Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 22:03 WIB 7
Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Rien Wartia Trigina atau Erin menegaskan tidak akan menerima tawaran perdamaian dari mantan asisten rumah tangganya, Herawati, dalam polemik yang tengah bergulir. Keputusan itu diambil karena Erin menilai tuduhan yang diarahkan kepadanya telah mencoreng nama baik dan integritas pribadi.

Dalam pernyataannya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu malam, 20 Mei 2026, Erin menyebut narasi yang beredar sudah sangat merugikan dirinya. Ia menegaskan akan tetap menempuh jalur hukum, termasuk mengawal laporan balik yang sudah ia ajukan ke kepolisian.

Penolakan Damai

Erin mengatakan dirinya bukan menolak damai tanpa alasan, melainkan karena merasa nama baiknya sudah terlanjur rusak. Ia menyebut fitnah yang beredar membuat orang-orang di sekitarnya menilai dirinya secara keliru. Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan framing yang sangat buruk terhadap dirinya.

Ia menilai permintaan maaf atau kesepakatan damai justru dapat dipersepsikan sebagai pengakuan atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Karena itu, Erin memilih untuk tidak mengambil jalur kekeluargaan dalam perkara tersebut. Ia menilai langkah itu tidak sejalan dengan upaya mempertahankan keadilan.

Di hadapan awak media, Erin menegaskan bahwa dirinya tidak ingin dianggap mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukan. Ia mengatakan, jika menerima damai dalam posisi merasa benar, maka akan muncul kesan seolah dirinya bersalah. Sikap itu menjadi alasan utama ia tetap bertahan pada proses hukum.

Tuduhan yang Mencederai

Erin menyebut tuduhan yang diarahkan kepadanya sudah masuk kategori serius. Ia keberatan dengan narasi yang menuding dirinya melakukan penganiayaan, mulai dari mencakar, mencekik, menendang, hingga menodongkan pisau. Menurutnya, klaim tersebut sangat berlebihan dan tidak dapat diterima.

Ia menilai tuduhan itu bukan sekadar kesalahpahaman, melainkan fitnah yang berpotensi merusak reputasinya secara luas. Erin juga menyebut dampak tuduhan tersebut terasa hingga lingkaran pertemanan dan lingkungan sosialnya. Karena itu, ia merasa perlu mengambil langkah hukum untuk meluruskan persoalan.

Dalam penjelasannya, Erin menekankan bahwa dirinya dirugikan bukan hanya secara pribadi, tetapi juga secara sosial. Ia mengatakan banyak orang mulai memandang dirinya dengan asumsi yang salah. Situasi itu, menurutnya, membuat persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf.

Laporan Balik Berjalan

Didampingi tim kuasa hukum, Erin memastikan akan terus mengawal laporan balik yang telah diajukan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Ia berharap penyidik dapat mengungkap fakta secara objektif berdasarkan bukti yang tersedia. Menurutnya, proses hukum harus dibiarkan bekerja sesuai aturan.

Erin menyebut salah satu bukti penting dalam perkara ini adalah rekaman CCTV dari kediamannya. Ia meyakini bukti tersebut dapat memperjelas situasi dan menunjukkan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar. Karena itu, ia meminta publik menunggu hasil penyelidikan.

Ia juga mengatakan laporan yang dibuatnya berkaitan dengan dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan pelanggaran Undang-Undang ITE. Erin berharap langkah tersebut dapat memberi efek jera kepada pihak yang dinilainya telah menyebarkan tuduhan tanpa dasar. Ia menegaskan akan tetap mengikuti seluruh tahapan hukum yang berjalan.

Akar Perseteruan

Perselisihan ini bermula saat Herawati, mantan ART Erin, mengaku mengalami perlakuan kasar dan ancaman. Ia kemudian membawa persoalan itu ke DPR RI untuk meminta perlindungan. Kasus tersebut lantas berkembang menjadi perhatian publik.

Pihak Herawati sebelumnya menyatakan terbuka untuk berdamai, tetapi dengan syarat tertentu, termasuk adanya pengakuan kesalahan dari Erin. Namun, tawaran itu tidak diterima oleh Erin. Sebaliknya, ia justru mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik Herawati.

Erin juga mengklaim memiliki bukti bahwa Herawati kerap melanggar privasi keluarga, termasuk memotret anak-anaknya tanpa izin dan merokok di dalam rumah. Hingga kini, kedua pihak sama-sama melapor, sementara proses penyidikan masih berlangsung. Situasi tersebut membuat perkara ini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!