Ide Bisnis CFD yang Menjanjikan, Roti Kukus Srikaya

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 12:01 WIB 2
Ide Bisnis CFD yang Menjanjikan, Roti Kukus Srikaya

Car Free Day atau CFD yang rutin digelar setiap pekan menjadi ruang berkumpulnya ribuan orang untuk berolahraga, berjalan santai, hingga menikmati suasana akhir pekan. Kondisi ini membuka peluang usaha yang besar bagi masyarakat yang ingin mencari penghasilan tambahan lewat jualan di area keramaian.

Salah satu ide bisnis yang dinilai potensial adalah berjualan roti kukus srikaya, karena produk ini praktis dibawa, memiliki rasa yang disukai banyak orang, dan dapat dijalankan tanpa proses produksi yang rumit. Dari pengalaman pelaku usaha, modal yang dikeluarkan pun relatif terjangkau, sementara peluang omzetnya cukup menarik.

Peluang Bisnis CFD

CFD menjadi lokasi yang strategis bagi pedagang karena arus pengunjung yang tinggi dalam waktu singkat. Situasi tersebut membuat produk makanan ringan lebih mudah dikenal dan berpotensi cepat laku.

Pedagang yang jeli dapat memanfaatkan momen ini sebagai sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Dengan perencanaan yang tepat, bisnis kecil di CFD bisa berkembang menjadi usaha yang lebih stabil.

Kunci utamanya adalah memilih produk yang sesuai dengan karakter pengunjung CFD, yakni mudah dikonsumsi dan menarik secara visual. Roti kukus srikaya memenuhi dua kriteria itu, sehingga cukup kompetitif di tengah banyaknya pilihan jajanan.

Roti Kukus Srikaya

Roti kukus srikaya menjadi salah satu contoh usaha yang cocok dijalankan di CFD karena ringan, praktis, dan mudah dijajakan. Produk ini juga memiliki variasi rasa yang dapat disesuaikan dengan selera pembeli.

Dzakia, pelaku usaha roti srikaya dengan akun @rotisrikaya_mamaya, menjalankan jualan di CFD Teras Kota BSD. Ia berangkat dari rumah sejak pukul 05.00 WIB dan biasanya selesai sekitar pukul 10.00 WIB.

Menu yang dijualnya terdiri atas roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original. Dengan membawa sekitar 800 potong, produk itu kerap habis terjual dalam satu sesi CFD.

Modal dan Omzet

Modal awal yang dikeluarkan Dzakia untuk mengambil produk dari supplier mencapai Rp 2 juta. Dari modal tersebut, ia mengaku bisa memperoleh omzet hingga dua kali lipat.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa bisnis makanan ringan di CFD memiliki potensi keuntungan yang cukup baik. Selama produk diminati dan lokasi jualan ramai, perputaran modal bisa terjadi dalam waktu singkat.

Model bisnis berbasis suplai juga memudahkan pelaku usaha yang belum memiliki fasilitas produksi sendiri. Cara ini membuat penjual bisa fokus pada pemasaran dan pelayanan di lapangan.

Tips Jualan CFD

Pelaku usaha perlu menyiapkan stok yang sesuai dengan perkiraan jumlah pengunjung agar tidak kelebihan atau kekurangan barang. Penataan produk yang rapi dan mudah terlihat juga dapat membantu menarik perhatian pembeli.

Selain itu, kualitas rasa harus dijaga agar pelanggan bersedia membeli kembali pada pekan berikutnya. Konsistensi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga penjualan.

Kecepatan melayani pembeli juga perlu diperhatikan karena suasana CFD biasanya berlangsung padat. Dengan produk yang tepat, harga yang bersaing, dan pelayanan yang baik, bisnis kecil di CFD dapat menjadi sumber cuan yang menjanjikan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!