Mantan penyanyi cilik Enno Lerian kini menekuni usaha kuliner bersama keluarga, dengan mengembangkan bisnis bebek goreng dan puding yang mendapat respons positif dari penggemar. Perjalanan itu berawal dari kebiasaan memasak yang tumbuh sejak pandemi COVID-19, ketika ia lebih sering berada di rumah dan mencoba berbagai resep di dapur.
Di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026, Enno mengaku mulai benar-benar menikmati aktivitas memasak setelah pandemi mengubah rutinitasnya. Dorongan dari teman dan pengikut media sosial kemudian membuat perempuan berusia 42 tahun itu berani menjual puding buatannya sendiri.
Awal Minat Kuliner Enno
Enno Lerian mengaku menyukai kegiatan memasak dengan sangat serius sejak masa pandemi. Menurutnya, kebiasaan berada di rumah membuat dirinya lebih sering bereksperimen di dapur.
Sebelum pandemi, ia sebenarnya sudah bisa memasak, tetapi belum benar-benar menikmati prosesnya. Kondisi saat COVID-19 membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak di rumah, sehingga memasak menjadi rutinitas baru.
Ia menilai pandemi mengubah banyak kebiasaan keluarga, termasuk cara memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Dari situ, ia mulai mengeksplorasi kemampuan memasaknya hingga terus dilakukan sampai sekarang.
Bisnis Keluarga yang Dirintis
Enno menjelaskan bahwa dirinya dan sang suami sejak lama ingin memiliki usaha yang bisa dijalankan bersama. Keinginan itu membuat keduanya berupaya mengembangkan bisnis keluarga di bidang makanan.
Usaha kuliner tersebut ternyata sudah lebih dulu dirintis oleh orang tua Enno melalui penjualan bebek goreng. Menurutnya, bisnis itu telah berjalan sejak sekitar 2011 dan terus berkembang hingga beberapa tahun berikutnya.
Pada awalnya, Enno dan suami hanya membantu proses pengantaran pesanan. Saat itu, layanan ojek online belum seramai sekarang, sehingga bantuan keluarga menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha.
Puding yang Mulai Diminati
Meski terbiasa membantu usaha keluarga, Enno mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi orang yang memasak untuk bisnis tersebut. Ia mengatakan dirinya belum sepenuhnya tertarik pada dunia cooking pada masa itu.
Perubahan terjadi ketika seorang teman mendorongnya untuk menjual puding buatan sendiri. Teman tersebut bahkan beberapa kali meminta Enno agar produk itu benar-benar dipasarkan.
Saat momen Lebaran, Enno sempat mengirim hampers berisi puding kepada orang terdekat. Respons yang diterima ternyata sangat positif, banyak yang menyukai rasa puding buatannya dan meminta produk itu dijual lagi.
Respons Pasar yang Menguat
Meski sempat tidak percaya diri, Enno akhirnya memberanikan diri membuka pre-order puding buatannya. Dorongan dari teman dan pengikut di media sosial menjadi alasan utama ia mencoba langkah tersebut.
Ia mulai menjual puding itu sekitar pertengahan tahun lalu, meski pada awalnya masih dalam tahap uji coba. Ternyata, antusiasme pembeli cukup besar dan membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan usaha.
Bagi Enno, sambutan positif itu menjadi bukti bahwa produk rumahan juga bisa diterima pasar. Ia kini melihat usaha kuliner bukan hanya sebagai bisnis, tetapi juga sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas bersama keluarga.
