Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 23:04 WIB 8
Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Rien Wartia Trigina atau Erin menegaskan penolakannya terhadap tawaran perdamaian dari mantan asisten rumah tangganya, Herawati, dalam polemik yang terus bergulir di Jakarta. Keputusan itu diambil karena Erin menilai tuduhan yang dilontarkan telah merusak nama baik dan integritas pribadinya.

Di hadapan awak media di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 20 Mei 2026, Erin menyebut dirinya tidak menolak damai tanpa alasan. Namun, ia menilai jalan damai tidak tepat jika justru memberi kesan seolah-olah dirinya mengakui tuduhan yang menurutnya tidak benar.

Sikap Tegas Erin

Erin mengatakan dirinya bukan tidak mau berdamai, tetapi ia merasa nama baiknya sudah terlanjur rusak. Ia menilai fitnah yang beredar telah membuat orang di sekitarnya ikut memandang dirinya secara negatif. Karena itu, ia memilih mempertahankan sikap tegas di tengah polemik yang menyita perhatian publik.

Ibu tiga anak itu menyebut, framing yang muncul terhadap dirinya sudah sangat memojokkan. Menurutnya, situasi tersebut membuat dirinya terlihat buruk di mata banyak orang tanpa dasar yang jelas. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang diterimanya tidak bisa dianggap sepele.

Erin juga mengaku keberatan dengan narasi yang menyebut dirinya melakukan penganiayaan. Ia menilai tudingan mencakar, mencekik, menendang, hingga menodong pisau sebagai fitnah yang sangat berlebihan. Baginya, tuduhan itu sudah melampaui batas kewajaran.

Alasan Menolak Damai

Dalam penjelasannya, Erin menuturkan bahwa menerima perdamaian di kondisi saat ini bisa diartikan sebagai pengakuan. Ia tidak ingin langkah tersebut dipahami sebagai bentuk pembenaran atas tuduhan yang diarahkan kepadanya. Karena itu, ia merasa perlu menempuh jalur hukum.

Erin menegaskan dirinya harus memperjuangkan keadilan atas nama baik yang menurutnya telah tercoreng. Ia tidak ingin dianggap mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Menurutnya, pembelaan diri harus dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur hukum.

Dalam keterangan yang sama, Erin juga menolak anggapan bahwa perdamaian otomatis menyelesaikan persoalan. Ia menilai penyelesaian tanpa kejelasan fakta justru berpotensi menutup kebenaran. Oleh sebab itu, ia memilih untuk tidak mengambil jalan kekeluargaan dalam perkara ini.

Laporan Balik Berjalan

Didampingi tim kuasa hukum, Erin menyatakan akan terus mengawal laporan balik yang telah diajukan ke kepolisian. Ia berharap proses penyelidikan dapat mengungkap fakta secara utuh dan objektif. Rekaman CCTV di kediamannya disebut menjadi salah satu bukti yang diharapkan dapat memperjelas duduk perkara.

Erin menegaskan bahwa dirinya ingin proses hukum bekerja sesuai fakta yang sebenarnya. Ia juga berharap ada efek jera bagi pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar. Menurutnya, langkah hukum menjadi cara paling tepat untuk menguji kebenaran.

Ia menyebut telah membuat dua laporan di Polres Metro Jakarta Selatan, yakni terkait fitnah, pencemaran nama baik, dan dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE. Erin menilai laporan itu penting agar posisinya sebagai pihak yang merasa dirugikan bisa mendapat perlindungan hukum. Dengan begitu, ia berharap kebenaran bisa dibuktikan secara resmi.

Awal Perseteruan

Perseteruan ini bermula ketika Herawati, mantan ART Erin, mengaku mendapat perlakuan kasar dan ancaman. Ia kemudian membawa kasus tersebut ke DPR RI untuk meminta perlindungan. Pengakuan itu memicu polemik yang meluas di ruang publik.

Pihak Herawati sebelumnya menyatakan bersedia berdamai dengan sejumlah syarat, termasuk adanya pengakuan kesalahan dari Erin. Namun, syarat tersebut tidak diterima oleh Erin karena dianggap bertentangan dengan keyakinannya atas fakta yang sebenarnya. Situasi itu membuat jalur penyelesaian damai tidak menemukan titik temu.

Di sisi lain, Erin mengklaim memiliki bukti bahwa Herawati justru kerap melanggar privasi keluarganya. Ia menyebut ada tindakan memotret anak-anaknya tanpa izin hingga merokok di dalam rumah. Saat ini, kedua belah pihak sama-sama menempuh jalur hukum dan proses di kepolisian masih berjalan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!