Erin Bantah Tuduhan, Rekaman CCTV Disebut Ungkap Fakta Baru

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 11:36 WIB 6
Erin Bantah Tuduhan, Rekaman CCTV Disebut Ungkap Fakta Baru

Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Rien Wartia Trigina atau Erin terhadap mantan asisten rumah tangganya, Herawati, memasuki babak baru setelah kuasa hukum pihak terlapor mengklaim menemukan rekaman kamera pengawas yang dinilai mengubah arah perkara. Temuan itu disebut memperlihatkan situasi yang berbeda dari narasi kekerasan yang selama ini disampaikan pihak pelapor.

Tim hukum Erin menyebut rekaman dari sejumlah titik CCTV di kediaman kliennya menunjukkan adanya tindakan tarik-menarik dan dugaan kekerasan fisik yang justru dilakukan Herawati. Bukti tersebut kini dijadikan dasar untuk menyiapkan pembelaan hukum, sekaligus menantang klaim yang berkembang di ruang publik.

CCTV Ungkap Versi Berbeda

Kuasa hukum Erin, Farhanaz Maharani, mengatakan rekaman kamera pengawas memperlihatkan kondisi yang berlawanan dengan tuduhan yang beredar. Menurutnya, tangan Erin justru ditarik secara paksa oleh Herawati saat perselisihan terjadi di rumah tersebut. Ia menegaskan bahwa temuan itu menjadi hal mengejutkan bagi pihaknya.

Farhanaz menyampaikan bahwa hasil pengamatan pada rekaman CCTV menunjukkan kliennya berupaya menolak saat dipaksa keluar untuk menemui polisi. Ia menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan fisik. Karena itu, pihaknya menempatkan rekaman itu sebagai poin krusial dalam pembelaan.

Tim kuasa hukum juga menyebut narasi yang dibangun pihak pelapor tidak sejalan dengan fakta visual yang mereka lihat. Mereka menilai publik perlu melihat keseluruhan peristiwa secara utuh, bukan hanya berdasarkan satu versi cerita. Rekaman tersebut, menurut mereka, akan menjadi alat penting untuk menguji kebenaran.

Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan

Adlina Amalia dari tim hukum Erin mengatakan ada kejanggalan dalam keterangan Herawati di media maupun dalam forum rapat dengar pendapat. Ia menyebut mantan ART itu diduga berteriak meminta tolong sambil melakukan kontak fisik yang kasar. Situasi tersebut dinilai bertolak belakang dengan penggambaran bahwa dirinya menjadi korban tunggal.

Menurut Adlina, rekaman yang telah dipelajari menunjukkan adanya penarikan tangan secara paksa terhadap Erin. Ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu dalam proses hukum berikutnya. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya dapat dibuktikan secara objektif.

Pihak Erin menilai tindakan yang terekam dalam CCTV cukup untuk membuka kemungkinan adanya unsur kekerasan dari pihak pelapor. Mereka menolak anggapan bahwa peristiwa di rumah itu berjalan sesuai klaim Herawati. Karena itu, tim hukum memandang penting untuk menghadirkan bukti visual di hadapan penyidik.

Kondisi Pelapor Dipertanyakan

Selain soal rekaman CCTV, kuasa hukum juga menyoroti kondisi fisik Herawati yang dianggap tidak sinkron dengan tuduhan penganiayaan berat. Mereka menyebut tuduhan seperti pencekikan atau penodongan pisau seharusnya meninggalkan jejak luka yang lebih jelas. Namun, menurut mereka, hal itu tidak tampak pada kondisi pelapor.

Stivany Agusia meminta publik menilai keadaan Herawati secara objektif berdasarkan fakta visual yang tersedia. Ia mempertanyakan apakah mantan ART tersebut masih tampak sehat atau justru mengalami luka parah. Menurutnya, penilaian yang terburu-buru justru berpotensi menimbulkan asumsi yang keliru.

Tim hukum menegaskan bahwa pembacaan yang cermat terhadap kondisi fisik pelapor sangat penting dalam perkara ini. Mereka tidak ingin ada kesimpulan sepihak yang kemudian berbalik merugikan pihak tertentu. Karena itu, seluruh bukti akan disandingkan dengan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan resmi.

Langkah Hukum Berikutnya

Pihak Erin menyatakan akan menindaklanjuti temuan dari induk recorder CCTV secara serius sebagai bagian dari pembelaan diri. Mereka meyakini rekaman dari 12 titik kamera pengawas dapat menjadi kunci untuk mengurai fakta yang sebenarnya. Bukti visual itu kini menjadi fokus utama dalam strategi hukum mereka.

Tim kuasa hukum juga membuka peluang untuk membawa temuan tersebut ke tahap pemeriksaan lebih lanjut. Mereka ingin memastikan seluruh rangkaian peristiwa diperiksa berdasarkan data, bukan asumsi. Dengan begitu, proses hukum diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang lebih utuh dan berimbang.

Kasus ini kini menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait setelah munculnya klaim baru dari kubu Erin. Rekaman CCTV diperkirakan akan menjadi salah satu alat bukti penting dalam menentukan arah penyidikan. Publik pun menanti bagaimana penyidik menilai perbedaan versi yang semakin tajam di antara kedua pihak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!