Ide Bisnis di CFD: Roti Kukus Srikaya Jadi Peluang Cuan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 14:34 WIB 3
Ide Bisnis di CFD: Roti Kukus Srikaya Jadi Peluang Cuan

Car Free Day atau CFD bukan hanya menjadi ruang olahraga dan hiburan warga, tetapi juga membuka peluang usaha yang menarik bagi pelaku UMKM. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan bebas kendaraan setiap pekan membuat area ini ramai dan potensial untuk berjualan.

Di tengah padatnya aktivitas masyarakat, sejumlah penjual memanfaatkan CFD sebagai sumber cuan tambahan, bahkan dijalankan berdampingan dengan pekerjaan utama. Salah satu contoh yang menonjol adalah usaha roti kukus srikaya, yang dinilai praktis, mudah dibawa, dan cocok untuk pasar CFD.

Bisnis CFD dan Peluang Cuan

CFD menjadi lokasi yang strategis bagi pelaku usaha yang ingin menjangkau pembeli secara langsung. Keramaian pengunjung membuat produk makanan ringan, minuman, dan jajanan cepat saji lebih mudah dikenal.

Keunggulan utama berjualan di CFD terletak pada tingginya lalu lintas orang dalam waktu singkat. Kondisi ini dapat membantu penjual meraih penjualan yang stabil sejak pagi hingga aktivitas warga mulai berkurang.

Bagi pelaku usaha pemula, CFD juga dapat menjadi sarana uji pasar sebelum memperluas penjualan ke lokasi lain. Dengan perencanaan yang tepat, aktivitas berjualan di ruang publik ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Roti Kukus Srikaya Menarik

Salah satu ide yang dinilai potensial di CFD adalah berjualan roti kukus srikaya. Produk ini relatif mudah dipasarkan karena rasanya familiar, teksturnya lembut, dan praktis dibawa oleh pembeli.

Selain itu, persiapan jualan roti kukus srikaya juga tergolong sederhana karena pelaku usaha dapat mengambil stok dari supplier. Model bisnis seperti ini membantu penjual fokus pada pemasaran dan layanan kepada pembeli.

Contoh usaha tersebut dijalankan oleh Dzakia, perempuan berusia 28 tahun, melalui akun @rotisrikaya_mamaya di CFD Teras Kota BSD. Ia mengandalkan variasi roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original untuk menarik minat pembeli.

Modal dan Omzet Harian

Dzakia memulai usahanya dengan modal sekitar Rp 2 juta untuk mengambil produk dari supplier. Dari modal itu, ia mengaku dapat memperoleh omzet hingga dua kali lipat pada hari berjualan.

Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan selesai berdagang pada pukul 10.00 WIB. Dalam satu kali jualan, ia membawa sekitar 800 pcs roti yang disiapkan untuk memenuhi tingginya permintaan pengunjung CFD.

Menurut pengakuannya, stok yang dibawa biasanya habis terjual saat kegiatan berlangsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa produk yang sesuai dengan selera pasar dapat memberikan perputaran modal yang cepat.

Strategi Jualan Saat CFD

Keberhasilan berjualan di CFD tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh strategi penempatan dan kesiapan stok. Pedagang perlu memastikan barang yang dijual mudah dijangkau dan terlihat oleh pengunjung yang melintas.

Pengemasan yang praktis menjadi nilai tambah karena pembeli di CFD umumnya mencari makanan yang bisa langsung dibawa pulang. Varian rasa yang beragam juga dapat membantu menarik pembeli dari berbagai kalangan.

Bagi pelaku usaha yang ingin menambah penghasilan, CFD bisa menjadi pilihan yang layak dicoba secara konsisten. Dengan modal terukur, produk yang tepat, dan lokasi yang ramai, peluang cuan dari akhir pekan dapat terbuka lebih besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!