HAS Pictures Bantah Tudingan soal Ratu Sofya

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 23:52 WIB 5
HAS Pictures Bantah Tudingan soal Ratu Sofya

Perseteruan antara aktris Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures mencuat setelah pernyataannya dalam sebuah podcast viral di media sosial. Pihak produksi, yang dimiliki Haldy Sabri dan Irish Bella, kemudian mengirimkan somasi karena menilai ada penjelasan Ratu yang dinilai tidak sesuai dengan proses produksi film Dosa Penebusan atau Pengampunan.

Sengketa ini berkaitan dengan penolakan Ratu Sofya untuk ikut mempromosikan film tersebut, disertai keluhan soal ketidaknyamanan menjalani adegan intim. Ibunda Ratu, Intan Masthura, ikut memberikan klarifikasi dan menyebut keputusan keluarga diambil setelah pihak produksi menjelaskan detail adegan, menyediakan body double, dan menggelar konferensi pers sebelum syuting dimulai.

Somasi Ratu Sofya

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, menegaskan bahwa pihak produksi sejak awal telah menjelaskan isi film secara terbuka kepada keluarga Ratu Sofya. Menurut dia, pembahasan itu mencakup adegan yang dianggap sensitif dan bagaimana proses pengambilan gambarnya akan dilakukan.

Reza mengatakan, tim produksi bahkan menyiapkan body double untuk memastikan kenyamanan para pemain. Ia menyebut langkah itu menjadi bukti bahwa produksi tidak pernah memaksakan adegan yang berisiko menimbulkan keberatan.

Dalam keterangannya di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026), Reza juga mengungkapkan bahwa ayah Ratu sempat tidak setuju setelah membaca sinopsis. Namun, penjelasan lebih lanjut dari pihak produksi membuat keluarga kembali mempertimbangkan tawaran tersebut.

HAS Pictures menyatakan keberatan setelah promosi film terganggu oleh sikap Ratu yang tidak merespons ajakan kerja sama di media sosial. Situasi itu membuat komunikasi antara kedua pihak semakin renggang, terutama setelah pernyataan Ratu viral di podcast.

Penjelasan keluarga Ratu

Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, menjelaskan bahwa suaminya sempat menolak tawaran film tersebut pada awalnya. Penolakan itu muncul karena ada bagian sinopsis yang dinilai cukup sensitif untuk keluarga mereka.

Menurut Intan, pihak produksi lalu menjelaskan bahwa adegan yang dimaksud hanya berupa gambaran cerita dan tidak akan dilakukan secara vulgar. Ia mengatakan keterangan itu membuat sang suami lebih tenang karena pemain juga disiapkan dengan body double.

Intan menuturkan, keluarga akhirnya mengizinkan Ratu menerima proyek itu setelah konferensi pers dilakukan sebelum syuting dimulai. Dalam acara tersebut, pihak produksi disebut menjelaskan langsung kepada wartawan mengenai proses kerja film dan batasan adegan yang akan diambil.

Ia juga membantah tudingan bahwa Ratu dipaksa menerima proyek itu demi kepentingan keluarga. Intan menegaskan, keputusan tersebut diambil setelah mereka membaca cerita film dan menilai pesan moralnya baik.

Alasan memilih proyek

Intan mengatakan Ratu Sofya justru tertarik karena cerita film dinilai memiliki makna yang kuat. Menurut dia, putrinya melihat ada pelajaran hidup yang bisa diambil dari alur cerita tersebut.

Ia menyebut keluarga membaca naskah dan menilai isi film cukup bagus untuk dijadikan bahan pembelajaran. Karena itu, persetujuan akhirnya diberikan dengan catatan proses produksi tetap jelas dan terbuka.

Reza Aditya juga mengaku pihaknya berhati-hati sejak awal ketika memilih pemeran utama. Ia mengatakan diskusi internal dilakukan bersama tim produksi dan sutradara agar keputusan casting tetap sesuai kebutuhan cerita.

Menurut Reza, bahkan casting director yang menyampaikan bahwa Ratu ingin sekali membintangi film itu. Ia menambahkan, Ratu disebut bertekad meyakinkan orang tuanya agar proyek tersebut tetap diambil.

Polemik promosi film

Co-produser HAS Pictures, Putri, menegaskan adegan dalam film tidak mengandung unsur vulgar sebagaimana yang disangka publik. Ia menyebut saat pembacaan naskah, syuting, hingga pengambilan foto poster, semuanya berjalan tanpa persoalan berarti.

Putri mengatakan tidak ada adegan ciuman dan tidak ada bagian yang dinilai berlebihan dalam produksi. Karena itu, pihaknya mengaku terkejut ketika kemudian muncul pengakuan yang bertolak belakang dengan pengalaman selama proses kerja.

Persoalan mulai mengemuka ketika film memasuki masa promosi dan unggahan kerja sama tidak mendapat persetujuan dari pihak Ratu. HAS Pictures mengaku sudah mencoba menghubungi melalui Instagram, tetapi tidak mendapat respons yang diharapkan.

Reza menyatakan timnya syok mendengar pengakuan yang disampaikan Ratu di podcast viral tersebut. Ia menilai pernyataan itu bertolak belakang dengan proses reading, syuting, dan promosi yang sebelumnya berjalan lancar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!