Fedi Nuril Antar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 05:30 WIB 7
Fedi Nuril Antar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir

Aktor sekaligus musisi Fedi Nuril mengantar ibundanya, Gusmawati Nuril, ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Prosesi pemakaman berlangsung haru, sementara keluarga kemudian mengungkap kondisi kesehatan almarhumah sebelum meninggal dunia di rumah.

Kakak Fedi, Nanda Nuril, menjelaskan bahwa sang ibu telah lama memiliki gangguan kesehatan terkait paru-paru dan kesulitan menelan. Ia juga menceritakan detik-detik terakhir sebelum ibundanya berpulang, termasuk momen saat keluarga berusaha memberi pertolongan di tengah kondisi yang terus menurun.

Riwayat Kesehatan Ibu

Nanda mengatakan bahwa usia ibundanya yang mendekati 75 tahun membuat sejumlah keluhan kesehatan mulai muncul. Salah satunya adalah gangguan paru-paru yang telah dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut penuturannya, dokter sempat menyarankan agar Gusmawati hanya mengonsumsi susu. Saran itu diberikan karena air putih dikhawatirkan masuk ke saluran pernapasan.

Ia menambahkan, sang ibu memang kerap mengalami tersedak, tetapi kondisi menjelang wafat terasa berbeda dari biasanya. Saat itu, rasa sakit yang dialami terlihat jauh lebih berat dan membuat keluarga waspada.

Detik Menjelang Kepergian

Nanda mengenang momen ketika ibundanya memanggil dirinya usai mengalami tersedak air putih. Ia langsung mendatangi sang ibu dan mencoba menenangkan keadaan.

Menurutnya, Gusmawati sempat muntah dan tampak sangat kesakitan. Kondisi itu membuat keluarga segera memberikan perhatian penuh dan bersiap membawa ke rumah sakit.

Di tengah situasi tersebut, sang ibu masih sempat meminta dipakaikan baju yang serasi. Permintaan itu menunjukkan kebiasaan almarhumah yang dikenal menyukai penampilan yang rapi dan matching.

Doa dan Perpisahan

Setelah menyadari kondisi ibundanya berada di fase sakaratul maut, Nanda membimbing Gusmawati melafalkan zikir. Ia menggenggam tangan sang ibu sambil terus mendampingi hingga napas terakhir.

Dalam suasana penuh haru, Nanda turut berdoa agar proses kepergian ibundanya dimudahkan oleh Allah SWT. Ia berharap sang ibu mendapat tempat terbaik dan terbebas dari rasa sakit.

Sebelum sang ibu berpulang, Nanda sempat membisikkan permintaan maaf dan ungkapan cinta. Ia mengaku momen itu terjadi begitu cepat, namun menjadi perpisahan terakhir yang akan selalu diingat.

Sakit Sejak Ramadan

Nanda mengungkapkan bahwa gejala penyakit ibundanya mulai terasa sejak bulan Ramadan lalu. Saat itu, Gusmawati mengalami batuk berkepanjangan dan mulai kesulitan berbicara.

Dari hasil pemeriksaan awal, dokter menduga adanya lumpuh pita suara pada salah satu sisi. Pemeriksaan lanjutan kemudian menunjukkan bahwa sang ibu pernah mengalami paru-paru basah.

Keluarga mengaku tidak mengetahui riwayat sakit tersebut sebelumnya karena Gusmawati tidak merasa pernah mengalami keluhan berat. Kondisi itu membuat kepergian sang ibu terasa mengejutkan sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!