Hipertensi dan Diabetes Jadi Pemicu Gagal Ginjal, BPJS Dorong Pencegahan

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 13 Mei 2026 23:31 WIB 8
Hipertensi dan Diabetes Jadi Pemicu Gagal Ginjal, BPJS Dorong Pencegahan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyebut hipertensi dan diabetes mellitus sebagai pemicu utama peningkatan kasus gagal ginjal. Keduanya dinilai bisa dicegah melalui gaya hidup sehat, sehingga beban pembiayaan kesehatan bisa ditekan. Pernyataan ini disampaikan saat wawancara dengan detikcom pada Rabu, 15 April 2026.

Pemerintah pun mulai mengarah ke pendekatan promotif dan preventif, salah satunya lewat Nutri Level pada pangan siap saji, yang diharapkan menekan angka kasus dan biaya kesehatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menurunkan beban pembiayaan kesehatan dalam jangka panjang. Kebijakan tersebut juga memicu pertanyaan publik mengenai seberapa besar hipertensi dan diabetes berperan sebagai pelaku utama.

Pemicu utama

Ginjal bekerja tanpa henti menyaring darah setiap hari, dan gangguan yang berlangsung terus-menerus bisa menurunkan fungsi secara perlahan. Prosesnya berjalan pelan namun konsisten hingga ginjal kehilangan kemampuan bekerja secara optimal. Pemicu utama yang diuraikan adalah kombinasi hipertensi dan diabetes mellitus.

Diabetes mellitus membuat ginjal bekerja lebih keras membuang kelebihan glukosa lewat urine. Kelebihan beban ini menyebabkan dehidrasi selanjutnya dan mempercepat kerusakan jaringan penyaring. Akumulasi kerusakan kecil yang perlahan berujung pada penurunan fungsi ginjal secara bertahap.

Hubungan hipertensi dengan gagal ginjal juga dijelaskan sebagai peningkatan tekanan pada pembuluh ginjal. Tekanan berlebih memicu kerusakan endotel dan peradangan yang mempercepat nefropati. Jika tidak dikendalikan, masalah ini berujung pada gagal ginjal.

Strategi promotif

Langkah promotif dan preventif yang diusung pemerintah fokus pada perubahan perilaku melalui edukasi gizi dan gaya hidup. Nutri Level pada pangan siap saji menjadi salah satu inisiatif yang diimplementasikan untuk menekan jumlah kasus gagal ginjal dan beban biaya kesehatan. Kebijakan ini diharapkan mempercepat deteksi dini serta mencegah hipertensi dan diabetes sejak dini.

Upaya ini menekankan pencegahan sejak dini untuk menurunkan kebutuhan pembiayaan kesehatan jangka panjang. Penerapan promosi kesehatan di tingkat rumah tangga dan komunitas diharapkan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan terhadap gaya hidup sehat. Pemerintah berharap perubahan perilaku masyarakat bisa memperbaiki tren penyakit tidak menular.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk BPJS Kesehatan. Prihati Pujowaskito menyampaikan bahwa pendekatan ini akan menurunkan beban pembiayaan kesehatan dalam jangka panjang. Evaluasi berkala diperlukan untuk menilai efektivitas Nutri Level dan promosi kesehatan lainnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!