Erin Tolak Damai dengan Mantan ART, Pilih Jalur Hukum

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 02:34 WIB 7
Erin Tolak Damai dengan Mantan ART, Pilih Jalur Hukum

Rien Wartia Trigina atau Erin menegaskan penolakannya terhadap tawaran perdamaian dari mantan asisten rumah tangganya, Herawati. Keputusan itu diambil karena Erin menilai nama baik dan integritasnya telah tercoreng oleh tuduhan yang beredar. Ia memilih tetap menempuh jalur hukum agar persoalan ini diuji berdasarkan fakta. Pernyataan tersebut disampaikan Erin di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 20 Mei 2026.

Erin menilai, tuduhan yang diarahkan kepadanya sudah melampaui batas karena menyangkut penganiayaan hingga ancaman dengan senjata tajam. Menurutnya, jika ia menerima perdamaian tanpa proses yang jelas, hal itu dapat dianggap sebagai pengakuan atas tuduhan yang dinilai tidak benar. Ia juga menyebut dampak fitnah itu telah memengaruhi pandangan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, ia menegaskan akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

Penolakan Erin

Erin mengatakan dirinya bukan menutup pintu damai, namun ia merasa posisi tawar itu tidak adil. Ia menilai nama baiknya sudah terlanjur rusak akibat narasi yang beredar di ruang publik. Dalam pandangannya, menerima perdamaian tanpa pembuktian justru akan memperkuat kesan bahwa tuduhan tersebut benar. Ia pun memilih untuk mempertahankan sikap tegas.

Ibu tiga anak itu menyebut, tuduhan yang menuduhnya mencakar, mencekik, menendang, hingga menodongkan pisau merupakan fitnah yang sangat berat. Ia menilai narasi semacam itu telah memojokkannya dan menimbulkan penilaian negatif dari orang lain. Erin menambahkan, framing yang muncul membuat dirinya seolah-olah bersalah sebelum ada putusan hukum. Karena itu, ia ingin semua tuduhan diuji secara terbuka.

Erin juga menegaskan bahwa dirinya ingin mempertaruhkan keadilan, bukan sekadar mencari jalan pintas. Ia khawatir permintaan maaf atau kesediaan damai akan dipahami sebagai pengakuan atas perbuatan yang tidak ia lakukan. Dalam penjelasannya, proses hukum menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan nama baiknya. Sikap itu, menurut Erin, harus dijalankan hingga tuntas.

Bukti dan laporan balik

Didampingi kuasa hukum, Erin menyatakan telah menyiapkan langkah hukum lanjutan terhadap pihak yang dianggap mencemarkan namanya. Ia berharap bukti yang dimiliki, termasuk rekaman CCTV di kediamannya, dapat memperlihatkan peristiwa yang sebenarnya. Menurutnya, rekaman tersebut penting untuk membantah berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia ingin proses penyidikan berjalan berdasarkan data, bukan asumsi.

Erin mengatakan dirinya sudah membuat laporan atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Ia juga menyebut laporan itu berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dua laporan tersebut telah masuk ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dengan demikian, persoalan ini kini berada dalam penanganan aparat kepolisian.

Ia menegaskan keinginannya agar proses hukum bekerja sesuai fakta yang ada. Erin juga berharap perkara ini memberi efek jera kepada pihak yang dinilai menyebarkan tuduhan tidak benar. Menurutnya, langkah hukum yang diambil bukan untuk memperpanjang konflik, melainkan untuk mencari keadilan. Ia ingin nama baiknya dipulihkan melalui mekanisme yang sah.

Awal perseteruan

Perselisihan ini bermula saat Herawati, mantan ART Erin, mengaku mendapat perlakuan kasar dan ancaman. Ia kemudian membawa kasus tersebut ke DPR RI untuk meminta perlindungan. Pernyataan itu memicu perhatian publik karena menyangkut konflik di lingkungan rumah tangga selebritas. Sejak saat itu, kasus keduanya mulai mendapat sorotan luas.

Pihak Herawati sempat menyampaikan kesediaan untuk berdamai, namun dengan syarat tertentu. Salah satu syarat yang disebut adalah pengakuan kesalahan dari pihak Erin. Akan tetapi, tawaran tersebut tidak diterima karena Erin merasa tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Perbedaan sikap itu membuat penyelesaian secara kekeluargaan gagal terwujud.

Setelah itu, Erin melaporkan balik Herawati ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang dianggap merugikannya. Erin juga mengklaim memiliki bukti bahwa Herawati kerap melanggar privasi keluarga, termasuk memotret anak-anak tanpa izin dan merokok di area rumah. Hingga kini, kedua pihak masih menjalani proses hukum masing-masing.

Proses hukum berlanjut

Saat ini, perkara antara Erin dan Herawati masih terus berjalan di kepolisian. Kedua pihak sama-sama telah menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan versi masing-masing. Situasi itu membuat konflik keduanya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Publik pun menunggu hasil penyelidikan aparat secara menyeluruh.

Erin menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti seluruh proses yang berlaku. Ia berharap penyidik dapat menilai perkara berdasarkan bukti, kesaksian, dan fakta lapangan. Baginya, penyelesaian yang adil jauh lebih penting daripada kesepakatan damai yang dinilai tidak seimbang. Ia ingin nama baiknya kembali pulih melalui keputusan yang objektif.

Kasus ini menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana konflik personal dapat berkembang menjadi perkara hukum yang lebih serius. Tuduhan yang saling dilayangkan membuat hubungan kedua pihak semakin memanas. Di sisi lain, publik kini menantikan pembuktian dari masing-masing kubu. Proses hukum diharapkan dapat memberi kejelasan atas sengketa yang sedang berlangsung.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!