Hartono Gan Homme Luncurkan Ready-to-Wear Lewat Kolaborasi JF3

Lifestyle Clara Monica 13 Mei 2026 05:13 WIB 7
Hartono Gan Homme Luncurkan Ready-to-Wear Lewat Kolaborasi JF3

Hartono Gan Homme melangkah ke era retail melalui peluncuran lini ready-to-wear perdana. Transformasi ini menandai pergeseran dari layanan made-to-order menuju brand yang siap menembus jaringan ritel profesional.

Presentasi perdana dilakukan di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, dengan 16 item busana yang dirancang untuk pasar yang lebih luas. Program Future Fashion Award (FFA) yang kini berekembang menjadi Future Fashion Designer (FFD) menjadi pendorong utama bagi peningkatan kapasitas produksi, operasional, dan kesiapan masuk ke retail.

Transformasi Hartono Gan

Hartono Gan Homme menggeser fokus dari layanan made-to-order menuju rancangan ready-to-wear yang siap dipasarkan. Perubahan ini dipandang sebagai langkah ekspansi strategis, tidak sekadar penambahan produk, melainkan fondasi operasional yang lebih terstruktur. Asal usul brand tetap pada DNA tailoring yang edgy, timeless, dan elegan, namun disajikan dalam format yang lebih mudah diakses.

Peluncuran koleksi perdana menampilkan 16 artikel busana yang dirancang untuk pasar lebih luas. Ciri khas desain Hartono Gan Homme tetap ia pertahankan, termasuk silhouette tegas yang androgynous meski kini hadir dalam bentuk kapsul wardrobe. Keterangan tersebut menegaskan bahwa perubahan ini bukan kompromi identitas, melainkan pengembangan desain ke konteks yang lebih luas.

Program JF3 melalui Future Fashion Award (FFA) yang kini menjadi Future Fashion Designer (FFD) memainkan peran penting dalam proses ini. Program tersebut dirancang untuk membantu desainer meningkatkan kapasitas produksi, sistem operasional, hingga kesiapan masuk ke ritel profesional melalui pendampingan bisnis yang terstruktur. Kolaborasi ini menekankan bahwa sinergi antara kreativitas dan kesiapan bisnis menjadi kunci brand bertahan lama.

Kolaborasi JF3

JF3 tidak hanya berfungsi sebagai panggung presentasi karya, tetapi juga ekosistem pendukung pertumbuhan industri fashion nasional.

Soegianto Nagaria menegaskan bahwa JF3 tidak sekadar festival, melainkan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri fashion nasional. Beliau menambahkan bahwa JF3 terhubung dengan peluang bisnis melalui jaringan mitra dan program inkubasi internasional. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi pondasi bagi talenta Indonesia untuk mengakses pasar global secara berkelanjutan.

Sejak berdiri pada 2019, Hartono Gan Homme dikenal dengan pendekatan desain yang androgynous dan siluet tegas serta bersih, tidak terikat gender. Ciri khas tersebut tetap dipertahankan dalam koleksi ready-to-wear perdana meski brand kini memasuki jalur retail profesional. Peluncuran ini dianggap memperkuat ekosistem industri fashion nasional melalui sinergi antara kreativitas dan sistem bisnis yang terstruktur.

Visi ke Depan

Peluncuran lini ready-to-wear merupakan langkah untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa mengorbankan identitas desain. Saat ini Hartono Gan menekankan bahwa kualitas craftsmanship tetap menjadi prioritas meskipun formatnya lebih accessible. Hal ini dinilai sebagai pengembangan desain ke konteks yang lebih luas, bukan kompromi.

Tema JF3 tahun 2026, Recrafted: Shaping the Future, menegaskan koneksi antara kreativitas dan sistem bisnis, serta hubungan antara runway dan retail. Kolaborasi antara kreator dan pendampingan operasional diharapkan memperkuat ekosistem industri fashion nasional. Dukungan tersebut dipandang penting untuk mendorong talenta Indonesia menembus pasar global.

Hartono Gan menyatakan keinginan agar kualitas yang menjadi ciri khas brand bisa dinikmati lebih banyak orang. Peluncuran ready-to-wear dianggap bukan sekadar ekspansi, melainkan evolusi desain yang selaras dengan konteks pasar. Harapannya adalah Hartono Gan tetap mempertahankan identitas sambil memperluas akses ke koleksi kapsul.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!