Enno Lerian Kembangkan Usaha Puding dan Bebek Goreng

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 23:46 WIB 6
Enno Lerian Kembangkan Usaha Puding dan Bebek Goreng

Mantan penyanyi cilik Enno Lerian kini serius menekuni usaha kuliner bersama keluarga. Ia tidak hanya menjual bebek goreng, tetapi juga mulai mengembangkan bisnis puding yang mendapat sambutan hangat dari penggemar. Minat Enno pada dunia masak tumbuh kuat sejak pandemi COVID-19, saat ia lebih sering berada di rumah. Dari kebiasaan itu, ia akhirnya berani menjadikan dapur sebagai ruang untuk membangun usaha.

Enno menuturkan, aktivitas memasak yang kini dijalaninya bukanlah hal yang muncul tiba-tiba. Sebelum pandemi, ia sudah bisa memasak, tetapi belum sepenuhnya menikmati prosesnya. Situasi selama pandemi membuatnya lebih banyak bereksperimen di dapur dan menemukan ritme baru. Dari sana, keinginan mengembangkan usaha keluarga mulai semakin jelas.

Awal Minat Memasak

Enno mengaku kegemarannya memasak benar-benar tumbuh sejak masa COVID-19. Saat banyak aktivitas terbatas, ia memilih mengisi waktu dengan mencoba berbagai resep di rumah. Kebiasaan itu membuatnya semakin akrab dengan dapur dan bahan makanan. Menurutnya, pandemi telah mengubah banyak kebiasaan, termasuk cara ia melihat memasak.

Ia menjelaskan bahwa sebelum pandemi, memasak hanya menjadi kemampuan dasar yang ia miliki. Namun, berada di rumah sepanjang waktu membuatnya terdorong untuk lebih sering mencoba hal baru. Kondisi tersebut juga membuatnya lebih peka terhadap kebutuhan keluarga di rumah. Dari situ, memasak tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan kegiatan yang dinikmati.

Enno menyebut bahwa dorongan untuk terus memasak datang secara alami dari kebiasaan harian. Ia merasa semakin percaya diri setelah hasil masakannya mulai disukai orang terdekat. Pengalaman itu kemudian membuka pikirannya untuk melihat potensi yang lebih besar. Dari dapur rumah, ia mulai membayangkan peluang usaha yang bisa dijalankan lebih serius.

Bisnis Bersama Suami

Selain gemar memasak, Enno sejak lama memiliki keinginan membangun usaha bersama suaminya. Ia dan pasangan ingin memiliki bisnis keluarga yang bisa dijalankan berdua. Keinginan itu kemudian menemukan bentuk yang lebih konkret melalui usaha kuliner. Bagi Enno, bisnis keluarga menjadi cara untuk membangun kerja sama yang lebih dekat.

Ia menuturkan bahwa keluarga besarnya memang sudah lama berkecimpung dalam usaha makanan. Orang tuanya telah lebih dulu menjalankan bisnis bebek goreng sejak bertahun-tahun lalu. Enno dan suami pada masa itu hanya membantu proses pengantaran pesanan. Saat layanan ojek daring belum berkembang, bantuan itu menjadi bagian penting dari operasional harian.

Meski sudah terbiasa membantu, Enno mengaku belum pernah terpikir akan menjadi sosok yang memasak untuk bisnis tersebut. Ia dan suami memang sering berbicara soal pengembangan usaha makanan keluarga. Namun saat itu, ia belum merasa benar-benar cocok dengan peran di dapur untuk kepentingan usaha. Pandangan itu berubah ketika peluang baru mulai terbuka dari produk puding buatannya.

Dorongan dari Teman

Perubahan besar datang ketika seorang teman mendorong Enno untuk menjual puding buatannya sendiri. Temannya ingin mencicipi langsung hasil masakan Enno dan menilai produk itu layak ditawarkan ke publik. Dorongan tersebut awalnya hanya dianggap sebagai saran biasa. Namun, lama-kelamaan, masukan itu menjadi titik awal langkah barunya di bisnis kuliner.

Pada momen Lebaran, Enno sempat mengirim hampers berisi puding buatannya kepada orang-orang terdekat. Respons yang diterima ternyata sangat positif dan mengejutkannya. Banyak yang kembali bertanya kapan puding itu dijual lagi. Reaksi tersebut membuatnya mulai melihat bahwa produknya memiliki peluang pasar.

Meski demikian, Enno mengaku sempat tidak percaya diri untuk menjual makanan buatannya ke banyak orang. Ia khawatir hasil masakannya belum cukup layak diterima publik. Namun, dukungan dari teman dan pengikut di media sosial terus menguat. Tekanan positif itu akhirnya membuatnya memberanikan diri membuka pre-order.

Sambutan Pasar Positif

Enno mulai mencoba menjual puding tersebut sekitar pertengahan tahun lalu. Pada awalnya, langkah itu dijalankan secara bertahap dan masih dalam tahap uji coba. Ia ingin melihat seberapa besar minat konsumen terhadap produknya. Hasilnya, sambutan pasar ternyata cukup besar dan melebihi perkiraannya.

Produk puding buatannya mulai dikenal dari mulut ke mulut dan melalui media sosial. Respons pembeli membuat Enno semakin yakin untuk melanjutkan usaha itu dengan lebih serius. Ia melihat bahwa produk rumahan tetap bisa bersaing jika dibuat dengan konsisten. Dari sini, ia semakin mantap menyeimbangkan peran sebagai publik figur dan pelaku usaha.

Meski usahanya berkembang, Enno tetap menempatkan proses belajar sebagai bagian penting. Ia tidak ingin terburu-buru, karena ingin menjaga kualitas produk yang dijual. Baginya, setiap pesanan adalah bentuk kepercayaan dari pelanggan. Karena itu, ia terus berupaya menjaga cita rasa dan pelayanan agar bisnis kulinernya bisa tumbuh berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!