakan

Pidato Prabowo di Sidang Paripurna DPR RI menyoroti penerbitan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor komoditas SDA. Pemerintah menyatakan kebijakan tersebut ditujukan agar pengelolaan ekspor memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam penjelasannya, Prabowo menyebut pengaturan ekspor komoditas strategis menjadi langkah untuk memperkuat tata kelola nasional. Ia juga menegaskan bahwa penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN.

Kebijakan itu disebut mencakup komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy. Pasar kini mencermati apakah aturan tersebut akan mendorong efisiensi, atau justru menambah tekanan bagi emiten yang bergantung pada ekspor.

Prospek Perdagangan Berikutnya

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati detail implementasi PP yang baru diumumkan pemerintah. Kejelasan aturan dinilai penting untuk membaca dampaknya terhadap kinerja emiten dan arus perdagangan saham komoditas.

Dalam jangka pendek, volatilitas IHSG berpotensi tetap tinggi jika sentimen kebijakan belum mereda. Investor biasanya akan menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah dan pelaku usaha sebelum mengambil posisi baru.

Meski begitu, volume transaksi yang besar menunjukkan minat pasar belum hilang. Kondisi ini membuka peluang bagi pergerakan lanjutan, terutama pada saham-saham yang paling sensitif terhadap isu tata kelola ekspor SDA.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!