Fedi Nuril Antar Ibunda ke TPU Karet Bivak

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 10:43 WIB 8
Fedi Nuril Antar Ibunda ke TPU Karet Bivak

Aktor sekaligus musisi Fedi Nuril mengantar ibunda, Gusmawati Nuril, ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026. Prosesi pemakaman berlangsung haru, dihadiri keluarga yang melepas kepergian almarhumah dengan doa dan tangis. Usai pemakaman, kakak Fedi, Nanda Nuril, mengungkap kondisi kesehatan sang ibu sebelum meninggal dunia di rumah.

Menurut Nanda, Gusmawati sudah lama mengalami gangguan kesehatan, terutama pada paru-paru dan kemampuan menelan. Dokter bahkan sempat menyarankan agar almarhumah hanya mengonsumsi susu karena air putih berisiko masuk ke saluran pernapasan. Kondisi itu kemudian memburuk hingga menjadi momen terakhir keluarga bersama sang ibu.

Kondisi Kesehatan Gusmawati

Nanda menjelaskan bahwa sang ibu sudah berusia mendekati 75 tahun dan mengalami penyakit yang lazim muncul pada usia lanjut. Salah satu gangguan yang paling terlihat adalah masalah pada paru-paru. Selain itu, almarhumah juga kesulitan menelan makanan dan minuman.

Ia menyebut dokter sempat memberi anjuran khusus agar Gusmawati tidak mengonsumsi air putih secara bebas. Anjuran itu diberikan karena ada risiko cairan masuk ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut membuat keluarga harus lebih berhati-hati dalam merawat sang ibu.

Selama masa sakit, almarhumah beberapa kali mengalami tersedak. Namun, keluarga mengaku kondisi menjelang wafat terasa berbeda dari biasanya. Gejala yang muncul membuat keluarga menyadari ada perubahan serius pada keadaan Gusmawati.

Menurut Nanda, penyakit sang ibu mulai terasa sejak Ramadan lalu. Saat itu, Gusmawati mengalami batuk berkepanjangan hingga sulit berbicara. Pemeriksaan medis kemudian menemukan adanya riwayat paru-paru basah dan kelumpuhan pita suara sebelah.

Momen Terakhir Bersama Ibu

Nanda menceritakan bahwa dirinya dipanggil sang ibu setelah terdengar suara seperti orang tersedak usai makan. Saat menghampiri, ia mendapati Gusmawati meminta pertolongan karena kesulitan akibat air putih. Situasi itu menjadi awal dari momen terakhir mereka bersama.

Ia menuturkan ibundanya tampak sangat kesakitan dan bahkan sempat muntah. Menurut Nanda, kondisi tersebut berbeda dari biasanya karena sebelumnya almarhumah tidak pernah menunjukkan keluhan seberat itu. Keluarga pun segera memberi perhatian penuh kepada sang ibu.

Di tengah kondisi lemah, Gusmawati masih sempat meminta dipakaikan baju yang serasi sebelum dibawa ke rumah sakit. Permintaan itu, kata Nanda, mencerminkan kebiasaan sang ibu yang selalu memperhatikan penampilan. Bagi keluarga, momen tersebut terasa sangat mengharukan.

Setelah itu, Nanda mulai menyadari bahwa sang ibu telah memasuki fase sakaratul maut. Ia kemudian membimbing ibundanya melafalkan zikir dan memanjatkan doa. Keluarga berusaha mendampingi dengan tenang hingga akhir hayat.

Doa Dan Ucapan Perpisahan

Nanda mengatakan dirinya memegang tangan sang ibu sambil membacakan kalimat tauhid. Ia berharap proses akhir hidup Gusmawati dimudahkan oleh Allah SWT. Dalam suasana haru, keluarga terus mendoakan yang terbaik bagi almarhumah.

Sebelum ibundanya mengembuskan napas terakhir, Nanda sempat menyampaikan permintaan maaf. Ia juga mengucapkan kalimat cinta kepada sosok yang telah membesarkannya. Ucapan itu menjadi perpisahan terakhir antara anak dan ibu.

Menurut pengakuannya, kepergian Gusmawati berlangsung sangat cepat setelah doa dibacakan. Nanda menyebut semuanya terasa begitu mudah ketika takdir telah datang. Ia pun bersyukur karena sang ibu wafat dalam suasana keluarga yang mendampingi.

Keluarga besar Fedi Nuril kemudian mengiringi almarhumah menuju TPU Karet Bivak dengan penuh duka. Suasana haru tampak menyelimuti proses pemakaman hingga selesai. Kehadiran kerabat dan orang terdekat menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi Gusmawati.

Riwayat Penyakit Sang Ibu

Nanda mengungkapkan bahwa gangguan kesehatan Gusmawati tidak muncul tiba-tiba. Ia menyebut sang ibu sudah mengalami batuk berkepanjangan sebelum kondisinya menurun. Dari situ, keluarga mulai membawa almarhumah menjalani pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan pada pita suara sebelah. Temuan itu kemudian membuat dokter menelusuri kondisi lain yang mungkin menyertai penyakitnya. Dari pemeriksaan lanjutan, keluarga mendapat informasi bahwa almarhumah pernah mengalami paru-paru basah.

Keluarga mengaku tidak menyangka penyakit tersebut berkembang sejauh itu karena Gusmawati sendiri merasa tidak pernah sakit berat sebelumnya. Hal ini membuat proses perawatan menjadi lebih menantang bagi keluarga. Mereka berupaya menjaga kenyamanan almarhumah selama masa pemulihan.

Kepergian Gusmawati meninggalkan duka mendalam bagi Fedi Nuril dan keluarga besar. Meski demikian, keluarga memilih mengenang almarhumah melalui momen kebersamaan dan kasih sayang yang sempat terucap di akhir hayat. Cerita itu menjadi pengingat tentang pentingnya perhatian pada kesehatan di usia lanjut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!