Enno Lerian Kembangkan Bisnis Kuliner Bebek dan Puding

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 23:51 WIB 6
Enno Lerian Kembangkan Bisnis Kuliner Bebek dan Puding

Mantan penyanyi cilik Enno Lerian kini menekuni usaha kuliner yang dijalankan bersama keluarga. Ia tidak hanya membantu bisnis bebek goreng milik orang tuanya, tetapi juga mulai memasarkan puding buatannya sendiri. Minatnya pada dunia masak tumbuh kuat sejak pandemi COVID-19 membuatnya lebih sering berada di rumah. Dari kebiasaan itu, Enno menemukan peluang usaha yang kini mendapat sambutan hangat dari penggemar.

Perempuan berusia 42 tahun itu mengaku awalnya belum benar-benar menikmati aktivitas memasak. Namun, situasi pandemi membuatnya lebih banyak bereksperimen di dapur dan akhirnya ketagihan mengolah makanan. Dorongan dari teman dan orang terdekat kemudian mendorongnya berani menjual hasil racikannya. Langkah tersebut menjadi titik awal Enno memperluas bisnis kuliner keluarga.

Kuliner Keluarga Enno

Enno menyebut dirinya memang sudah bisa memasak sebelum pandemi, tetapi belum sepenuhnya menjadikannya hobi. Kebiasaan itu berubah ketika aktivitas di luar rumah terbatas dan keluarga lebih banyak berkumpul di rumah. Kondisi tersebut membuatnya lebih sering mencoba resep baru. Dari sana, ia mulai menikmati proses memasak setiap hari.

Ia menjelaskan bahwa pandemi mengubah kebiasaan banyak orang, termasuk dirinya. Aktivitas jajan di luar rumah menjadi lebih berhati-hati karena situasi kesehatan yang belum menentu. Akibatnya, Enno memilih memanfaatkan waktu untuk mengasah kemampuan di dapur. Perlahan, memasak tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan bagian dari keseharian.

Menurut Enno, kebiasaan itu akhirnya membuka pandangannya terhadap peluang usaha makanan. Ia dan suami sejak lama memang ingin memiliki bisnis yang bisa dijalankan bersama. Keinginan tersebut membuat mereka serius memikirkan pengembangan usaha keluarga. Pilihan itu kemudian mengarah pada sektor kuliner yang sudah lebih dulu dirintis orang tuanya.

Dari Bebek ke Puding

Usaha kuliner keluarga Enno sebenarnya sudah berjalan sejak lama melalui penjualan bebek goreng. Ibunya disebut telah menjalankan usaha itu sejak sekitar 2011. Saat Enno masih memiliki anak bayi pada 2013, keluarga mereka juga sudah terlibat membantu penjualan. Pada masa itu, bantuan yang paling sering dilakukan adalah mengantar pesanan.

Enno mengingat saat itu layanan ojek online belum berkembang seperti sekarang. Karena itu, pengantaran pesanan masih dilakukan secara manual oleh keluarga. Meski sudah lama membantu, ia mengaku belum terpikir untuk ikut turun langsung sebagai juru masak utama. Fokusnya saat itu masih sebatas mendukung usaha yang sudah ada.

Perubahan mulai terjadi ketika seorang teman meminta Enno menjual puding buatannya. Teman tersebut bahkan beberapa kali mendorongnya agar produk itu tidak hanya dinikmati sendiri. Enno lalu mencoba mengirimkan puding sebagai hampers saat Lebaran. Respons dari orang-orang terdekat ternyata sangat positif.

Respons Penggemar Menguat

Setelah menerima pujian dari keluarga dan teman, Enno mulai mendapat pertanyaan dari banyak orang. Mereka penasaran kapan puding buatannya kembali dibuat dan dijual. Meski begitu, Enno mengaku sempat tidak percaya diri dengan hasil olahannya. Ia masih ragu apakah makanannya bisa diterima luas oleh pembeli.

Keraguan itu perlahan terkikis setelah dorongan dari teman dan pengikut di media sosial terus berdatangan. Dukungan tersebut membuat Enno memberanikan diri membuka sistem pre-order. Langkah itu menjadi cara awal untuk menguji minat pasar. Dari sana, ia mulai melihat bahwa produknya punya peluang berkembang.

Enno akhirnya mulai menjual puding buatannya sekitar pertengahan tahun lalu. Meski pada awalnya masih dilakukan dengan sistem coba-coba, permintaan yang masuk cukup besar. Hal itu membuatnya semakin yakin untuk meneruskan bisnis kuliner yang dirintis bersama keluarga. Ia kini melihat usaha makanan sebagai ruang baru yang menjanjikan.

Bisnis Kuliner ke Depan

Bagi Enno, bisnis kuliner bukan sekadar tambahan kegiatan, melainkan rencana jangka panjang yang ingin ia jalani bersama suami. Ia menilai usaha keluarga memberi ruang untuk saling mendukung dalam satu tujuan yang sama. Karena itu, pengembangan usaha menjadi hal yang ia seriuskan. Kombinasi antara bebek goreng dan puding memberi warna baru dalam portofolio usahanya.

Respons positif dari pelanggan membuat Enno semakin percaya diri menata bisnisnya. Ia melihat peluang besar selama produk dijaga kualitas dan konsistensinya. Dukungan dari penggemar juga menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan pasar. Dalam pandangannya, kepercayaan konsumen adalah kunci utama usaha makanan.

Dari seorang mantan penyanyi cilik, Enno kini memperlihatkan peran baru sebagai pelaku usaha kuliner. Perjalanan itu bermula dari pandemi, berlanjut ke dapur rumah, lalu berkembang menjadi produk yang dipasarkan. Kisahnya menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana dapat berubah menjadi peluang bisnis. Bagi Enno, memasak kini bukan hanya hobi, tetapi juga sumber penghidupan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!