PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang baru menjadi BUMN ekspor masih memiliki satu pegawai, yaitu Direktur Utama Luke Thomas Mahony. Informasi itu disampaikan Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, di Jakarta, Selasa, saat menjelaskan tahap awal pembentukan organisasi DSI.
Pandu menyebut proses pembangunan DSI akan dilakukan secara bertahap, dengan pola yang mirip saat Danantara pertama kali dibentuk. Rekrutmen juga akan dibuka secara global karena bisnis perdagangan komoditas dan pembiayaan perdagangan membutuhkan tenaga ahli dengan keahlian sangat spesifik.
Awal Pembentukan DSI
Pandu menjelaskan DSI baru saja resmi menjadi persero BUMN pada Senin lalu. Pada tahap awal ini, struktur perusahaan masih sangat ramping dan hanya diisi oleh satu pegawai.
Pegawai yang sudah bergabung adalah Luke Thomas Mahony sebagai direktur utama. Menurut Pandu, keberadaan Luke menjadi langkah awal bagi pembentukan organisasi DSI yang lebih besar.
Ia menilai proses ini wajar untuk perusahaan yang baru dibentuk. Karena itu, penguatan organisasi akan dilakukan secara bertahap agar operasional perusahaan tetap terarah.
Rekrutmen Bertahap Global
Pandu menyampaikan DSI tidak akan hanya mencari talenta dari dalam negeri. Rekrutmen akan dilakukan secara global untuk menjangkau kandidat yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan bisnis.
Ia mencontohkan bidang perdagangan komoditas sebagai sektor yang memerlukan keahlian khusus. Menurutnya, jumlah trader batu bara di dunia pun relatif terbatas.
Karena itu, DSI akan memprioritaskan kualitas sumber daya manusia. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat bisnis perusahaan sejak awal.
Belajar Dari Danantara
Pandu membandingkan perkembangan DSI dengan perjalanan Danantara saat awal dibentuk. Danantara, katanya, bermula dari tiga orang pegawai pada Februari tahun lalu.
Dalam beberapa bulan, jumlah pegawai Danantara bertambah menjadi sekitar 30 orang. Satu tahun kemudian, jumlahnya berkembang menjadi sekitar 450 pegawai.
Contoh itu digunakan untuk menunjukkan bahwa pertumbuhan organisasi bisa berjalan cepat bila dirancang dengan tepat. DSI, menurut Pandu, juga akan mengikuti pola penguatan tim yang serupa.
Fokus Trade Financing
Selain komoditas, DSI juga akan menaruh perhatian pada trade financing. Pandu menegaskan bidang ini memerlukan tenaga profesional yang memahami pembiayaan perdagangan internasional secara mendalam.
Menurutnya, talenta yang benar-benar menguasai trade financing tidak banyak tersedia di Indonesia. Sebagian besar justru berada di luar negeri dan menjadi target rekrutmen perusahaan.
DSI juga tidak menutup peluang merekrut SDM dari BUMN lain yang sudah berpengalaman. Langkah itu diharapkan dapat mempercepat pembelajaran tim sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan dalam jangka panjang.
