Eks Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Pengalaman Mati Suri

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 21:02 WIB 2
Eks Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Pengalaman Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu, menurut perempuan berusia 55 tahun tersebut, mengubah cara pandangnya tentang kematian, kesadaran manusia, dan batas realitas yang dikenal pancaindra.

Honkala mengatakan setiap pengalaman berada di ambang kematian selalu menghadirkan sensasi yang sama, yakni rasa seolah masuk ke dimensi lain. Ia menyebut kondisi itu tidak dapat dijelaskan hanya dengan logika biasa, karena kesadarannya terasa luas, cerdas, dan saling terhubung.

Pengalaman Mati Suri Honkala

Honkala diketahui memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Dalam keterangannya, ia mengklaim pengalaman mati suri pertamanya terjadi saat masih berusia dua tahun.

Peristiwa itu bermula ketika ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuh yang sedang berada di ruangan lain. Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya dari kondisi yang berbahaya.

Meski nyawanya terselamatkan, Honkala menuturkan ada pengalaman batin yang sangat kuat saat itu. Ia mengaku rasa panik karena kesulitan bernapas perlahan berubah menjadi ketenangan yang mendalam dan nyaris tak terlukiskan.

Kesadaran Di Luar Tubuh

Dalam kesaksiannya, Honkala merasa kesadarannya terpisah dari tubuh fisik saat berada di dalam air. Ia bahkan mengaku dapat melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa, seolah menyaksikan dirinya sendiri dari luar.

Menurut Honkala, pada momen tersebut ia tidak lagi merasa sebagai anak kecil di dalam tubuh. Ia menggambarkan dirinya sebagai kesadaran murni, medan cahaya, tanpa rasa takut, tanpa waktu, dan tanpa pikiran.

Salah satu bagian yang paling mengejutkan dari pengalamannya adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya beberapa blok jauhnya. Honkala mengatakan komunikasi dengan sang ibu terjadi tanpa berbicara, sebelum akhirnya ibunya bergegas pulang dan menemukannya di dalam tangki.

Dampak Pada Pandangan Hidup

Honkala menilai pengalaman itu mengubah pandangannya secara permanen terhadap kematian. Ia mengatakan sejak saat itu tidak pernah lagi merasa takut pada kematian, karena menganggap ada sesuatu yang lebih dari apa yang terlihat di dunia fisik.

Baginya, pengalaman itu menunjukkan bahwa apa yang disebut kehidupan setelah mati tidak terasa seperti tempat yang jauh. Ia justru percaya kesadaran mungkin tidak sepenuhnya dihasilkan oleh otak, melainkan berasal dari sesuatu yang lebih mendasar.

Ia juga mengaku mengalami dua kejadian mati suri lain, yakni setelah kecelakaan motor saat berusia 25 tahun dan ketika berusia 52 tahun saat tekanan darahnya turun drastis dalam operasi. Ketiga pengalaman tersebut, menurut dia, selalu membawanya pada keadaan damai yang sama.

Antara Sains Dan Spiritualitas

Menariknya, pengalaman spiritual itu justru mendorong Honkala semakin tertarik pada sains. Ia mengatakan ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian yang sistematis.

Selama bertahun-tahun, ia memilih fokus pada karier ilmiah dan jarang membicarakan pengalaman spiritualnya di depan publik. Namun, seiring waktu, ia mulai meyakini bahwa sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan.

Menurut Honkala, keduanya mungkin hanya berusaha menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Meski demikian, pengalaman mati suri tetap menjadi perdebatan, karena sebagian peneliti menilainya dapat dipicu halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!