Dari Anak Tak Suka Bawang, UliMus Jadi UMKM Menguntungkan

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 18:07 WIB 6
Dari Anak Tak Suka Bawang, UliMus Jadi UMKM Menguntungkan

Peluang usaha sering kali lahir dari kebutuhan sederhana di rumah, seperti yang dialami Romauli Sri Astuti Sitoris, pendiri bawang goreng crispy UliMus. Perempuan berusia 40 tahun itu memulai usahanya pada 2022 setelah anaknya tidak menyukai bawang goreng, lalu mencoba mengolah bahan tersebut menjadi camilan yang lebih menarik.

Inovasi itu kemudian berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terutama saat bawang goreng buatannya ikut dibawa ke pesantren di Parung pada awal 2020. Dari kebiasaan sederhana setiap kali menjenguk anak, Romauli melihat pasar yang lebih luas dan mulai serius menekuni usaha dari rumah.

Peluang Usaha Bawang Goreng

Romauli, yang akrab disapa Uli, awalnya hanya ingin membuat olahan bawang yang disukai anaknya. Ia kemudian mengembangkan bawang goreng crispy dengan cita rasa barbeque dan balado agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Produk itu dibawa saat kunjungan rutin ke pesantren, lalu diberikan kepada sang anak untuk dibagikan kepada teman-temannya. Respons yang muncul di luar dugaan, karena banyak santri menyukai produk tersebut dan mulai membeli langsung.

Dari situ, Uli menyadari bahwa bawang goreng tidak harus berhenti sebagai taburan makanan. Dengan pendekatan yang tepat, bahan sederhana dapat diubah menjadi camilan yang punya pasar sendiri.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa ide usaha bisa tumbuh dari kebiasaan sehari-hari. Bagi pelaku UMKM, kepekaan membaca kebutuhan lingkungan sekitar menjadi modal awal yang penting.

Modal Kecil, Langkah Pasti

Setelah melihat peluang pasar, Uli memutuskan menekuni usaha secara lebih serius di rumah. Keputusan itu diambil setelah suaminya menyarankan agar usaha bawang goreng dijadikan sumber penghasilan keluarga.

Langkah tersebut juga dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga, karena usaha suaminya terdampak pandemi. Dalam situasi itu, pasangan ini memilih mencari solusi dari kemampuan yang mereka miliki.

Modal awal usaha ini bahkan kurang dari Rp 500 ribu, sehingga proses produksi dilakukan dengan sangat terbatas. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan niat untuk terus menjual dan memperluas pasar.

Dengan ketekunan, Uli secara bertahap membangun usaha yang lebih teratur dan memiliki identitas jelas. Pada 2022, usaha itu resmi memakai nama UliMus sebagai bentuk keseriusan dalam berbisnis.

Dukungan Keluarga Menguatkan

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membuat usaha ini bertahan. Saat suaminya menyarankan agar bawang goreng dijual, Uli melihat adanya jalan keluar untuk membantu ekonomi rumah tangga.

Peran anak juga memberi pengaruh besar pada perkembangan usaha tersebut. Selain menjadi alasan awal lahirnya produk, sang anak turut membantu menawarkan dagangan kepada teman-temannya di pesantren.

Strategi sederhana itu membuat produk lebih cepat dikenal tanpa biaya promosi besar. Dari pembelian kecil yang berulang, kepercayaan konsumen mulai terbentuk.

Uli menilai bahwa usaha rumahan tidak selalu memerlukan modal besar pada tahap awal. Yang lebih penting adalah kemauan mencoba, menjaga rasa, dan memastikan produk punya ciri yang mudah diingat.

Binaan Rumah BUMN BRI

Perjalanan UliMus kemudian mendapat ruang pengembangan melalui pembinaan Rumah BUMN BRI. Pendampingan seperti ini membantu pelaku UMKM memperkuat legalitas, pemasaran, dan daya saing produk.

Bagi usaha kecil, status legal menjadi langkah penting untuk membuka peluang yang lebih luas. Legalitas juga membuat pelaku usaha lebih percaya diri ketika ingin memperluas jangkauan penjualan.

UliMus hadir dengan keunikan produk yang bisa dinikmati sebagai camilan maupun taburan makanan. Keunggulan itu membuat bawang goreng crispy tidak hanya bergantung pada fungsi tradisionalnya.

Kisah Romauli menunjukkan bahwa usaha rumahan dapat tumbuh ketika ide sederhana diolah dengan konsisten. Dari dapur rumah, bawang goreng crispy UliMus kini berubah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!