Pandemi pada awal 2020 mengubah rutinitas kerja banyak orang, termasuk Sri Haryadi yang saat itu menjalani kebijakan work from home selama tiga bulan. Dari rumah, ia justru menemukan jalan baru menuju usaha makanan dan minuman yang kini berkembang melalui merek Kooe.id.
Di kios usahanya di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu siang, Sri terlihat melayani aktivitas bisnis seperti biasa. Produk andalannya tertata di lemari pendingin, menjadi penanda perjalanan seorang karyawan yang beralih menjadi pelaku UMKM.
Kisah awal Kooe.id
Sri Haryadi mengawali usahanya saat pandemi membuat pola kerja berubah drastis. Ia memanfaatkan waktu WFH untuk mencari kegiatan produktif di luar pekerjaan kantor.
Pilihan awalnya jatuh pada konten YouTube yang membahas tanaman, karena ia ingin mencoba sesuatu yang baru. Namun, upaya itu belum memberikan hasil yang menjanjikan.
Setelah melihat peluang lain, Sri mulai tertarik ke dunia dessert dan camilan manis. Minat itu kemudian mendorongnya membangun produk yang lebih dekat dengan kebiasaan konsumsinya.
Ide awal yang dipilih adalah puding regal, karena menurutnya produk tersebut sederhana dan disukai banyak orang. Dari situ, lahir langkah pertama yang kemudian menjadi fondasi Kooe.id.
Racik produk dan pasar
Dalam membangun usaha, Sri menekankan pentingnya mencoba produk yang mudah diterima pasar. Ia memilih dessert sebagai pintu masuk karena permintaan terhadap camilan manis cukup stabil.
Kooe.id kemudian berkembang dengan menghadirkan beberapa produk andalan. Selain dessert, merek ini juga menawarkan sambal sebagai pelengkap kebutuhan konsumen.
Produk-produk tersebut kini dipajang rapi di kios yang berada di belakang SPBU COCO Pramuka. Penataan itu membuat pelanggan lebih mudah melihat variasi yang ditawarkan.
Keberadaan produk di lokasi strategis turut membantu memperluas jangkauan pembeli. Sri pun menjaga kualitas agar usahanya bisa bersaing di tengah banyaknya pilihan kuliner.
Strategi bertahan usaha
Sri tidak hanya mengandalkan satu produk untuk menopang bisnisnya. Ia berupaya menjaga keberagaman menu agar usaha tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Dengan latar belakang sebagai pekerja kantoran, ia memahami pentingnya disiplin dalam mengelola usaha. Pola kerja itu diterapkannya dalam produksi, penjualan, dan pelayanan.
Ia juga melihat media digital sebagai sarana penting untuk mengenalkan produk. Pengalaman mencari ide lewat YouTube membentuk caranya membaca peluang usaha secara lebih luas.
Langkah bertahap tersebut membuat Kooe.id dapat terus bertumbuh. Sri berusaha memastikan setiap produk memiliki ciri yang mudah diingat konsumen.
Pelajaran dari Sri Haryadi
Kisah Sri menunjukkan bahwa masa WFH dapat menjadi titik awal lahirnya peluang baru. Situasi yang awalnya membatasi justru berubah menjadi ruang untuk berinovasi.
Ia membuktikan bahwa hobi makan bisa berkembang menjadi bisnis yang nyata. Dari ketertarikan sederhana, ia menyusun produk yang kemudian dipasarkan secara serius.
Bagi pelaku usaha kecil, cerita ini menegaskan pentingnya keberanian mencoba. Tidak semua ide langsung berhasil, tetapi proses adaptasi dapat membuka arah baru.
Perjalanan Sri Haryadi juga menjadi gambaran bahwa UMKM dapat tumbuh dari keputusan kecil yang konsisten. Dari rumah ke kios usaha, ia mengubah waktu luang menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
