Fedi Nuril mengantar jenazah ibunda tercintanya, Gusmawati Nuril, ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Selasa. Jenazah tiba sekitar pukul 11.00 WIB setelah dibawa dari rumah duka menggunakan ambulans, sementara Fedi terlihat mendampingi sejak awal prosesi.
Selama proses pemakaman berlangsung, aktor dan gitaris band Garasi itu tampak berusaha tegar di hadapan keluarga dan para pelayat. Suasana berubah haru ketika ia turun ke liang lahat, lalu mengumandangkan adzan dan iqamah untuk sang ibunda dengan suara bergetar.
Fedi Nuril dan Kepergian Ibunda
Kepergian Gusmawati Nuril meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Fedi Nuril. Prosesi pemakaman dilakukan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, sebagai bentuk penghormatan terakhir. Sejumlah kerabat dan pelayat hadir untuk memberikan doa dan dukungan. Suasana di lokasi berlangsung khidmat sejak jenazah tiba.
Fedi terlihat berada di ambulans yang membawa jenazah dari rumah duka menuju area pemakaman. Kehadirannya di sepanjang perjalanan menunjukkan kedekatan emosional dengan sang ibunda. Meski berusaha tenang, raut wajahnya memperlihatkan kesedihan yang mendalam. Para pelayat pun memberi ruang agar keluarga bisa menjalani prosesi dengan tenang.
Jenazah kemudian disambut di area pemakaman dan dipersiapkan untuk proses penguburan. Fedi tetap berada di sisi keluarga saat doa mulai dipanjatkan. Momen itu menjadi awal dari suasana haru yang semakin terasa. Kehadiran banyak pelayat menunjukkan besarnya empati kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam suasana tersebut, keluarga meminta doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Permintaan itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan penghantaran terakhir. Doa dari para pelayat mengiringi setiap tahap pemakaman. Prosesi berlangsung tertib hingga jenazah siap dimakamkan.
Fedi Nuril Lantunkan Adzan
Keteguhan Fedi Nuril mulai goyah ketika ia turun langsung ke liang lahat. Ia kemudian mengumandangkan adzan dan iqamah untuk ibunda tercinta. Suaranya terdengar bergetar, menahan rasa sedih yang begitu kuat. Momen tersebut membuat suasana pemakaman semakin emosional.
Banyak pelayat terdiam saat Fedi melafalkan adzan dengan penuh kesungguhan. Tradisi itu menjadi bentuk penghormatan terakhir anak kepada orang tua. Di tengah duka, ia tetap berupaya menjalankan prosesi dengan khidmat. Peristiwa itu menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam pemakaman tersebut.
Gugup dan haru terlihat jelas saat Fedi berdiri di samping liang lahat. Ia berusaha menyelesaikan prosesi dengan tabah meski emosinya tidak lagi dapat disembunyikan. Kehadiran keluarga dan kerabat memberi dukungan moral di saat-saat sulit itu. Doa dan bacaan yang dipanjatkan menambah kekhusyukan suasana.
Momen adzan dan iqamah itu menjadi perhatian para pelayat yang hadir di TPU Karet Bivak. Mereka menyaksikan bagaimana seorang anak mengantar ibunya dengan penuh cinta dan penghormatan. Prosesi berlangsung sederhana, namun sangat bermakna bagi keluarga. Kesedihan yang terlihat justru menunjukkan kuatnya ikatan batin di antara keduanya.
Fedi Nuril Tak Kuasa Menahan Tangis
Tangisan Fedi Nuril pecah saat makam mulai ditutup tanah. Ia tak lagi mampu menahan emosinya setelah rangkaian prosesi selesai. Pemain film Ayat-Ayat Cinta itu kemudian menangis dalam pelukan istrinya, Calysta Vanny Widyasasti. Sang istri tampak setia menenangkan Fedi di tengah duka mendalam.
Pelukan keluarga menjadi penopang utama ketika suasana pemakaman mencapai puncak haru. Fedi terlihat beberapa kali menyeka air mata sebelum akhirnya menundukkan kepala. Para pelayat memberi ruang agar ia dapat menenangkan diri. Momen tersebut memperlihatkan beratnya kehilangan yang dialami keluarga.
Meski terpukul, Fedi tetap berusaha mengikuti seluruh prosesi hingga selesai. Ia menunjukkan sikap hormat kepada ibunda dengan tetap berada di lokasi sampai pemakaman rampung. Keputusan itu menegaskan kedekatan emosional yang selama ini terjalin erat. Kesedihan yang ia alami tampak nyata di hadapan para pelayat.
Suasana haru tersebut membuat pemakaman berlangsung penuh empati dan doa. Banyak pihak yang hadir ikut merasakan kehilangan yang sama. Kehadiran sang istri memberi ketenangan di tengah gelombang emosi. Dukungan keluarga menjadi kekuatan penting bagi Fedi dalam menghadapi duka.
Ucapan Terima Kasih Fedi Nuril
Setelah suasana mulai tenang, Fedi Nuril menaburkan bunga di atas pusara ibundanya. Tindakan itu menjadi penutup dari prosesi pemakaman yang sarat emosi. Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada para pelayat yang hadir. Fedi juga meminta doa untuk almarhumah Gusmawati Nuril.
Ucapan itu disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas simpati dan dukungan yang mengalir. Keluarga merasa terbantu dengan kehadiran kerabat, sahabat, dan para pelayat. Doa dari banyak orang diharapkan menjadi pengiring terbaik bagi almarhumah. Permintaan maaf atas kesalahan semasa hidup juga turut disampaikan keluarga.
Sebelumnya, Fedi mengumumkan kabar duka melalui unggahan di Instagram Story. Dalam unggahan itu, ia menuliskan bahwa ibunda tercinta, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, wafat pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 15.53 WIB. Ia juga memohon agar almarhumah diampuni dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik. Unggahan tersebut menjadi awal kabar duka yang kemudian mendapat banyak respons belasungkawa.
Pesan yang disampaikan Fedi mencerminkan harapan keluarga agar almarhumah mendapat husnul khatimah. Ucapan itu sekaligus menjadi ruang bagi publik untuk ikut mendoakan kepergian sang ibunda. Pemakaman di TPU Karet Bivak pun ditutup dengan suasana yang penuh keheningan. Duka yang dirasakan keluarga menjadi pengingat akan pentingnya doa dan penghormatan terakhir.
