Fakta Susu Kental Manis, Benarkah Tidak Mengandung Susu?

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 22:36 WIB 2
Fakta Susu Kental Manis, Benarkah Tidak Mengandung Susu?

Susu kental manis kembali menjadi sorotan setelah warganet mempertanyakan kandungan gizinya di media sosial. Produk yang kerap dipakai untuk kopi, roti bakar, martabak, dan dessert ini dinilai terlalu manis sehingga memunculkan anggapan bahwa kandungan susunya sangat sedikit.

Padahal, susu kental manis tetap merupakan produk olahan susu yang dibuat melalui proses penguapan air dan penambahan gula. Lalu, bagaimana sebenarnya kandungan susu kental manis, dan mengapa produk ini tidak bisa disamakan dengan susu cair?

Proses Susu Kental Manis

Tekstur kental pada susu kental manis berasal dari proses evaporasi, yaitu penguapan sebagian besar air dalam susu. Proses ini membuat padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi, sehingga teksturnya terasa lebih pekat dan creamy.

Penambahan gula bukan hanya berfungsi memberi rasa manis, tetapi juga membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Karena itu, susu kental manis dapat bertahan lebih lama selama penyimpanan.

Dalam praktiknya, susu kental manis dibuat dari campuran susu dan gula yang dipanaskan hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Hasil akhirnya tetap berupa produk susu, bukan sekadar gula beraroma susu.

Aturan BPOM Terkait

Menurut Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini sejalan dengan acuan internasional Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk.

Sebelumnya, definisi serupa juga tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Aturan tersebut menjelaskan bahwa susu kental manis adalah produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula.

Sejumlah produk di pasaran juga masih mencantumkan kandungan susu dalam komposisi mereka, termasuk susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk. Data itu memperkuat bahwa susu kental manis memang tetap mengandung unsur susu.

Kandungan Susu Tetap Ada

Meski memiliki rasa manis yang dominan, kandungan susu di dalam susu kental manis tidak hilang sepenuhnya. Protein susu, lemak susu, laktosa, dan sejumlah mineral alami masih tetap terdapat di dalamnya.

Yang membedakan adalah tambahan gula yang membuat profil rasa dan gizinya tidak sama dengan susu segar. Karena itulah, susu kental manis tidak dapat diposisikan sebagai pengganti susu harian.

Anggapan bahwa produk ini sama sekali tidak mengandung susu juga tidak sepenuhnya benar. Yang lebih tepat, susu kental manis adalah olahan susu dengan tambahan gula yang membuat karakter rasanya lebih manis.

Cara Konsumsi Yang Bijak

Susu kental manis tetap dapat dinikmati selama porsinya diperhatikan dengan baik. Produk ini masih lazim digunakan sebagai pelengkap pada berbagai makanan dan minuman tradisional Indonesia.

Membaca label gizi menjadi langkah penting untuk mengetahui kandungan gula dalam satu sajian. Jika dikonsumsi sesuai takaran saji, asupan gula dari satu sajian umumnya masih dapat dikendalikan.

BPOM juga melarang pernyataan atau visualisasi yang menampilkan susu kental manis sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu atau satu-satunya sumber gizi. Karena itu, penggunaannya sebaiknya dibatasi secukupnya agar tidak menimbulkan salah persepsi tentang manfaatnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!