Erin Buka CCTV untuk Bantah Tuduhan Mantan ART

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 21:56 WIB 6
Erin Buka CCTV untuk Bantah Tuduhan Mantan ART

Rien Wartia Trigina atau Erin merespons pengaduan mantan asisten rumah tangganya, Herawati, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi III DPR RI pada Senin, 18 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengklaim memiliki bukti rekaman CCTV untuk membantah tuduhan dugaan penganiayaan yang diarahkan kepadanya.

Erin menyebut rekaman tersebut berasal dari kamera di rumahnya dan sudah dipindahkan ke hard disk sebagai bahan pembelaan. Ia juga menegaskan, seluruh aktivitas di rumah, termasuk yang berkaitan dengan tuduhan kekerasan, terekam melalui belasan kamera pengawas.

CCTV Jadi Alat Bantahan

Erin mengatakan ada 14 kamera CCTV di rumahnya yang merekam aktivitas sehari-hari, termasuk saat Herawati bekerja di rumah tersebut. Menurut dia, rekaman itu menjadi bukti penting untuk menjawab tudingan yang menyebut dirinya melakukan penganiayaan.

Ia menuturkan bahwa tuduhan seperti menusuk dengan pisau, mencekik, mencakar, dan memukul dapat dicek langsung melalui rekaman yang disimpannya. Erin menilai bukti visual tersebut memperlihatkan situasi yang sebenarnya terjadi di rumahnya.

Dalam pernyataannya, Erin juga menyebut rekaman itu mencakup periode tiga minggu sejak Herawati mulai bekerja hingga keluar dari rumah. Ia berharap dokumen digital tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk mengklarifikasi persoalan yang tengah bergulir.

Persoalan Ponsel dan Saksi

Selain membantah tuduhan kekerasan, Erin juga menyinggung polemik terkait handphone yang sempat menjadi perdebatan dalam kasus ini. Ia mengaku memiliki bukti bahwa dirinya tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan.

Erin menyampaikan bahwa ada saksi di rumah yang dapat menguatkan keterangannya, termasuk dua orang pembantu yang mengetahui peristiwa tersebut. Menurut dia, bukti dan keterangan saksi penting untuk meluruskan informasi yang beredar di publik.

Ia menegaskan, seluruh penjelasan itu disiapkan untuk menunjukkan bahwa tuduhan terhadap dirinya tidak berdasar. Erin berharap fakta yang ada dapat menepis kesan negatif yang terlanjur terbentuk di masyarakat.

Larangan Merokok di Rumah

Erin juga mempersoalkan kebiasaan Herawati merokok di area dapur rumahnya sejak awal bekerja. Ia menilai tindakan itu tidak bisa diterima karena dirinya dan anak-anak tidak merokok.

Menurut Erin, larangan merokok sudah disampaikan sejak beberapa hari pertama Herawati bekerja. Ia menegaskan bahwa tidak ada penghuni rumah yang diperbolehkan merokok di dalam rumah.

Ia mengatakan kebiasaan tersebut dinilai mengganggu kesehatan keluarga, terutama anak-anak yang tinggal di rumah. Erin juga menyebut perilaku itu tidak ditemukan pada ART lain yang pernah bekerja di kediamannya.

Langkah Hukum Berlanjut

Selain soal CCTV dan kebiasaan merokok, Erin menyebut ada sejumlah perilaku Herawati yang menurutnya tidak sopan selama tinggal di rumah. Namun, ia tidak merinci perilaku yang dimaksud dalam kesempatan tersebut.

Erin menegaskan akan terus menempuh jalur hukum untuk memulihkan nama baiknya. Ia menilai kasus ini telah merugikan reputasinya di ruang publik.

Dalam pernyataannya, Erin menyebut apa yang terjadi sebagai bentuk pembunuhan karakter yang harus dilawan dengan bukti. Ia berharap proses hukum dapat memberi kejelasan atas semua tudingan yang diarahkan kepadanya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!