Fedi Nuril Antar Ibunda ke TPU Karet Bivak

Lifestyle Clara Monica 24 Mei 2026 08:59 WIB 6
Fedi Nuril Antar Ibunda ke TPU Karet Bivak

Aktor Fedi Nuril mengantar ibundanya, Gusmawati Nuril, ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Selasa. Jenazah tiba sekitar pukul 11.00 WIB, diiringi suasana duka yang terasa sejak rombongan berangkat dari rumah duka menuju area pemakaman.

Selama prosesi berlangsung, Fedi tampak berusaha tegar di hadapan keluarga dan para pelayat. Namun, ketenangan itu berubah menjadi haru ketika ia turun langsung ke liang lahat dan memimpin rangkaian terakhir untuk sang ibu.

Fedi Nuril di Pemakaman

Fedi terlihat berada di ambulans yang membawa jenazah dari rumah duka ke TPU Karet Bivak. Kehadirannya di kendaraan tersebut menunjukkan kedekatan dan pendampingan penuh hingga proses pemakaman berlangsung. Sepanjang perjalanan, suasana tampak khidmat dan tertib. Keluarga dan pelayat menjaga ketenangan agar prosesi berjalan lancar.

Sesampainya di lokasi, jenazah segera disemayamkan untuk prosesi pemakaman. Para pelayat memberikan penghormatan terakhir dengan penuh kesedihan. Fedi tetap berada di dekat jenazah dan mengikuti seluruh rangkaian. Situasi di sekitar pusara berlangsung dalam suasana doa dan duka mendalam.

Di tengah prosesi, Fedi sempat terlihat tegar saat menyambut para pelayat. Ia berupaya menjaga ketenangan demi menghormati kepergian ibundanya. Namun, ekspresinya mulai berubah ketika momen penguburan semakin dekat. Air muka yang ditunjukkan menggambarkan beratnya perpisahan yang tengah dijalani.

Pemakaman tersebut menjadi perhatian karena Fedi hadir langsung mengiringi sang ibu hingga ke liang lahat. Momen itu memperlihatkan sisi personal seorang publik figur saat menghadapi kehilangan keluarga inti. Meski berada di tengah sorotan, suasana tetap dijaga agar tetap khusyuk. Keluarga besar pun mendampingi proses hingga selesai.

Adzan dan Iqamah

Emosi Fedi memuncak ketika ia turun ke liang lahat untuk prosesi terakhir. Pada saat itu, ia mengumandangkan adzan dan iqamah untuk almarhumah Gusmawati Nuril. Suaranya terdengar bergetar, menahan tangis yang mulai pecah. Momen tersebut membuat suasana pemakaman semakin haru.

Tradisi itu dilakukan sebagai bagian dari penghormatan terakhir kepada jenazah. Fedi menjalankannya dengan penuh kesungguhan di hadapan keluarga dan para pelayat. Di tengah kesedihan, ia tetap berusaha menunaikan kewajiban dengan tenang. Prosesi berlangsung khidmat sebelum jenazah benar-benar dimasukkan ke liang lahat.

Ketika makam mulai ditutup tanah, tangis Fedi pecah. Ia kemudian tampak menangis dalam pelukan istrinya, Calysta Vanny Widyasasti, yang setia menenangkannya. Pelukan itu menjadi penopang di tengah duka yang mendalam. Banyak pelayat ikut terdiam menyaksikan momen penuh emosional tersebut.

Suasana haru tersebut menunjukkan betapa besar kehilangan yang dirasakan Fedi. Kehadiran keluarga terdekat membantu menjaga ketegaran di tengah proses yang berat. Para pelayat juga memberi ruang agar keluarga dapat melewati momen itu dengan tenang. Pemakaman pun berlanjut hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan.

Doa untuk Gusmawati

Setelah suasana mulai tenang, Fedi menaburkan bunga di atas pusara ibundanya. Tindakan itu menjadi penutup simbolik dari prosesi pemakaman yang berlangsung penuh haru. Ia melakukan semuanya dengan ekspresi yang masih menyimpan kesedihan. Momen tersebut menjadi penghormatan terakhir bagi Gusmawati Nuril.

Usai pemakaman, Fedi menyampaikan terima kasih kepada para pelayat yang hadir. Ia juga meminta doa untuk almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ungkapan itu disampaikan dengan singkat namun penuh makna. Permintaan doa menjadi pesan utama yang ia sampaikan kepada publik.

Sebelumnya, Fedi mengabarkan wafatnya sang ibu melalui Instagram Story. Dalam unggahannya, ia menulis kalimat duka dan memohon maaf atas segala kesalahan almarhumah semasa hidup. Ia juga memohon doa agar ibundanya husnul khatimah dan diampuni dosa-dosanya. Pesan tersebut memperlihatkan kedekatan emosional antara anak dan ibu.

Kepergian Gusmawati Nuril meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar. Fedi memilih membagikan kabar duka itu secara singkat sebagai bentuk penghormatan. Publik pun memberi respons simpati atas kehilangan yang dialaminya. Doa dari kerabat dan penggemar terus mengalir bagi almarhumah.

Unggahan Duka Fedi

Unggahan duka Fedi di media sosial memuat pesan yang sarat keikhlasan. Ia menuliskan kalimat istighfar dan menyampaikan bahwa ibundanya berpulang pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 15.53 WIB. Dalam pesan itu, ia juga menyebut nama lengkap almarhumah dengan penuh hormat. Unggahan tersebut langsung menjadi perhatian warganet.

Isi pesan itu menegaskan harapan keluarga agar almarhumah mendapat ampunan dan tempat terbaik. Fedi memohon maaf atas kesalahan ibundanya selama hidup. Ia juga meminta masyarakat mendoakan agar kubur almarhumah dilapangkan. Permintaan itu mencerminkan tradisi doa dalam duka yang lekat di masyarakat Indonesia.

Meski diliputi kehilangan, Fedi tetap menunjukkan ketegaran di hadapan para pelayat. Kehadiran istrinya memberi dukungan emosional yang penting dalam prosesi tersebut. Situasi haru di TPU Karet Bivak menggambarkan kedalaman ikatan keluarga yang ditinggalkan. Momen itu sekaligus menunjukkan sisi manusiawi seorang aktor di tengah duka pribadi.

Pemakaman Gusmawati Nuril berlangsung tertib dan penuh doa dari keluarga, kerabat, serta para pelayat. Rangkaian acara ditutup dengan taburan bunga dan ucapan terima kasih dari Fedi. Suasana duka masih terasa kuat hingga prosesi berakhir. Keluarga berharap doa terus mengalir untuk ketenangan almarhumah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!