Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 05:31 WIB 7
Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Rien Wartia Trigina atau Erin menegaskan menolak tawaran damai dari mantan asisten rumah tangganya, Herawati, dalam polemik yang kini berlanjut ke ranah hukum. Keputusan itu diambil karena Erin menilai nama baiknya telah tercemar oleh tuduhan yang dianggap sangat merugikan.

Didampingi kuasa hukum, mantan istri Andre Taulany itu menyebut tuduhan penganiayaan hingga ancaman dengan senjata tajam sebagai fitnah yang tidak bisa diterima. Ia menegaskan akan tetap mengawal laporan balik yang telah diajukan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Tegaskan Tolak Damai

Erin menilai tawaran damai tidak tepat untuk ditempuh dalam situasi ini. Ia mengatakan, menerima perdamaian justru dapat dipersepsikan sebagai bentuk pengakuan atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Menurut Erin, dirinya tidak sedang menghindari penyelesaian masalah. Namun, ia merasa harus mempertahankan kebenaran dan melindungi integritas pribadi serta keluarganya.

Ia juga menyebut bahwa tuduhan yang beredar telah memengaruhi cara orang lain memandang dirinya. Kondisi itu, kata dia, menjadi beban tersendiri karena narasi yang muncul dinilainya sangat memojokkan.

Erin menegaskan tidak ingin kasus ini selesai hanya demi kesepakatan formal. Baginya, proses hukum harus tetap berjalan agar tidak ada kesan pembiaran terhadap fitnah.

Singgung Tuduhan Berat

Dalam keterangannya, Erin menyoroti sejumlah tuduhan yang dinilainya terlalu jauh. Ia menyebut narasi yang menyebut dirinya mencakar, mencekik, menendang, hingga menodong pisau sebagai hal yang keterlaluan.

Ia menilai tuduhan tersebut telah masuk ke wilayah yang serius karena menyangkut reputasi dan kehormatannya. Erin mengatakan, pembingkaian kasus ini sudah sangat buruk dan merugikan dirinya secara pribadi.

Menurut Erin, tuduhan yang tidak sesuai fakta bisa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia mengaku sedih karena orang-orang di sekitarnya ikut menilai dirinya berdasarkan informasi yang belum terbukti.

Erin menegaskan, dirinya tidak ingin diam ketika merasa difitnah. Ia memilih menyampaikan keberatan secara terbuka agar publik mengetahui posisinya dalam perkara ini.

Ajukan Laporan Balik

Selain menolak damai, Erin memastikan laporan balik terhadap Herawati tetap berjalan. Laporan itu diajukan atas dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan pelanggaran Undang-Undang ITE.

Ia menyebut sudah ada dua laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Selatan. Langkah tersebut, menurutnya, diambil setelah mempertimbangkan dampak tuduhan yang terus berkembang.

Erin berharap penyidik dapat memeriksa seluruh bukti yang ada secara objektif. Ia menilai proses hukum adalah jalan paling tepat untuk menemukan fakta sebenarnya.

Dengan menempuh jalur hukum, Erin berharap ada efek jera bagi pihak yang menyebarkan tuduhan. Ia juga menegaskan tidak akan mencabut langkah hukum yang sudah ditempuh.

Fakta Masih Diselidiki

Perseteruan ini bermula ketika Herawati mengaku mendapat perlakuan kasar dan ancaman. Ia kemudian membawa persoalan tersebut ke DPR RI untuk meminta perlindungan.

Di sisi lain, pihak Herawati sempat membuka ruang damai dengan sejumlah syarat, termasuk pengakuan kesalahan dari Erin. Namun, syarat itu ditolak karena Erin menganggap dirinya justru korban fitnah.

Erin mengklaim memiliki bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran privasi di rumahnya. Ia menyebut ada rekaman CCTV yang dapat membantu membuktikan duduk perkara secara utuh.

Kasus ini kini masih berproses di kepolisian dan kedua belah pihak saling mempertahankan klaim masing-masing. Publik menanti hasil penyidikan untuk memastikan siapa yang paling bertanggung jawab dalam polemik tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!