Rien Wartia Trigina, yang akrab disapa Erin, menolak tawaran damai dari mantan asisten rumah tangganya, Herawati. Sikap itu diambil karena ia menilai tuduhan yang beredar telah merusak nama baik dan integritasnya. Erin menegaskan keputusan tersebut disampaikan di tengah berjalannya proses hukum di Jakarta Selatan. Ia juga menyebut ingin agar fakta yang sebenarnya terungkap secara terbuka.
Erin mengatakan dirinya bukan tidak mau berdamai, namun merasa fitnah yang menyeret namanya sudah terlalu jauh. Menurut dia, tuduhan penganiayaan dan ancaman dengan senjata tajam telah membentuk persepsi yang sangat buruk di lingkungan sekitarnya. Karena itu, ia memilih melanjutkan langkah hukum bersama tim kuasa hukumnya. Kasus ini pun kembali menjadi sorotan publik karena kedua pihak saling melaporkan.
Erin Tolak Perdamaian
Erin menyatakan, menerima perdamaian dalam kondisi seperti ini justru berisiko dianggap mengakui tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menilai pilihan itu tidak sejalan dengan upaya menjaga martabat dan nama baiknya. Dalam keterangannya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, ia menegaskan ingin memperjuangkan keadilan. Sikap tersebut menjadi alasan utama mengapa ia tidak menempuh jalan kekeluargaan.
Ia mengaku keberatan dengan narasi yang menyebut dirinya mencakar, mencekik, menendang, hingga menodong pisau. Menurut Erin, tuduhan itu telah melampaui batas dan sangat merugikan dirinya. Ia juga menyebut banyak orang di sekitarnya mulai memandang dirinya secara negatif akibat pemberitaan tersebut. Kondisi itu membuatnya memilih jalur formal agar persoalan bisa diuji melalui bukti.
Erin menegaskan bahwa dirinya ingin proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ia berharap tidak ada lagi narasi yang memojokkan sebelum fakta diungkap penyidik. Menurut dia, keputusan untuk bertahan di jalur hukum merupakan bentuk tanggung jawab terhadap nama baik keluarga. Karena itu, ia meminta publik menunggu hasil pemeriksaan aparat.
Laporan Balik Diperkuat Bukti
Didampingi kuasa hukum, Erin memastikan laporan balik yang telah dibuat akan terus dikawal. Ia menaruh harapan pada bukti-bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV di kediamannya. Menurut dia, alat bukti tersebut dapat menjelaskan rangkaian peristiwa secara objektif. Erin ingin agar penyidik menilai perkara ini berdasarkan data, bukan asumsi.
Ia juga menyebut telah membuat dua laporan terkait fitnah dan pencemaran nama baik di Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan itu disertai dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Langkah tersebut diambil setelah merasa tuduhan yang beredar sangat merugikan dirinya secara pribadi maupun sosial. Erin berharap proses ini memberi efek jera bagi pihak yang menyebarkan informasi keliru.
Dalam pandangannya, proses hukum menjadi jalan paling tepat untuk membuktikan siapa yang benar dan salah. Ia menilai penyelesaian melalui tekanan publik tidak cukup adil bagi dirinya. Karena itu, seluruh bukti disebut akan diserahkan sepenuhnya kepada penyidik. Erin pun meminta agar kasus ini diputus berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Awal Perseteruan Memanas
Perselisihan ini bermula ketika Herawati, mantan ART Erin, mengaku mendapat perlakuan kasar dan ancaman. Ia kemudian membawa persoalan tersebut ke DPR RI untuk meminta perlindungan. Pengakuan itu memicu reaksi keras dari pihak Erin. Sejak saat itu, hubungan kedua belah pihak semakin memburuk.
Pihak Herawati sempat membuka peluang damai dengan sejumlah syarat, termasuk pengakuan kesalahan dari Erin. Namun, syarat tersebut tidak diterima karena Erin menolak dianggap bersalah atas tuduhan yang dibantahnya. Situasi itu membuat ruang kompromi semakin sempit. Akibatnya, kedua kubu memilih menempuh jalur masing-masing.
Erin juga mengklaim memiliki bukti bahwa Herawati kerap melanggar privasi keluarga, termasuk memotret anak-anaknya tanpa izin. Ia bahkan menuding ada perilaku merokok di area rumah yang tidak semestinya. Klaim tersebut menjadi bagian dari pembelaan yang ia siapkan dalam proses penyidikan. Meski demikian, kebenaran seluruh tuduhan masih menunggu pembuktian aparat.
Proses Hukum Masih Berjalan
Saat ini, kedua belah pihak sama-sama melaporkan satu sama lain ke kepolisian. Kondisi itu membuat perkara semakin kompleks dan menyita perhatian publik. Erin menegaskan dirinya siap menghadapi seluruh tahapan hukum yang diperlukan. Ia menganggap langkah tersebut sebagai satu-satunya cara untuk mengembalikan nama baiknya.
Melalui tim kuasa hukum, Erin berharap penyidik menelusuri setiap keterangan secara cermat. Ia menilai kehadiran bukti digital dapat membantu mengurai peristiwa yang sebenarnya terjadi. Menurut dia, penyelesaian berbasis fakta jauh lebih penting daripada sekadar kesepakatan damai. Karena itu, ia memilih untuk tidak mundur dari laporan yang sudah diajukan.
Kasus ini kini masih bergulir di kepolisian dan menunggu pendalaman lebih lanjut. Publik pun menanti apakah bukti-bukti yang diklaim masing-masing pihak dapat memperkuat posisi hukum mereka. Erin menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ia ingin keadilan ditegakkan. Ia berharap proses ini menjadi pelajaran agar tuduhan serupa tidak kembali merugikan pihak lain.
